Ada Kopi Daong Bukan Sekedar Ngopi Doang, Apaan Tuh?

Saking ‘kecebadai' dan 'superduper' juga ajib banget kedai kopinya, pria ‘ABG’ dan wanita ‘STW’ langkah seribu ke tempat ini, mereka ikutan jepret-jepret foto bak peribahasa "Tua-tua Keladi, Makin Tua Makin Menjadi". Meski begitu jumlahnya tak banyak. Dominasi pengunjung tetap masih kawula muda. Berikut ulasannya, selamat membaca!
PariwisataIndonesia
Menikmati Kopi Sendirian di Kedai Kopi Daong Bogor / Ilustrasi foto: Instagram Kopi Daong

PariwisataIndonesia.ID – Kemon kita kopdar, hangout, kongkow, meetup dan nongki-nongki sembari ngopi dengan suasana alam yang dijamin bikin speechless.

“Kasih kejutan kayak gini emang pasti bikin meleleh, mau ngelamar? Atau mau nyatain perasaan kamu ke dia? Anniversary? Atau kejutan ulang tahun? Pas banget,” bunyi caption di instagram @kopidaong, kutip Rahma Sari mewartakan untuk Media Pariwisata Indonesia.

Salah satu tempat nongkrong yang disarankan dan ramai dikunjungi anak muda zaman now adalah Kopi Daong dan kedai ini didirikan, pada Rabu, 10 April 2019.

Baca juga :  33 Bahasa Gaul Anak Muda Zaman Now; Sosok Flamboyan Berprestasi; No 29-32 Bukan Alay, Btw Apa Dong?

Siapapun yang pernah datang ke kafe ini dijamin rindu untuk kembali datang. Apalagi yang sedang kasmaran, jiejie… Dunia serasa milik berdua nih, yee!

Saking kecebadai dan superduper juga ajib banget kedai kopinya, pria ‘ABG’ dan wanita ‘STW’ langkah seribu ke tempat ini, mereka ikutan jepret-jepret foto bak peribahasa “Tua-tua Keladi, Makin Tua Makin Menjadi”. Meski begitu, jumlahnya tak banyak. Dominasi pengunjung tetap masih kawula muda. 

“Kopiku tidak perlu gula, jika kamu ada di sampingku,” begitu bunyi promosinya, dikutip dari instagram yang sama.

Istimewanya kafe ini, karena mengusung dua konsep, yakni area outdoor dan indoor. Lalu, dipadupadankan panorama alam ala perbukitan.

Saat berada di kedai Kopi Daong udaranya segar, asri, relaks, banyak pepohonan, khas suasana pegunungan, dan tak usah khawatir tidak kedapatan tempat.

Pasalnya, jumlahnya berderet dan tersebar di beberapa area yang lansekap masing-masingnya memiliki daya tarik tersendiri.

Mengulik daya pikat dari kedai Kopi Daong, konsep paling favoritnya berada di ruang terbuka. Sebab, tempat nongkrongnya itu benar-benar surga buat pecinta spot foto instagramble. Setiap jepretan foto, tidak akan kehabisan ide. Kaga bakalan mati gaya, suwer!

Lantaran area outdoornya begitu luas, pengunjung diwajibkan lakukan pemesanan dan pesanannya tidak diantarkan ke meja, melainkan diambil sendiri.

Nikmati juga sensasi romanstisme di malam hari dengan kerlap-kerlip cahaya yang berasal dari lampion mirip anak gunung berkemah sambil ngobrol dan gitaran ditemani kopinya yang otentik bingitz atau nongkrong di tempat yang menghadap ke arah lembah.

Menilik asal usul dari nama Kopi ‘Daong’, berasal dari bahasa Manado yang artinya ‘daun’. Sementara melekatkan bahasa daerah di bisnis ini, lantaran sang pemilik bernama Alex Benyamin merupakan keturunan dari Manado sekaligus owner dari Santa Monica Grup.

Selain itu, kedai ini tak sekedar menawarkan kopi semata, terdapat pilihan kuliner lainnya sesuai selera yang tertera di menu Kopi Doang seperti Banana Stick, Krempeng Pancake, Sosis Bakar, Roti Goreng, French Rice, Cassava, sandwich, dan masih banyak lagi lainnya.

Kopi Daong atau Kopi Beuh adalah menu andalan di kedai ini, dibandrol seharga Rp28 ribu per cangkir, ada juga minuman lainnya yang berkisar antara Rp10 ribu – Rp40 ribuan.

Pengelola kedai kopi juga menawarkan kegiatan ekowisata, yakni Daong Ecopark yang masih berada di satu lokasi yang sama (menikmati keduanya dari satu tempat, red).

Tertarik menunggang kuda atau bermain di taman kelinci. Khususnya, bagi pengunjung dengan shio kelinci tak ada salahnya bercengkrama sambil memberi makan kelinci. Seru, loh!

Hal lain yang ditawarkan di Kopi Daong yaitu wahana permainan, seperti istana mini, permadani terbang, skybike. Fasilitas lainnya, antara lain wifi di area kafe, toilet, tempat ibadah dan playground.

Pengelola juga mensyaratkan pengunjungnya, selain sudah divaksin Covid-19, juga menggunakan masker rangkap (masker medis + masker kain), mencuci tangan, cek suhu, dan dilakukan pembatasan kapasitas pengunjung.

“Jangan deket-deketan dulu, dan walaupun di sini sejuk, maskernya jangan dibuka selain pas kamu makan atau minum ya,” imbaunya.

Tertarik buat konten untuk menambah koleksi di galeri media sosialnya?

Setelah eksis dengan cekrekcekrek menggunakan kamera Hp. Lalu diunggah di media sosial. Jangan lupa untuk di tag dan cantumkan tagar berikut: @pariwisataindonesiaofficial dan #pariwisataindonesiaofficial, yuk!

Kedai kopi yang sepintas lebih mirip restoran buka setiap harinya dari pukul: 09.00 s.d 20.00 WIB. Namun, datanglah pas sore hari. Itulah waktu kunjungan yang banyak diminati oleh penikmat Kopi Daong.

Pembaca www.pariwisataindonesia.id, Rahma Sari izin ‘capcus’ dan ‘sayonara’, melaporkan dari Caringin, Kota Bogor. “SYS dan TFL. “

Untuk informasi & reservasi hubungi:
Alamat:
Pancawati, Kec. Caringin, Bogor, Jawa Barat
☎ 0251 8292636
📱 0878 3506 7370 (info)
📱 0818 0602 0611 (reservation)
✉ kopidaongecopark@gmail.com

4 Kata Gaul Biar tak gagal paham, sebagai berikut:
ABG: angkatan babe gua,
STW: wanita setengah tua alias tante.
SYS: singkatan dari See You Soon, artinya sampai ketemu lagi.
TFL: singkatan bahasa Inggris dari Thanks For Like. Ungkapan ini menunjukkan rasa terima kasih karena sudah diberikan sebuah ‘Like’ dalam postingan atau konten media sosialnya. (RS)