Alasan Obyek Wisata Di Majelangka Ditutup Kembali, Mau Tahu?

Umi Kalsum Founder dan CEO Media PVK Group,Bupati Majalengka DR. H. Karna Sobahi MMPd, Kembali ke Level 3 Akhirnya Wisata di Majalengka Ditutup Lagi, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Majalengka Jaja Suharja Senjaga, Media PVK Group, Media PVK Group dengan 10 Situs Pariwisata dan E Magazine, Media Resmi Pariwisata Indonesia, Pariwisata di Jawa Barat, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka Agus Susanto, Website Resmi Pariwisata Indonesia, Pariwisata Indonesia
Aktivitas pegiat traveling nusantara dalam mempromosikan objek wisata di Majalengka (Foto instagram @risma_sumyati)

Majalengka, PariwisataIndonesia.ID – Berita mengejutkan datang dari Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat yang mengabarkan bahwa seluruh obyek wisatanya ditutup, wisata alam dan wisata buatan ikut termasuk!

Penutupan tersebut disampaikan Bupati Majalengka, DR. H. Karna Sobahi MMPd melalui Surat Edaran Nomor: 443.1/1532/BPBD tentang Pelaksanaan PPKM Level 3 Covid-19 di Wilayah Kabupaten Majalengka.

“Aktivitas/kegiatan pada fasilitas umum (area public, taman umum/alun-alun, tempat wisata umum/wisata ziarah/obyek daya tarik wisata alam maupun buatan, pasar kaget desa, atau area publik lainnya) ditutup sementara,” kata Bupati Majalengka Karna, seperti dikutip dalam surat edarannya itu.

Berdasarkan surat edaran tersebut yang menyebut, berlaku efektif sejak 5-18 Oktober 2021, maka pihak Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Majalengka langsung menindaklanjuti arahan tersebut.

“Ditutup sementara,” ujar Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah II Majalengka, Jaja Suharja Senjaga, Kamis (7/10).

Walhasil, kini, aktivitas/kegiatan untuk wisata ziarah/obyek daya tarik wisata alam di lingkup kerja mereka ditutup sementara waktu dan dibuka kembali sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Terkait penutupan tersebut, sambungnya, pihaknya mengimbau agar para pengelola obyek daya tarik wisata alam di lingkup Seksi PTN Wilyah II Majalengka untuk membersihkan fasilitas wisata yang dikelolanya masing-masing. Mereka juga diminta untuk melengkapi peralatan penunjang protokol kesehatan.

Apakah erat hubungannya dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 2021 tentang penerapan pelaksanaan PPKM Level 4, Level 3, Level 2 dan Level 1 Covid-19 di Wilayah Jawa-Bali, Majalengka semula level 2, saat sekarang naik menjadi level 3?

Mengomentari hal itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majalengka, Agus Susanto, menolak surat edaran dari Bupati Majalengka berhubungan dengan lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Majalengka.

Dia menilai, ini lebih kepada kriteria cakupan vaksinasi Covid-19, ”Kasus terkonfirmasi di Kabupaten Majalengka masih terkendali. Penetapan level itu dari cakupan vaksinasi,” ungkap Agus.

Pernyataan Agus sembari merinci, hingga Rabu (6/10), realisasi vaksinasi dosis satu di Kabupaten Majalengka sudah mencapai 292.599 dosis (27,92 persen), realisasi vaksinasi dosis dua sebanyak 155.171 dosis (14,81 persen) dan realisasi dosis tiga 1.954 dosis (0,19 persen).

Setelah menerangkan secara detail jumlah data terkait vaksinasi, berlanjut kepada kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Majalengka.

Lebih lanjut, kata Agus meyakinkan, pada Rabu (6/10), terdapat penambahan lima kasus baru. Dengan penambahan tersebut, maka total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 11.530 kasus.

‘’Kami berharap, masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas dan mengikuti vaksinasi Covid-19,’’ imbau Agus.