Disparekraf DKI Sosialisasikan Aplikasi PeduliLindungi ke Restoran Hingga Kafe

APLIKASI PEDULILINDUNGI,BERITA DINAS PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF DKI,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARWISATA INDONESIA,PLT. KEPALA DISPAREKRAF DKI GUMILAR EKALAYA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Pengunjung mengakses aplikasi pedulilindungi sebelum memasuki kawasan Mbloc Space, Jakarta / Foto: ANTARA/Fauzan

PariwisataIndonesia.ID – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI melakukan sosialisasi aplikasi PeduliLindungi kepada restoran, rumah makan, dan kafe yang memiliki bangunan sendiri atau tidak di dalam mall pada Senin (6/9/2021).

Plt. Kepala Disparekraf DKI, Gumilar Ekalaya menjelaskan penggunaan aplikasi PeduliLindungi berlaku bagi karyawan dan pengunjung.

“Setiap tamu dan karyawan wajib menggunakan barcode melalui aplikasi PeduliLindungi sebagai salah satu syarat untuk makan masuk kerja di restoran, rumah makan, dan kafe, kata Gumilar melalui keterangan tertulisnya, Selasa (7/9/2021).

Bagi yang belum memiliki barcode PeduliLindungi dapat mendaftarkan melalui website www.phrionline.com.

Kemudian Gumilar juga mengimbau agar pelaku usaha membuat asosiasi untuk mewadahi pelaku usaha pariwisata yang bergerak dalam bidang restoran, rumah makan, dan kafe. Hal ini bertujuan untuk memudahkan sosialisasi peraturan permerintah terkait dengan restoran, rumah makan, dan kafe.

Gumilar turut meminta pemilik usaha restoran, rumah makan, dan kafe untuk dapat memastikan Pemerintah dan menjalankan usaha sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan.

“Seperti mematuhi jam operasional, membatasi kapasitas maksimal 25% untuk restoran, rumah makan, dan kafe di ruang tertutup dan berdiri sendiri. Uji coba pembukaan ini jangan sampai menjadi euforia, sehingga memperhatikan protokol kesehatan,” terangnya.

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri No. 38 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Serta tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta No. 546 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 Corona Virus Disease 2019 Pada Sektor Usaha Pariwisata. (B3b3n)