Mengenal Tren Wisata Saat Pandemi “Staycation, Road Trip dan Alam”

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya memberikan apresiasi program promosi pariwisata dengan inovasi berbasis teknologi yang dijalankan Traveloka. Hal tersebut sejalan dengan kampanye yang dilakukan Kemenparekraf, yaitu InDOnesia CARE/I DO CARE. Seperti apa beritanya, dibaca dong.
Berita Kemenparekraf, Berita Traveloka, Bisnis Traveloka, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya, Nia Niscaya, Vice President (VP) Marketing Accommodation Traveloka Shirley Lesmana, Berita Pariwisata, Pariwisata, Website Pariwisata Indonesia, Pariwisata Indonesia, Warta Wisata, Situs Pariwisata Indonesia, Situs Pariwisata, pariwisata di Indonesia, Media Pariwisata, Tren Wisata Saat Pandemi, Media PVK Group
Foto: @pullmanjakartaindo

PariwisataIndonesia.id – Bisnis perusahaan Traveloka adalah salah satu perusahaan rintisan (startup) berstatus unicorn asal Indonesia yang berhasil mengembangkan layanannya pada pemesanan tiket kereta api, bus, penyewaan mobil, hingga aktivitas wisata.

Traveloka juga menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara daring dengan memfokuskan pada perjalanan domestik di Indonesia. Perusahaan ini berdiri pada tahun 2012 oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang.

Tahun 2015, Traveloka mulai mengepakkan sayap dengan menjelajah ke sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina.

Semula Traveloka berkonsep mirip mesin pencari yang berfungsi untuk membandingkan harga tiket pesawat dari berbagai situs lain. Mulai tahun 2013 Traveloka mentransformasi sebagai situs reservasi tiket pesawat di mana pengguna dapat melakukan pemesanan di situs resmi Traveloka.

Kemudian di bulan Maret 2014, Ferry Unardi memantapkan diri, Traveloka segera masuk ke bisnis reservasi kamar hotel. Selanjutnya, bulan Juli 2014, Traveloka kembali membuat inovasi memanjakan penggunannya dengan melengkapai jasa pemesanan hotel yang tersedia luas hingga mancanegara.

Bisnis ini, munculnya saat Ferry Unardi selaku salah satu founder yang kerap mengalami kesulitan dalam pemesanan pesawat, terutama disaat dia ingin pulang ke Padang, Indonesia, dari Amerika Serikat.

Apa kata Traveloka, tren liburan saat pandemi ini?

Katanya, Wisata staycation dan road trip menjadi favorit para pemburu diskon di program promosi Traveloka Epic Sale pada awal November lalu.

Kawasan kota tujuan populer staycation dan roadtrip seperti Jakarta, Puncak, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Malang dan Surabaya memiliki peminat yang tinggi. Minat tersebut didasari pilihan wisatawan lokal yang mengedepankan keindahan alam. Menurut Traveloka mengacu tingginya tren pemesanan tujuan Bali, Labuan Bajo, Lombok dan Banyuwangi.

Traveloka mengungkapkan destinasi lokal populer lainnya juga terlihat dari minat para pengguna terhadap tempat wisata, hiburan hingga kesehatan dan kecantikan di Jakarta, Surabaya, Bogor dan wilayah Jawa Barat lainnya.

Selama periode Traveloka Epic Sale 2020 yang menggandeng lebih dari 10.500 mitra, Bali merupakan destinasi dengan pertumbuhan permintaan paling tinggi untuk produk hotel, sebanyak 42 kali dibandingkan periode pandemi.

Selama masa promosi, traffic pengguna di platform juga meningkat mencapai 5,8 juta kunjungan, yakni 2,5 kali lipat dibandingkan traffic selama periode pandemi. Rekor transaksi pun meningkat hingga 13 kali lipat transaksi untuk unit bisnis akomodasi.

Tahun ini, Traveloka juga menawarkan promosi lewat live streaming yang disaksikan 3,8 juta penonton, 2,5 kali lipat lebih besar dibandingkan live streaming biasanya sepanjang Mei hingga Oktober 2020.

Vice President (VP) Marketing Accommodation Traveloka, Shirley Lesmana mengatakan, “Kami optimistis dengan adanya inovasi dan kolaborasi dengan pihak pemerintah dan para pelaku industri terkait yaitu para mitra kami merupakan kunci agar industri pariwisata dapat cepat pulih dari dampak pandemi Covid-19,” tuturnya.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya mengatakan pihaknya mengapresiasi program promosi pariwisata dengan inovasi berbasis teknologi yang dijalankan Traveloka. Hal tersebut sejalan dengan kampanye yang dilakukan Kemenparekraf, yaitu InDOnesia CARE/ I DO CARE.

Berita Kemenparekraf, Berita Traveloka, Bisnis Traveloka, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya, Nia Niscaya, Vice President (VP) Marketing Accommodation Traveloka Shirley Lesmana, Berita Pariwisata, Pariwisata, Website Pariwisata Indonesia, Pariwisata Indonesia, Warta Wisata, Situs Pariwisata Indonesia, Situs Pariwisata, pariwisata di Indonesia, Media Pariwisata, Tren Wisata Saat Pandemi, Media PVK Group
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya

Kampanye tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh industri pariwisata telah melaksanakan protokol-protokol kebersihan, kesehatan, keamanan dan lingkungan lestari (CHSE) di seluruh alur perjalanan wisatawan di destinasi.

Katanya, “Gerakan ini diharapkan dapat kembali meningkatkan pemulihan perekonomian nasional melalui konsumsi sektor pariwisata,” sebut VP Marketing Accommodation Traveloka.