Pemprov Bali Apresiasi Penyerahan Santunan Jasa Raharja Bagi Korban Kapal Yunicee

UMI KALSUM FOUNDER DAN CEO MEDIA PVK GROUP,BERITA COK ACE,BERITA KMP YUNICEE,DIREKTUR OPERASIONAL PT. JASA RAHARJA CABANG BALI DEWI ARYANI SUZANA,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,PEMERINTAH PROVINSI BALI,PEMPROV BALI APRESIASI PENYERAHAN SANTUNAN JASA RAHARJA BAGI KORBAN KAPAL YUNICEE
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati Serahkan Simbolis Santunan Jasa Raharja Bagi Korban Kapal Yunicee (Foto: Istimewa)

PariwisataIndonesia.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas penyerahan santunan oleh PT. Jasa Raharja dan PT. Jasa Raharja Putera kepada keluarga korban yang mengalami musibah tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Yunicee, pada Selasa 29 Juni 2021.

Dalam keterangan tertulisnya, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyebutkan, musibah tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WITA di wilayah perairan pelabuhan Gilimanuk. Saat akan bersandar pada jarak 200-300 meter, kapal terbalik dan tenggelam.

“Ini merupakan musibah yang tidak bisa kita tebak, dan pada saat tersebut memang sedang ramai-ramainya yang menyebrang ke Ketapang karena ada upacara di Pura Semeru, tapi semoga dengan musibah ini juga memberikan kita suatu pelajaran baik bagi pengelola kapal maupun penumpang sendiri agar lebih waspada,” kata Wagub Bali yang akrab dipanggil Cok Ace, kutip Redaksi Pariwisata Indonesia, Rabu (4/8).

Terkait hal tersebut, dirinya menyampaikan rasa belasungkawa, juga berharap para keluarga korban diberikan ketabahan seraya menyerahkan secara simbolis santunan bagi ahli waris korban kapal Yunicee.

Pada kesempatan itu, diserahterimakan dari PT. Jasa Raharja dan PT. Jasa Raharja Putera kepada para ahli waris yang bertempat di ruang rapat Praja Sabha Kantor Gubernur Bali-Denpasar pada Rabu (4/8).

Didukung PT. Jasa Raharja Cabang Bali, Cok Ace juga memberikan sejumlah paket sembako bagi para pelaku transportasi angkutan umum yang terdampak Covid 19 di Provinsi Bali.

“Semoga dengan adanya santunan ini dapat bermanfaat bagi keluarga korban dan korban yang masih sakit semoga cepat dipulihkan dan dapat beraktifitas sebagaimana mestinya,” harapnya.

Sementara, Direktur Operasional PT. Jasa Raharja Cabang Bali Dewi Aryani Suzana mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang seluas-luasnya kepada stakeholders dan semua pihak yang telah membantu dalam penanganan kejadian tersebut.

Untuk itu, pihaknya mengatakan, penyerahan santunan secara simbolis ini sekaligus menjadi bentuk empati dan momen silaturahmi kepada keluarga penumpang KMP Yunicee.

Dewi mengakui, penyerahan santunan bagi para penumpang bisa terselenggara dengan sukses berkat koordinasi dan sinergi yang baik. Dilaporkannya, data semua korban terdapat 27 orang dengan total santunan meninggal dunia sebesar Rp. 862 juta.

Berikutnya, telah diproses sebanyak 20 Penumpang. Dalam paparannya, korban meninggal dunia dan yang terluka datanya diperoleh dari kesesuaian alamat tinggal di KTP. Disimpulkannya, korban Kapal Yunicee berasal dari 6 kota, antara lain:

Surabaya (1 orang), Banyuwangi (7 orang), Denpasar (5 orang), Singaraja (5 orang), Pamekasan (1 orang), dan Tasikmalaya (1 orang). Selain itu, jaminan biaya perawatan bagi penumpang yang mengalami luka-luka sebanyak 7 Penumpang.

“PT Jasa Raharja sebagai Member of Indonesia Financial Group (IFG) senantiasa berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, mudah, cepat dan tepat sebagai wujud Negara hadir bagi korban kecelakaan alat angkutan umum dan kecelakaan Lalu Lintas Jalan,” ujar Dewi.

Di akhir penjelasannya, Dewi menerangkan bahwa sesuai ketentuan akibat kecelakaan alat angkutan umum, maka setiap korban meninggal dunia memperoleh santunan sebagai bentuk Perlindungan Dasar Pemerintah sebesar Rp.50 juta rupiah.

Selanjutnya, bagi korban luka-luka di rumah sakit diberikan penjaminan biaya rawatan secara overbooking sampai dengan Rp. 20 Juta Rupiah.

Kemudian, untuk korban yang tanpa ahli waris diserahkan santunan biaya penguburan sebesar Rp. 4 Juta. Untuk besarannya, disesuaikan Peraturan Menteri Keuangan RI No.15 Tahun 2017.

Dalam penelusuran redaksi Pariwisata Indonesia, mencatat KMP Yunicee memiliki panjang 56,6 meter dan lebar 8,6 meter adalah salah satu kapal feri tipe Ro-Ro yang melayani rute penyeberangan Gilimanuk-Ketapang.

Musibah tersebut sampai bisa terjadi, diduga, akibat mesin kapalnya mati, ditambah lagi saat yang sama arus air begitu besar.

Di kala peristiwa itu terjadi, kapal buatan tahun 1992 tengah mengangkut 13 ABK, 2 penjaga kantin dan 41 penumpang. Tercatat, KMP Yunicee milik PT. Surya Timur Line. (Eny Pr)