Pengamat: Pemerintah Ingin Jelaskan tentang Indonesia ke Luar dari Versi Subjektivitas Pemerintah via Sea Today

Dalam bincang santai, pria berzodiak Aries ini sangat mengapresiasi dan mendukung langkah Telkom Group berfokus pada core bisnis. Strategi bisnis Telkom, cermat dan cerdas dalam menangkap peluang. Nara sumber satu ini berbeda dan spesial dalam pemikiran, tanggapi dingin peluncuran Sea Today. Headline utama PariwisataIndonesia.id makin seru. Mau tau prinsip teguh dari pengamat Nurzaman Mochtar, praktisi sekaligus Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Periode 2018-2023. Simak ulasan lengkapnya!
Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Wishnutama Kusubandio, Presiden Direktur Telkom Ririek Adriansyah, Presiden Joko Widodo, Ayo Nonton Sea Today, Sea Today Anak Perusahaan Telkom, Kanal Berita SEA Today Berita Sea Today, Telkom Luncurkan Saluran Berita Sea Today, Sea Today News, Sea Today Kepanjangan Dari Southeast Asia Today, Welcome Sea Today News, Sea Today News Tayang Perdana 28 Oktober 2020, Nurzaman Mochtar, PWI Pusat, Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Berita Pariwisata Indonesia, Media PVK, kanal pariwisata indonesia favorit, situs pariwisata favorit, situs online pariwisata indonesia, pariwisata di indonesia, pariwisata si tanah air, situs online pariwisata indonesia terfavorit, berita kemenparekraf,, Umi Kalsum Founder PVK dan CEO & Founder Mediak PVK 
Nurzaman Mochtar Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat Periode 2018-2023

Redaksi PariwisataIndonesia.id, menyambut hangat dan memberikan apresiasi Sea Today(Southeast Asia Today) sukses mengudara. Guna mendukung bisnis Telkom Group, redaksi menghadirkan headline utama dalam liputan khusus PariwisataIndonesia.id., mewawancara orang orang berkompeten dan dikenal luas di jagat pertelevisian. Dia adalah pengamat senior Nurzaman Mochtar praktisi yang dipercaya menjadi Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Periode 2018-2023.

Baca Juga:  Tolong Dibantu ya, Simsalabim ProkProk Jadi Apa? Tercipta Sea Today, Horee!

Satu lagi, redaksi menghadirkan mantan pemimpin redaksi tv SCTV, Indosiar, Liputan6.com dan partner Karni Ilyas sebagai wakil pemimpin redaksi TvOne. Pernah juga sebagai Ketua Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred) dan segudang jabatan lain sebagai jurnalis senior yang lama malang melintang di dunia pertelevisian. Sosoknya cerdas bersahaja dengan segudang pengalaman.

Semula redaksi mewawancara Ketua Umum PWI Atal Sembiring Depari menanyakan sikap PWI terkait Sea Today karya anak bangsa sukses mengudara. Namun sang Ketua memberi masukan, sebagaimana disampaikan Wina selaku Sekretaris PWI. Redaksi diminta untuk menghubungi Nurzaman Mochtar pengurus PWI Ketua Bidang Pendidikan. Wina memberi alasan, Nurzaman berkompeten menjawab semua itu, dia dari orang tv.

Baca Juga:  Pengamat: Sea Today Layak Didukung

Baca Juga:  Maestro Fotografi: Sea Today Masa Depan Televisi

Dalam bincang santai, pria berzodiak Aries ini sangat mengapresiasi dan mendukung langkah Telkom Group berfokus pada core bisnis. Strategi bisnis PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk., cermat dan cerdas dalam menangkap peluang.

Nurzaman mengakui belum mengenal banyak kehadiran tv ini, dia menebak Sea Today akan berkonsep serupa dengan platform digital berbayar First Media melalui saluran Berita Satu. Bisa juga tv digital bernama Sea Today, jika di Amerika ada VOA dan di negara Inggris BBC.

“Sebenarnya saya belum tahu persis sejenis apa tv ini, media apa dan seperti apa Sea Today? Konsep dari program tv digital Sea Today besar kemungkinan akan serupa VOA dan BBC,” ujarnya saat bincang santai kepada redaksi PariwisataIndonesia.id, di Jakarta, 5 November 2020.

Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Wishnutama Kusubandio, Presiden Direktur Telkom Ririek Adriansyah, Presiden Joko Widodo, Ayo Nonton Sea Today, Sea Today Anak Perusahaan Telkom, Kanal Berita SEA Today Berita Sea Today, Telkom Luncurkan Saluran Berita Sea Today, Sea Today News, Sea Today Kepanjangan Dari Southeast Asia Today, Welcome Sea Today News, Sea Today News Tayang Perdana 28 Oktober 2020, Nurzaman Mochtar, PWI Pusat, Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Berita Pariwisata Indonesia, Media PVK, kanal pariwisata indonesia favorit, situs pariwisata favorit, situs online pariwisata indonesia, pariwisata di indonesia, pariwisata si tanah air, situs online pariwisata indonesia terfavorit, berita kemenparekraf, Umi Kalsum Founder PVK dan CEO & Founder Mediak PVK 
Foto: Nurzaman Mochtar Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat Periode 2018-2023 (Kiri) dan Umi Kalsum Founder dan CEO PVK & Founder Media PVK Group (Kanan)

Katanya lagi, pemerintah belum memiliki platform atau tidak memiliki saluran informasi dalam menyuarakan potensi-potensi yang ada di republik ini, menayangkan kesuksesan Kepala Negara selama menjabat. Mengabarkan hal-hal baik tentang Indonesia, beritanya disiarkan ke manca negara.

Sejatinya, pemerintah mendorong RRI, Antara dan TVRI. Mereka cukup lama terjun dalam bidangnya dan memiliki pengalaman. Ketiga entitas itu yang didorong. TVRI sendiri memiliki siaran digital lewat program TVRI World secara bilingual. Begitu juga RRI yang jika siaran, penyiar mereka bisa ditonton secara visual, apalagi Antara.

Baca Juga:  Satu Lagi Saluran TV Digital Hadir Warnai Jagat Pertelevisian Indonesia, Welcome Sea Today

Sayangnya, ketiga lembaga tersebut belum bersinergi. Kelak semua platform digital mendekatkan diri dan melakukan konvergensi. Namun mereka berjalan pada platform masing-masing dan Nurzaman memandang tidak efisien. Pemerintah memiliki political will, membangun semacam holding mensinergikan tiga entitas tersebut, sayangnya momentum itu tidak digunakan.

Secara umum, Nurzaman merasa pemerintah butuh sebuah kanal untuk menjelaskan ke luar bahwa ini loh Indonesia. Dalam menyiarkan hal-hal berkaitan potensi Indonesia tidak membutuhkan platform orang. Problemnya, platform yang khusus menjelaskan tentang Indonesia, sikap Indonesia dalam arti Indonesia subjektif versi pemerintah tidak ada.

Baca Juga:  Pengamat: Sea Today Promosikan Indonesia ke Manca Negara, Mari Didukung

Saat ini, pemerintah tengah membutuhkan penyiaran ke luar Indonesia, jika pemerintah sekarang begini loh. Sikapnya tentang A begini, dan menyiarkan keberhasilan yang dicapai Kepala Negara tentang B, C, D, dstnya. Saluran khusus menerangkan itu, tidak ada.

Dalam bincang santai ini, terjadi kesalahpahaman. Redaksi memutuskan untuk meluruskan peluncuran Sea Today mengutip dari laman Kemenparekraf, pada Rabu(28/10) yang lalu, “SEA Today bisa menjadi sarana mempromosikan Indonesia (terutama) pariwisata dan ekonomi kreatifnya dengan cara yang kekinian,” tutur Menteri Wishnutama dalam acara soft launching SEA Today di Gedung STO Telkom, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2020).

Menteri Wishnutama mengatakan, saluran televisi berita SEA Today diharapkan mampu memberitakan dan mempromosikan sektor Parekraf di Indonesia dengan format kekinian ke masyarakat di kawasan asia tenggara dan juga dunia internasional.

“Diharapkan kanal ini dapat menjadi perpanjangan informasi mengenai potensi alam, budaya, dan ekonomi kreatif yang dapat menarik minat wisatawan hingga investor asing. Tantangannya ke depan adalah bagaimana kita mengemas materi tersebut menjadi konten menarik untuk disampaikan,” ujarnya menambahkan.

Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Wishnutama Kusubandio, Presiden Direktur Telkom Ririek Adriansyah, Presiden Joko Widodo, Ayo Nonton Sea Today, Sea Today Anak Perusahaan Telkom, Kanal Berita SEA Today Berita Sea Today, Telkom Luncurkan Saluran Berita Sea Today, Sea Today News, Sea Today Kepanjangan Dari Southeast Asia Today, Welcome Sea Today News, Sea Today News Tayang Perdana 28 Oktober 2020, Nurzaman Mochtar, PWI Pusat, Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Berita Pariwisata Indonesia, Media PVK, kanal pariwisata indonesia favorit, situs pariwisata favorit, situs online pariwisata indonesia, pariwisata di indonesia, pariwisata si tanah air, situs online pariwisata indonesia terfavorit, berita kemenparekraf, Umi Kalsum Founder PVK dan CEO & Founder Mediak PVK 
Foto: Nurzaman Mochtar Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat Periode 2018-2023 (Kiri) dan Umi Kalsum Founder dan CEO PVK & Founder Media PVK Group (Kanan)

Perpedaan sudut pandang tidak mungkin bisa dipaksakan satu sama lain, bincang ini mengarah pada persepsi berseberangan. Redaksi menyela dan bertanya lagi mengalihkan topik, apakah saluran tv digital ini sudah tepat. Nurzaman memberikan pandangan, bukan soal tepat atau tidak pas. Juga bukan soal dibutuhkan atau tidak. Jawaban ini kembali kepada stakeholder. Siapa stakeholder Sea Today? Kementerian BUMN, Kemenparekraf, Telkom Group atau Kepala Negara? Negara terkesan membiarkan potensi “sleeping giant” bahkan oleh pemerintah malah membangun kanal sendiri.

Eranya sekarang serba digital, kuncinya bukan lagi di konten. Sebab konten bisa belanja dimana-mana tapi bagaimana mengumpulkan crowd-nya itu. Nurzaman berusaha menjelaskan pemikirannya itu dengan mengatakan, “Sekarang ini, content is the king is the past. Mengatakan konten adalah raja, itu masa lalu. Saat ini dan ke depan, bukan soal konten lagi tapi aggregator is king kong,” jelasnya.

Redaksi kembali mendesak menanyakan, harapan pengamat kepada peluncuran Sea Today ini.

Redaksi menanyakan serius namun jawaban yang redaksi dapatkan filosofi penuh makna, “Harapan? Perlukah, ndak usahlah. Tetapi begini saja. Saat era digital hadir dan keran tersebut dibuka luas semakin banyak pemain baru hadir dan membanjiri. Berikutnya media digital menghadapi The equilibrium curve. Dan apakah barang ini akan masuk ke persaingan itu? Kita belum tahu dan tak bisa menebak-nebak,” katanya meyakinkan.

Nurzaman menduga, pemerintah ingin menjelaskan tentang Indonesia ke luar dari versi subjektivitas pemerintah melalui Sea Today. Seharusnya ketiga entitas pelat merah tadi dimaksimalkan. Sayangnya terlihat tidak berjalan seperti penjelasan di awal. Sementara hubungan dan komunikasi Antara dengan dunia internasional terjalin bagus.

Lembaga Kantor Berita Nasional Antara(Antara) sarana yang paling tepat ditambah lagi fungsi atase luar negeri perlu digalakkan. Berikutnya peran Kedutaan besar Republik Indonesia harus pandai menjalin diplomasi dan dipaksa menyebarkan konten-konten pemerintah ke luar.

Nurzaman menutup bincang dan redaksi date lock, tepot jidat. Katanya, sempat ramai dibincangkan penggabungan tiga entitas tadi, diskusi-diskusi seperti ini pernah mengemuka. Kehadiran Sea Today memberi sudut pandang tersendiri, pesan tersirat bahwa ketiga lembaga tersebut belum dipandang pas dan maksimal suarakan versi pemerintah. Dan ini bukan baru.

Diakhir perbincangan, Nurzaman Mochtar selaku pengamat mengatakan bijak. Langkah yang diambil pemerintah syah-syah saja. Dan ia juga mengancungi jempol strategi bisnis Telkom Group dalam menggenjot profit.