Posko Nataru Resmi Ditutup, Menhub: Penumpang Angkutan Nataru 2021, Jumlahnya Turun

“Tahun ini terjadi penurunan jumlah penumpang angkutan di semua moda transportasi. Ini yang kita kehendaki. Di satu sisi memang banyak masyarakat yang tidak berpergian dan pulang kampung. Kami juga sudah sampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap di rumah. Hal ini sesuai arahan dari Presiden untuk mengawal ketat protokol kesehatan di masa libur Nataru,” kata Menhub Budi Karya Sumadi.
HALO INDONESIA, INDONESIA EXPLORE, INDONESIA EXPOSE, INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE, INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE, INDONESIAN TOURISM WEBSITE, KANTOR MEDIA PVK GROUP, MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,MEDIA PVK GRUP,MENTERI PERHUBUNGAN (MENHUB) BUDI KARYA SUMADI,PARIWISATA INDONESIA, PENUMPANG ANGKUTAN NATARU 2020/21 JUMLAHNYA TURUN,POSKO NATARU RESMI DITUTUP,SITUS PARIWISATA INDONESIA, SITUS PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020, SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA, WEBSITE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT,WEBSITE PARIWISATA TERFAVORIT,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA, Umi Kalsum Founder PVK Grup
Foto : Menhub Budi Karya Sumadi / Dok.Dephub.go.id

PariwisataIndonesia.id – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi resmi menutup Pos Koordinasi (Posko) Tingkat Nasional Angkutan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 yang digelar secara virtual di kantor Kementerian Perhubungan di Jakarta, pada hari Selasa (5/1) kemarin,

Dalam sambutannya, Menhub menyampaikan hasil pemantauan penyelenggaraan Angkutan Nataru selama Posko berlangsung semenjak 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

“Tahun ini terjadi penurunan jumlah penumpang angkutan di semua moda transportasi. Ini yang kita kehendaki. Di satu sisi memang banyak masyarakat yang tidak berpergian dan pulang kampung. Kami juga sudah sampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap di rumah. Hal ini sesuai arahan dari Presiden untuk mengawal ketat protokol kesehatan di masa libur Nataru,” kata Menhub.

Kemenhub merinci berdasarkan data yang dihimpun dari Posko Nataru dari 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021 (H-7 -. H+9), prosentase dan jumlah penumpang mengalami penurunan jika dibandingkan angkutan Nataru tahun lalu.

Catatan Menhub menjelaskan, pada angkutan bus jumlah penumpang sebesar 59,87% yaitu dari semula 2.127.971 penumpang menjadi 853.970 penumpang. Lalu, untuk angkutan penyeberangan sebesar 47,87% yaitu dari semula 3.063.561 penumpang, menjadi 1.596.915 penumpang.

Berikutnya, untuk angkutan udara sebesar 42,30% dari semula 3.602.821 penumpang menjadi 2.078.764 penumpang. Sementara, untuk angkutan laut sebesar 62,80% dari semula 1.380.422 penumpang merosot menjadi 513.503 penumpang.

Lalu untuk angkutan kereta api sebesar 83,83% dari yang semula 3.495.773 penumpang menjadi 565.414 penumpang.

“Penurunan jumlah penumpang ini bukan berarti prestasi dari sektor transportasi menurun, tetapi ini merupakan bentuk kesadaran dari masyarakat untuk tidak bepergian dan tetap menjaga prokes. Kami mengapresiasi kesadaran dari masyarakat,” ucap Menhub.

Lebih lanjut Menhub menyampaikan, untuk mencegah penularan Covid-19 di sektor transportasi, Kemenhub telah menindaklanjuti Surat Edaran dari Satgas Penanganan Covid-19 dengan memberlakukan sejumlah aturan yang ketat terkait prokes, seperti, kewajiban melakukan rapid test antigen maupun PCR Test di beberapa daerah. Tujuannya, melakukan pengecekan rapid tes antigen secara acak di simpul-simpul transportasi.

“Kami bersama stakeholder transportasi telah melakukan pengawasan persyaratan rapid test antigen secara intensif di sektor udara dan kereta api, serta secara acak kami lakukan juga pengetesan Rapid Test Antigen di darat dan laut,” ujar Menhub.

Menhub menyampaikan apresiasi kepada Korlantas Polri yang berupaya menjaga kelancaran arus lalu lintas dengan melakuakn rekayasa lalu lintas seperti sistem One Way, contraflow di sejumlah ruas tol.

Menhub juga mengapresiasi penurunan jumlah angka kecelakaan lalu lintas yang signifikan pada angkutan Nataru tahun ini. Kemudian Menhub menyampaikan apresiasi, kepada seluruh petugas dari jajarannya serta dari seluruh stakeholder yang telah melaksanakan tugas pengawasan, pemantauan, dan sosialisasi dengan baik.

Seperti, Kemenkes, Kominfo, BMKG, KNKT, Basarnas, TNI, Polri, Dinas Perhubungan di seluruh Indonesia, Jasa Marga, Jasa Raharja, Operator Transportasi, Organisasi kemasyarakatan, dan instansi terkait lainnya, yang telah bersama-sama mengawal kelancaran penyelenggaraan angkutan Nataru.

Menhub berpesan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan evaluasi bersama agar penyelenggaraan sektor transportasi dapat berjalan lebih baik lagi kedepannya.

“Kita berhasil menyelesaikan tugas yang tidak ringan, di mana tahun 2020 tantangannya luar biasa. Karena kita tidak hanya bertugas memastikan keselamatan dan keamanan transportasi, tetapi juga aspek kesehatan, untuk memastikan penerapan protokol kesehatan berjalan dengan baik dan konsisten. Kami akan melakukan evaluasi agar penyelenggaraan angkutan Nataru tahun depan lebih baik lagi, ” tutur Menhub.