Restoran Dilarang Buka Siang Hari, Jubir Kemenag: Ini Berlebihan

Nekat buka saat melaksanakan puasa Ramadhan? Awas! "Kok bisa begitu? ..."
10 SITUS ONLINE PARIWISATA INDONESIA,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,PEMILIK SITUS ONLINE PARIWISATA INDONESIA ADALAH UMI KALSUM FOUNDER DAN CEO PVK GRUP,PEMILIK WEBSITE PARIWISATA INDONESIA UMI KALSUM SELAKU FOUNDER DAN CEO PVK GRUP,RESTORAN DILARANG BUKA SIANG HARI - JUBIR KEMENAG: INI BERLEBIHAN,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,UMI KALSUM FOUNDER DAN CEO PVK GRUP,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Juru Bicara Kementerian Agama Abdul Rochman (Foto: Dok.TIMES Indonesia)

PariwisataIndonesia.id – Menurut Juru Bicara Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Rochman, kebijakan Pemerintah Kota Serang, Banten yang melarang restoran, rumah makan, warung nasi, dan kafe berjualan di siang hari selama Ramadan, katanya, ini berlebihan.

Dalam keterangannya menyebutkan, kebijakan dinilai membatasi akses sosial masyarakat dalam bekerja atau berusaha, apalagi keberadaan rumah makan di siang hari juga dibutuhkan bagi umat yang tidak berkewajiban menjalankan puasa.

“Kebijakan ini tidak sesuai dengan prinsip moderasi dalam mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang, dan cenderung berlebih-lebihan,” kata Jubir Kemenag dalam keterangan di Jakarta, Kamis (15/4) Sore.

Dia pun menekankan agar larangan berjualan yang tertuang tersebut diskriminatif dan melanggar hak asasi manusia terutama bagi orang atau umat yang tidak berkewajiban menjalankan puasa Ramadan, aktivitas pekerjaan jual beli dan berusaha.

Sebelumnya, beredar kabar telah terbit surat imbauan bersama bernomor 451.13/335-Kesra/2021 tentang “Peribadatan Bulan Ramadhan dan Idul Fitri” yang mengatur bahwa restoran dan sejenisnya tutup pada pukul 04.30 WIB hingga 16.00 WIB.

Menjawab itu, Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang Tb Hasanudin mengatakan, jika ada pengelola restoran, rumah makan dan kafe yang nekat beroperasi pada saat waktu yang dilarang, maka bisa terancam sanksi berupa hukuman 3 bulan penjara.

Petugas Satpol PP Kota Serang tempel maklumat, Rabu 14/4/2021. (Foto Situs Online Kompas/Rasyid Ridho)

Selain itu, katanya, pengelola restoran dan yang lainnya bisa terkena denda maksimal Rp 50 juta.

“Bilamana masih melaksanakan, masih buka, masih melayani di siang hari, maka itu akan dikenakan sanksi. Sanksinya pidana bisa berbentuk sanksi kurangan badan lebih kurang 3 bulan dan sanksi uang maksimal Rp 50 juta,” kata Tb Hasanudin kepada wartawan usai melakukan pengawasan, Rabu (14/4) lalu.

Secara hukum, lanjut Abdul, imbauan bersama tersebut sangat bertentangan dengan peraturan di atasnya, yakni bertentangan dengan UU No 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia.

“Saya harap ini bisa ditinjau ulang. Semua pihak harus bisa mengedepankan sikap saling menghormati. Bagi mereka yang tidak berpuasa, diharapkan juga bisa menghormati yang sedang menjalankan ibadah puasa,” kata Adung, yang juga Staf Khusus Menteri Agama.

“Sebaliknya, mereka yang berpuasa agar bisa menahan diri dan tetap bersabar dalam menjalani ibadah puasanya,” terangnya.

Diketahui, Pemerintah Kota Serang, Banten, melarang berjualan pada siang hari selama bulan Ramadan bagi restoran, rumah makan, warung nasi, dan kafe maupun turunannya, kini tuai protes dari Masyarakat karena dianggap melanggar hak asasi manusia.

Menurut Sobat Pariwisata Indonesia, kebijakan ini benarkah bijaksana?

Kunjungi website kemenag.go.id untuk informasi tentang, “Jubir Kemenag: Larangan Restoran Buka Siang Hari Berlebihan”.