Samudra Raksa: Gerbang Viral Menuju Borobudur

Gerbang Samudra Raksa dibangun oleh Kementerian PUPR dalam semangat Presiden Jokowi untuk #IndonesiaMaju. Diharapkan menjadi ikon baru pariwisata DIY saat wisatawan dari Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) menuju ke tempat-tempat wisata yang ada di Jogja.
Foto: travelandword.com

PariwisataIndonesia.id – Berwisata ke Yogyakarta rasanya kurang pas jika tidak mampir untuk menikmati kegagahan Borobudur. Jika berwisata untuk berfoto dan merasakan suasanya budaya Jawa pada bangunan candi tentu sudah biasa.

Kini, kamu bisa menambah pengalaman baru saat berwisata ke Borobudur, sebab kini Kementerian PUPR bersama Pemerintah Kulon Progo telah membangun rest area yang menjadi gerbang masuk perjalanan menuju Candi Borobudur.

Dari data yang dihimpun oleh redaksi Pariwisata Indonesia, gerbang tersebut berlatar kapal bercadik Samudra Raksa. Lokasi persisnya berada di Klangon, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo.

Gerbang Samudra Raksa dibangun oleh Kementerian PUPR yang diharapkan menjadi ikon baru pariwisata DIY saat wisatawan dari Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) menuju ke tempat-tempat wisata yang ada di Jogja.

Gerbang Samudra Raksa berada di sisi kanan jalan jika dari arah Kulon Progo. Kawasannya dilengkapi rest area, serta kios-kios makanan, suvenir, dan UMKM. Pada bagian sisi sebelah kanan, tertulis ‘Selamat Datang di Kawasan Borobudur’.

Ada 3 pintu gerbang masuk kawasan wisata Borobudur yang dibangun lagi selain Gerbang Samudra Raksa. Gerbang itu adalah Gerbang Singa, Gerbang Kalpataru dan Gerbang Gajah.

Gerbang Singa dibangun di Palbapang Mungkid. Gerbang itu merupakan pintu masuk bagi wisatawan yang berasal dari arah Yogyakarta. Gerbang Kalpataru di Blondo Mungkid. Gerbang Blondo ini merupakan pintu masuk wisatawan yang berasal dari arah Semarang.

Gerbang Gajah dibangun di Kembanglimus Borobudur. Gerbang ini merupakan pintu masuk wisatawan dari arah Kabupaten Purworejo. Pembangunan tiga gerbang selain Gerbang Samudra Raksa tersebut akan dimulai tahun ini dan ditargetkan selesai pada Desember 2021.

Seluruh ikon-ikon itu diambil dari relief Candi Borobudur. Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Wilayah 1 Balai Prasarana Permukiman Wilayah, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Dwiatma Singgih, mengatakan, ikon itu dibangun agar gerbang ada cerita dan filosofinya.

(Bahrul/Kusmanto) | #pariwisataindonesia, #CintaIndonesia, #IndonesiaMaju