Super Air Jet Bawa Optimisme! Siap Bersaing di Tengah Kelesuan Maskapai Penerbangan Domestik, Ini Alasannya

Umi Kalsum Founder dan CEO PVK Grup,DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN NOVIE RIYANTO,DIREKTUR UTAMA SUPER AIR JET ARI AZHARI,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,JURU BICARA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN (KEMENHUB) ADITA IRAWATI,MASKAPAI PENERBANGAN SWASTA BARU ASLI INDONESIA BERNAMA SUPER AIR JET,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PVK GROUP,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,SUPER AIR JET
Pramugari Super Air Jet, maskapai swasta baru asal Indonesia berkonsep milenial (dok; Super Air Jet)

PariwisataIndonesia.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan penjelasan terkait maskapai penerbangan swasta baru asli Indonesia bernama Super Air Jet melalui juru bicara Adita Irawati, menyebutkan, “Sedang proses untuk air operation certificate atau izin untuk komersial. Secara hukum, pemilik Super Air Jet adalah PT Kabin Kita Top,” katanya kepada awak media, Senin (3/5) lalu.

Adita terlihat sangat berhati-hati untuk memberikan penjelasan terkait pendatang baru di industri penerbangan dalam negeri ini.

Bahkan menolak untuk menjawab pertanyaan soal berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam proses perizinan; rute mana saja yang nantinya akan ditawarkan oleh Super Air Jet.

“Semua masih proses,” jawabnya singkat.

Pernyataan Adita tersebut, turut diamini oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto. Dia mengaku tak bisa memprediksi kapan perusahaan itu bisa dinyatakan layak terbang.

“Tergantung berapa lama, perusahaan harus buktikan dulu, pesawatnya bagaimana, kru bagaimana. Kalau bisa melengkapi bukti. Perusahaan harus berikan bukti, punya ini, punya itu,” ujar Novie.

Menurut Novie lagi, penentuan rute penerbangan akan bisa diprediksi setelah maskapai tersebut sudah mengantongi izin.

“(Rute) ini juga belum, belum semua diizinkan, perizinan yang menilai inspektur, harus cek ke inspektur,” ungkap Novie.

Dalam keterangan tertulisnya, Direktur Utama Super Air Jet Ari Azhari menyatakan, saat ini pihaknya tengah dalam fase bersiap untuk lepas landas dengan mengikuti semua tahapan dan prosedur yang dibutuhkan berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

“Fokus utama Super Air Jet menawarkan konsep antar kota secara point to point di pasar berbiaya rendah dengan penerbangan langsung domestik dan nantinya dapat merambah ke rute-rute internasional,” ujar Ari dikutip dalam siaran pers, Senin (3/5).

Diketahui, Super Air Jet sendiri resmi berdiri pada Maret 2021 dan telah memiliki kode penerbangan “IU” dari IATA (Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional) dan “SJV” dari ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional).

Untuk tahap awal, Super Air Jet menyiapkan armada dari generasi terbaru, yakni pesawat jenis Airbus 320-200. Armada ini, diyakini bisa menampung 180 kursi dan membidik pangsa pasar kalangan millenial dan mengklaim sebagai penerbangan bertarif rendah (segmen kelas ekonomi.Red).

Di tengah pandemi Covid-19 dan pemerintah juga masih terus menerapkan sejumlah pembatasan guna menekan penyebaran virus corona (COVID-19) lebih meluas, perusahan ini tetap semangat dan masih optimis bahwa peluang pasar masih ada dan terbuka lebar.

“Super Air Jet didirikan atas dasar optimisme bahwa peluang pasar khususnya penerbangan dalam negeri masih ada dan terbuka luas, ada permintaan yang sangat kuat dari masyarakat untuk perjalanan udara saat ini, terutama para milenial,” paparnya.