FSI 2020 Ajang Bagi Pelaku Bisnis Kuliner Bertahan di Tengah Covid-19, Begini Kata Fadjar Hutomo

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Fadjar Hutomo
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Fadjar Hutomo

PariwisataIndonesia.ID – Presiden Joko Widodo mengimbau tegas agar masyarakatnya diminta #workfromhome #socialdistancing , dan #DiRumahSaja. Pasalnya, saat sekarang negeri kita dan global tengah dilanda wabah corona.

Sejalan dengan hal itu, Kemenparekraf memastikan event Food Startup Indonesia(FSI) tahun 2020 tetap terlaksana sesuai jadwal sebagai upaya mendorong dan membangkitkan pelaku pelaku usaha kuliner Indonesia menjadi tuan di negeri sendiri dan go internasional.

Terkait hal tersebut, Kemenparekraf/Baparekraf, mengimbau pelaku usaha kuliner Tanah Air untuk mengikuti ajang FSI 2020. Hal itu terungkap dalam keterangan rilis (19/04) yang menyampaikan, event FSI 2020 diharapkan sebagai salah satu cara kiat produktif di tengah pandemi COVID-19.

Kemenparekreaf siap untuk memfasilitasi dan mendorong pelaku usaha kuliner agar memaksimalkan potensi dari program pemerintah yang diberikan buat mendukung pelaku usaha kuliner.

Terbuka banyak kesempatan bagi pelaku usaha subsektor kuliner untuk mencari, dan memaksimalkan potensi, membentuk ekosistem, hingga membuka akses fasilitas, dukungan pemerintah, serta akses sumber pembiayaan.

“Di tengah merebaknya wabah virus corona saat ini, Kemenparekraf/Baparekraf mengajak para pengusaha subsektor kuliner Indonesia untuk tetap produktif dengan ikut berpartisipasi dalam kegiatan FSI 2020,” ujar Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Fadjar Hutomo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (19/4/2020).

Rencananya Open Submission FSI 2020 Call-out berlangsung pada 20 April 2020. Pesertanya wajib melakukan pengisian fact sheets di website www.foodstartupindonesia.com dan masa pendaftaran berakhir 31 Mei 2020.

Para peserta yang sudah mendaftar, dilakukan kurasi untuk 1.000 pelaku ekonomi kreatif. Penilaian kelayakan didasari kelengkapan data dan dokumentasi factsheet.

Dibukanya pendaftaran ini, dimaksudkan untuk ketersediaan fasilitas Open Access Tools berupa; Ultra Online Advance Module; dan AIO POS & Accounting Appforum pelaku usaha kuliner.

Menurut Hafifah, salah satu peserta FSI yang sudah pernah ikut dalam Open Access Tools, mereka yang menjadi nominasi akan mendapatkan bimbingan semacam mentoring. Diarahkan dari para ahli di subsektor kuliner seperti chef, praktisi kuliner, business development perusahaan, dan investor terkait pengembangan bisnis model usaha masing-masing peserta.

Peserta FSI yang masuk sebagai finalis berhak ikuti even Demoday FSI 2020 dan rencananya dilaksanakan di Kota Yogyakarta pada 21 – 24 Juli 2020. Demoday FSI merupakan kegiatan mentoring dan pitching forum, tentunya ini sangat dibutuhkan pelaku usaha kuliner saat pandemi Covid-19.

Peserta Demoday FSI 2020 berkesempatan mengikuti direct mentoring, business coaching dan mendapat akses permodalan, sekaligus akses pemasaran.

“Pelaksanaan FSI tahun-tahun sebelumnya telah menunjukkan hasil yang signifikan, sehingga tahun ini dilaksanakan kembali FSI 2020 untuk pengembangan kapasitas dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha subsektor kuliner di Indonesia,” kata Fadjar.

Even FSI digelar pertama kali tahun 2016 dan, FSI 2020 adalah memasuki tahun ke-5 penyelenggaraan. Setiap tahun acaranya berlangsung sukses dan luar biasa.

PariwisataIndonesia#MediaLawanCorona#SocialDistancing#JagaJarakAman#DiRumahSaja