Horee, Liburan Panjang Telah Tiba dan Ada Pesan Bijak untuk Dibaca

Cuti bersama memikat hati dan melambai-lambai di bulan Oktober 2020. Apa pesan Presiden Jokowi, Menteri Luhut, Menteri Tito, Menteri Wishnutama dan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Baca juga imbauan penuh makna dari Founder dan CEO Media PVK Grup, Umi Kalsum. Simak ulasannya!
Presiden Joko Widodo, Founder dan CEO Media PVK Umi Kalsum, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Wishnutama Kusubandio, Presiden Joko Widodo, Jokowi, Pariwisata Indonesia, Media PVK, Umi Kalsum
Presiden Joko Widodo. (Foto: YouTube/Sekretariat Presiden).

Pariwisataindonesia.id – Liburan panjang sebentar lagi tiba. Masyarakat bersiap sambut cuti bersama di akhir Oktober 2020. Rentetan tanggal merah kali ini, semestinya disambut sukacita. Namun redaksi pariwisataindonesia.id malah mengingatkan dan mengajak semua pihak mewaspadai penyebaran covid-19.

Pasca libur panjang beberapa bulan lalu, telah terjadi lonjakan kasus covid-19. Dan masa liburan panjang yang sebentar lagi akan tiba, sejatinya masyarakat bersatu padu untuk mengikuti imbauan yang disampaikan pemerintah agar jangan lengah dan tidak boleh kendor terhadap covid-19.

Pesan masyarakat ini, diharapkan dapat menahan diri dengan penuh rasa kepedulian dalam mengisi cuti bersama di akhir bulan Oktober 2020.

Dasarnya adalah:

Presiden ke-7 Republik Indonesia Ir. Joko Widodo atau Jokowi, menetapkan Keputusan Presiden(Keppres) Nomor 17 tahun 2020 tentang cuti bersama di bulan Oktober 2020.

Dan Presiden Jokowi menyampaikan dalam rapat terbatas(ratas), dengan menginstruksikan kepada para pembantu presiden untuk mengantisipasi libur panjang dan cuti bersama 28 Oktober hingga 1 November nanti. Ratas ini digelar pada beberapa waktu lalu, Senin (19/10/2020), di Istana Merdeka, Jakarta dan disiarkan secara virtual melalui saluran YouTube Sekretariat Presiden.

Keppres tersebut telah menetapkan cuti bersama pada 28 dan 30 Oktober 2020. Dua tanggal cuti bersama itu saling bersundulan dengan tanggal merah yang ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional, yaitu peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 29 Oktober 2020.

“Mengingat kita memiliki pengalaman kemarin libur panjang 1,5 bulan lalu, setelah itu terjadi kenaikan yang agak tinggi. Oleh sebab itu, ini perlu kita bicarakan agar kegiatan libur panjang dan cuti bersama akhir Oktober ini jangan sampai berdampak pada kenaikan kasus Covid-19,” ujar Jokowi dalam rapat terbatas seperti dikutip pariwisataindonesia.id dari saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 19 Oktober 2020.

Dasar pertimbangan lain:

Founder dan CEO Media PVK Umi Kalsum, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Wishnutama Kusubandio, Presiden Joko Widodo, Jokowi, Pariwisata Indonesia, Media PVK, Umi Kalsum
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan

Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, yang mencemaskan libur panjang pekan depan. Masyarakat agar mewaspadai gelombang kedua (second wave) pandemi Covid-19 yang telah menimpa banyak negara kawasan Amerika dan Eropa.

“Nanti ada libur panjang minggu depan, saya terus terang saja sangat khawatir. Makanya saya sampaikan ke teman-teman menteri, supaya mengingatkan kita juga dan menjaga protokol kesehatan,” tutur Menteri Luhut dalam siaran virtual, Rabu (21/10/2020).

Ia menambahkan, pemerintah terus bersiaga lakukan mitigasi penambahan kasus Covid-19, meski secara jumlah terpantau mulai menurun dalam beberapa waktu terakhir.

“Penambahan kasus kematian mingguan di 8 provinsi yang ditugaskan ke saya itu menurun. Kemudian penambahan kasus kematian di DKI pun menurun, cukup bagus,” Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Founder dan CEO Media PVK Umi Kalsum, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Wishnutama Kusubandio, Presiden Joko Widodo, Jokowi, Pariwisata Indonesia, Media PVK, Umi Kalsum
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian

Pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan, momen cuti bersama, mobilitas liburan warga tidak jadi ajang penularan Covid-19.

“Masyarakat bergerak dari suatu tempat ke tempat yang lain, dan pergerakan masyarakat ini bisa menimbulkan penularan, media penularan,” tegas Mendagri. Keterangan pers Menteri Tito dikutip redaksi pariwisataindonesia.id melalui hasil ratas pada Senin, (19/10/2020) di Istana Negara, Jakarta.

Mendagri mengimbau kepada warga yang daerahnya rawan Covid-19, sebaiknya menahan diri tidak pulang berlibur.

“Yang pertama bagi rekan-rekan Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu yang di daerahnya merah, daerahnya rawan penularan, kalau memang bisa tidak pulang dan tidak berlibur lebih baik mungkin mengisi waktu di tempat masing-masing. Beres-beres rumah atau tempat tinggal, menikmati liburan bersama keluarga di kediaman masing-masing. Itu yang diharapkan,” inbau Mendagri.

Dan dikutip dari laman Kemendagri, disebutkan jika tetap keluar kota, hal kedua yang perlu dilakukan adalah yang bersangkutan dipastikan dalam keadaan sehat dan tidak terpapar Covid-19. Salah satu caranya, lakukan tes PCR.

“Sehingga yakin bahwa dalam keadaan negatif, jangan sampai menjadi penular bagi saudara-saudara kita, orang tua kita, dan lain-lain yang ada di daerah,” tegas Mendagri lagi.

Lebih lanjut Mendagri mengharapkan betul peran Kepala Daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah(Forkopimda) dalam menjaga mekanisme pertahanan daerah yang sudah berjalan selama ini, mengacu libur lebaran silam. Menteri Tito jelang cuti bersama pekan depan mengajak untuk menggalakkan kembali Kampung Sehat atau Kelurahan Sehat.

“Sekali lagi bukannya tidak menghormati tradisi itu, tetapi ini situasinya berbeda pandemi Covid-19. Jangan sampai kita menjadi korban, saudara kita menjadi korban,” Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dikutip dari laman Kemendagri.

Founder dan CEO Media PVK Umi Kalsum, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Wishnutama Kusubandio, Presiden Joko Widodo, Jokowi, Pariwisata Indonesia, Media PVK, Umi Kalsum
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio

Pernyataan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengimbau masyarakat yang hendak berlibur saat libur nasional dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad pada 28-30 Oktober 2020 untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin agar tidak terjadi kenaikan kasus COVID-19.

“Saya harapkan semua stakeholder dan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat yang ingin berlibur dapat melaksanakan protokol kesehatan dengan penuh kedisiplinan, penuh rasa kepedulian,” imbau Menteri Wishnutama Kusubandio.

Rilis ini, dikutip dari Agustini Rahayu selaku Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam laman kemenparekraf, pada Selasa (20/10/2020).

Berikutnya, pernyataan dari Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengingatkan kepada masyarakat tidak boleh lengah dan jangan kendor. Hal tersebut disampaikan terkait masa liburan panjang, sebentar lagi akan tiba.

“Oleh karenanya, cuti kali ini jangan sampai menjadi kasus baru,” pesan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 melalui saluran YouTube BNPB, Rabu (21/10/2020).

Sehari sebelum pesan melalui saluran YouTube BNPB itu, Doni juga mengingatkan dalam acara lain lewat ‘Webinar HUT Golkar’, Selasa (20/10). Peristiwa ini dapat menjadi kajian dan pembelajaran masa lalu. Periode akhir Juli hingga September, bertepatan libur Iduladha telah tercatat angka kematian dokter dan tertinggi selama 7 bulan terakhir.

“Setelah kembali dari cuti atau libur panjang Agustus lalu, kami mencatat angka kematian dokter di periode akhir Juli dan Agustus hingga September termasuk yang tertinggi selama 7 bulan terakhir,” katanya.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengajak semua pihak turut serta untuk membantu mengingatkan masyarakat akan bahaya Covid-19. Menurutnya, sampai saat ini masih banyak warga tidak percaya terhadap penyebaran wabah ini.

“Kita harus terus Ingatkan masyarakat bahwa Covid itu bukanlah rekayasa, bukan konspirasi. Kita semua harus ikut bergerak memberikan pencerahan pada masyarakat,” ujar Doni dalam Webinar HUT Golkar, Selasa (20/10).

Doni tak berhenti mengingatkan bahwa Covid-19 sangat berbahaya. “Bahwa Covid-19 ibarat malaikat pencabut nyawa bagi kelompok rentan,” pungkasnya.

Founder dan CEO Media PVK Umi Kalsum, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Wishnutama Kusubandio, Presiden Joko Widodo, Jokowi, Pariwisata Indonesia, Media PVK, Umi Kalsum
Founder dan CEO Media PVK Grup, Umi Kalsum

Sementara itu, Founder dan CEO Media PVK Grup Umi Kalsum, mengimbau dan mengajak masyarakat serta pihak-pihak pemangku kepentingan, mari bersatu padu dan ayo galang gerakan bersama terus mengkampanyekan 3M: memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, serta mencuci tangan. Jangan lengah dan jangan kendor!

Pemilik Media PVK Grup merasa terpanggil dan mengajak semua pihak bergandengan tangan lawan wabah ini. Diharapkan juga makin banyak lagi pengusaha yang menginspirasi dalam masa krisis seperti ini.

Wanita yang akrab disapa Umi juga mengimbau kepada masyarakat, “Mohon untuk menahan diri. Mengajak gerakan bersama mengetuk rasa kepeduliaan sosial untuk berempati,” ajak Umi.

Ia menambahkan, “Virus corona adalah pandemi global dan pandemik terburuk sepanjang sejarah dunia. Fenomena luar biasa. Menikmati momen libur panjang ditengah pandemi sensasi tersendiri di tengah suasana keprihatinan. Ini waktu yang pas suguhkan kebersamaan, berkumpul bersama keluarga di rumah. Jaga keluarga kita dengan selalu menjaga kesehatan. Saya percaya bahwa kondisi ini tidak akan mengalahkan kita, namun justru membuat kita makin kuat,” ujar Umi menguatkan masyarakat yang terdampak.

Dalam wawancara penutup, Srikandi yang berzodiak Aries mengajak semua pihak dapat menginspirasi dalam masa kritis seperti ini, “Konsistensi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan seperti disiplin memakai masker, cuci tangan dengan sabun dan tidak berada dalam kerumunan. Jika abai terhadap protokol kesehatan di masa liburan tak cuma berpotensi menciptakan klaster penyebaran COVID-19 di tempat wisata, lebih dari itu bisa menghadirkan klaster penyebaran rumah tangga,” Founder dan CEO Media PVK Grup, Umi Kalsum.