Kemenparekraf Bantu 500 Miliar untuk Covid19

Dalam rilis (22/04) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memberikan pernyataan di Jakarta, tetapkan langkah-langkah strategis untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di masa tanggap darurat wabah korona. Ia menyebut pemerintah membagi dalam tiga tahapan, yaitu: masa tanggap darurat, pemulihan dan normalisasi.

“Kami telah merealokasi anggaran dan menerapkan program khusus selama masa tanggap darurat COVID-19. Realokasi akan diarahkan untuk berbagai macam program yang sifatnya pendukungan langsung penanganan COVID-19 yang dapat membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Wishnutama.

Langkah cepat dalam situasi tanggap darurat wabah corona, telah digulirkan enam program Kemenparekraf. Semua ini merupakan kebijakan mitigasi upaya mendukung aktivitas di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Apa saja program yang dimaksud Wishnutama tersebut? Penyediaan fasilitas akomodasi, transportasi, dan konsumsi buat tenaga medis, tenaga pendukung untuk RS(Rumah Sakit) rujukan.

“Hingga saat ini ada lebih dari 2000 tenaga kesehatan di Jakarta yang telah terfasilitasi. Kerja sama ini juga sebagai bentuk dukungan Kemenparekraf terhadap industri pariwisata yakni bisnis hotel dan transportasi agar tetap bisa mempekerjakan pegawainya,” kata Wishnutama.

Wishnutama berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait, secara masif untuk mendorong, mengimbau agar dapat mendapatkan keringanan khususnya bagi pelaku industri dan pekerja pariwisata yang kena dampak akibat wabah korona.

Sebelumnya Wishnutama dalam video confence memberikan pemaparan langkah mitigasi dalam menghadapi virus corona atau Covid-19, merealokasi anggaran sebesar Rp 500 miliar. Dana tersebut rencananya disalurkan sebagai stimulus untuk para pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, agar bisa bertahan hingga pandemi Covid-19 berakhir.

“Kami akan melakukan program perlindungan sosial bagi para pelaku wisata, dengan realokasi anggaran Rp 500 miliar. Ini potensinya akan dikembangkan terus,” kata Wishnutama, usai rapat terbatas melalui video conference, Kamis (16/3).

Anggaran tersebut salah satunya menjadikan sejumlah hotel sebagai tempat penginapan tenaga kesehatan di berbagai rumah sakit rujukan penanganan wabah corona.

Secara terpisah, Satu lagi Kampanye Gerakan Memakai Masker Gratis wujud partisipasi dalam menekan pandemi wabah corona. Aktivitas dalam gerakan sosial ini sangat positif dan inspiratif, diharapkan dengan unggahan melalui laman instagram gemas.official dapat menularkan.

View this post on Instagram

Salam Sehat Untuk Kita Semua! Teman-Teman jangan lupa yah u/ selalu memakai masker ketika kalian terpaksa harus keluar rumah, Ini salah satu cara untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Bagi yang kesulitan mendapatkan masker, jangan khawatir. Karena GEMAS ( Gerakan Memakai Masker ) membagikan masker kain ini secara GRATIS ke seluruh wilayah di Indonesia, masker kain ini dapat dicuci dan dipakai berulang kali Dan jangan lupa dicuci bersih sebelum dan sesudah dipakai setiap hari yah. Ingat yah “GRATIS” sampai dirumah kalian, jadi jangan mau kalau ada pihak yang memperjual belikan masker ini! Kita ambil sesuai dengan kebutuhan kita, karena banyak saudara kita diluar sana yang membutuhkan masker juga. Untuk mendapatkan masker kain Gratis ini cukup WA kami di nomor 0813-1920-0030 dan ikuti instruksi yang diberikan / Follow IG @gemas.official Dengan kita bersatu dan disiplin menggunakan masker, Indonesia Pasti Bisa melalui semua cobaan ini. Oh ya, Kalian dirumah aja yah, biar team @sicepat yang antar masker ini ke tangan kalian. Stay safe yah teman-teman. #Gemas #CegahCovid19 #PakeMasker #MaskerGratis #IndonesiaPastiBisa #GemasIndonesia #MaskerUntukIndonesia #GerakanMemakaiMasker #BersamaGemasBisa

A post shared by Gerakan Memakai Masker (@gemas.official) on

Kemenparekraf telah mengusulkan lapangan usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masuk dalam Permenkeu 23/PMK.03/2020. Subsektor yang masuk dalam lapangan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif akan dapat memanfaatkan insentif berupa Subsidi PPh 21, Pembebasan PPh 22 Impor, dan pengurangan PPh sebesar 30 persen. Ia berharap pelaku UMKM pariwisata dan ekonomi kreatif bisa memanfaatkan fasilitas tersebut.

Kehebatan Kemenparekraf/Baparekraf yang lain adalah mendukung penuh program pemberdayaan bagi pelaku UMKM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kampanye Nasional ‘Gerakan Masker Kain’, ‘Gerakan Lauk Siap Saji’ dan ‘Gerakan Satu Dalam Kopi’ bertujuan genjot roda ekonomi dampak COVID-19.

‘Gerakan Masker Kain’ targetkan pengadaan 1 juta masker secara Nasional. Dalam program tersebut Kemenparekraf melibatkan UMKM di sektor ekonomi kreatif untuk berperan serta. Diharapkan mereka terbantu usahanya di tengah pandemi, dan produk yang dihasilkan bermanfaat untuk menekan penyebaran COVID-19.

“Kemenparekraf sebelumnya juga telah mendata sekitar 213 ribu pekerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dari 34 provinsi (data hingga 22/4/2020) yang terdampak COVID-19. Data tersebut akan digunakan Kemenparekraf sebagai basis kegiatan, diantaranya melibatkan pelaku UMKM Ekraf yang terdampak dalam ‘Gerakan Masker Kain’,” katanya.

Kemampuan Wishnutama dalam upaya mendorong giat pariwisata untuk tumbuh kembali, caranya, mengimbau dan mendorong lintas instansi untuk sinergi mendukung pengusaha UMKM.

Pengusaha kuliner Indonesia mendapatkan fasilitas berupa bantuan agar secara bersama membantu mereka yang berdampak corona melalui ‘Gerakan Lauk Siap Saji’ selanjutnya, kepada pelaku industri Kopi Nasional Kemenparekraf, menggandeng start up Tokopedia melalui kampanye ‘Satu Dalam Kopi’ bersama Kemenperin.

kikovacoffee
Foto: Instagram@kikovacoffee

Dalam laman instagram kikovacoffee, terlihat pesan caption punya kesan yang positif  dan membantu.

Kebisaan lain Kemenparekraf/Baparekraf adalah buat pelatihan online gratis. Semoga pelaku pariwisata yang berdampak wabah corona lebih kompetitif dan dapat meringankan. Itulah kebisaan saat ini yang dilakukan Wishnutama.