Kominfo: Dilakukan Tindakan Tegas Biarkan Hoaks Corona

breaking news pariwisata indonesia

Kemenkominfo Johnny G Plate bakal tindak tegas bagi yang secara sengaja melalui platform media sosial membiarkan hoaks corona beredar luas.

menkominfo
Kemenkominfo, Johnny G. Plate (Foto: Siaran Pers)

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate tegaskan bakal gunakan kewenangan yang Kemenkominfo miliki, apabila platform digital lakukan pembiaran pemberitaan dan info-info hoaks tentang virus corona (Covid-19).

Johnny sudah berkoordinasi dan berikan arahan serta intruksinya, mendesak para platform media sosial, khususnya Facebook, Twitter, Instagram dan Youtube silahkan blokir akun-akun pembuat dan penyebar hoaks Covid-19.

“Kami mengacu dari UU ITE dan UU terkait lainnya untuk mengingatkan semua yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan di ruang digital, khususnya platform digital, kami akan seluruh menggunakan kewenangan yang dimiliki bila hoaks masih terus dibiarkan ada di platform digital,” kata Johnny dalam konferensi pers virtual, Sabtu (18/4).

Johnny lanjutkan dalam keterangan persnya ini, secara tegas bagi mereka yang memproduksi mau pun menyebarkan hoaks merupakan aktivitas yang dapat melanggar hukum. Ia mengatakan pelaku hoaks dapat dikenakan hukuman maksimal 5 hingga 6 tahun dan denda Rp 1 miliar.

“Kami berharap masyarakat sadar, membatasi diri, gunakan ruang digital, ponsel pintar, dengan baik. tindakan melakukan memproduksi menyebarkan hoaks adalah tindakan pidana,” kata Johnny.

Dari pertemuan dengan para pihak tadi, Johnny sebutkan sudah ada sebanyak 554 jenis hoaks virus corona. Dan sudah disebarkan sampai 1.209 kali melalui platform digital media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube.

Dari sisi penegakan hukum, Johnny mengatakan Bareskirm Polri telah mengungkap 89 kasus dalam periode 30 Januari hingga 15 April 2020. Dari 89 kasus dan 89 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Kemudian, sebanyak 14 tersangka diantaranya telah ditahan, 75 tersangka lainnya tak ditahan. Ada pun 89 kasus ini terjadi di 26 wilayah Polda di seluruh Indonesia.

Polda Metro Jaya dan Polda Jatim merupakan wilayah terbanyak dalam menangani kasus hoaks. Data pada keduanya adalah masing-masing dengan angka 11 kasus dan 12 kasus.