Menteri Wishnutama: 30 Hotel di DKI Jakarta, Siap!

"Pemilihan hotel yang kami siapkan berdasarkan masukan dari PHRI. Selain usulan PHRI tersebut, bagi hotel yang sudah siap silakan kirim pengajuan ke Kemenparekraf/Baparekraf untuk selanjutnya ditinjau oleh Kemenkes,” Menteri Wishnutama Kusubandio.
Berita Kemenparekraf Pancen Oye, Kemenparekraf/Baparekraf, Pariwisata Indonesia, Media PVK, Umi Kalsum, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, wishnutama, Nia Niscaya, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Tenaga Ahli Menteri Kesehatan Bidang Krisis Kesehatan, dr. Iwan
Foto : Menteri Wishnutama dan Wamen Angela Tanoesoedibjo (Seia-Sekata)
Menteri Wishnutama, Pariwisara Indonesia, Media PVK, Umi Kalsum
Foto: Menteri Wishnutama bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkap tugas Ketua Satgas Penanganan Covid-19

PariwisataIndonesia.id – Dalam rilis tertulis yang dibagikan Agustini Rahayu selaku Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada, Senin(21/9), menjelaskan Kemenparekraf penyokong pasien status Orang Tanpa Gejala(OTG). Kemenparekraf meringankan Pasien OTG, isolasi mandiri lewat industri perhotelan. Dan Kementerian Kesehatan tinjau kesiapan hotel dalam penerimaan pasien. Kemenparekraf tegaskan kesiapan industri perhotelan sudah memasuki tahap finalisasi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dalam keterangannya, Senin (21/9/2020), menjelaskan, hingga saat ini dukungan dari industri perhotelan untuk program ini semakin tinggi, menunjukan kerja sama yang kuat dari industri pariwisata dan ekonomi kreatif dalam upaya menekan penyebaran COVID-19.

“Industri hotel harus dapat mengikuti assessment yang disyaratkan Kementerian Kesehatan. Kesiapan hotel harus dapat dipastikan Kementerian Kesehatan agar jangan sampai justru terjadi klaster baru,”  tegas Menteri Wishnutama Kusubandio.

Menteri Wishnutama
Menteri Wishnutama Berkunjung Validasi Kesiapan Industri Perhotelan didampingi Pengusaha Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)

Ia mengatakan hingga saat ini sudah ada 30 hotel di DKI Jakarta yang siap bekerja sama. Kemenparekraf bersama Kemenkes juga sedang menyusun Standard Operating Procedure (Flowchart) mengenai mekanisme pelaksanaan, terkait bagaimana prosedur masyarakat yang positif terinfeksi COVID-19 namun tanpa gejala bisa check-in di hotel-hotel yang telah ditentukan.

Kemenparekraf akan menyiapkan dan menanggung biaya akomodasi berupa minimal hotel sekelas atau setara bintang 3, termasuk konsumsi serta layanan binatu tiap harinya. Sementara Kemenkes akan menangani keperluan medis seperti biaya obat, ambulans juga kunjungan dokter.

Menteri Wishnutama, Pariwisara Indonesia, Media PVK, Umi Kalsum
Foto: Menteri Wishnutama didampingi Letnan Jenderal TNI Doni Monardo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkap tugas Ketua Satgas Penanganan Covid-19,

“Pemilihan hotel yang kami siapkan berdasarkan masukan dari PHRI. Selain usulan PHRI tersebut, bagi hotel yang sudah siap silakan kirim pengajuan ke Kemenparekraf/Baparekraf untuk selanjutnya ditinjau oleh Kemenkes,”  tutur Menteri Wishnutama.

Disebutkan dalam laman resmi Kemenparekaraf, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya mengatakan, program ini akan difokuskan terlebih dahulu di Jakarta, kemudian menyusul beberapa provinsi lain di Indonesia hingga Desember 2020.

“Syarat untuk hotel yang menjadi mitra yaitu tidak boleh menerima tamu lain kecuali pasien konfirmasi tanpa gejala,” tegas Nia Niscaya.

Menteri Wishnutama, Pariwisara Indonesia, Media PVK, Umi Kalsum
Foto: Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya

Sementara Tenaga Ahli Menteri Kesehatan Bidang Krisis Kesehatan, dr. Iwan Trihapsoro yang ditunjuk sebagai PIC Kemenkes untuk program ini mengatakan, diperlukan adanya pelatihan untuk karyawan hotel agar mereka tidak takut namun tetap waspada.

Pihak Kemenkes juga berpandangan bahwa petugas hotel dengan komorbid disarankan untuk tidak berhubungan langsung dengan pasien konfirmasi tanpa gejala, atau bisa mendapat kebijakan bekerja dari rumah (WFH) oleh manajemen hotel sehingga memerlukan koordinasi lebih lanjut.

Nantinya, dr. Iwan menjelaskan, setiap orang yang positif COVID-19 namun tanpa gejala bisa langsung datang ke hotel dengan membawa KTP/kartu keluarga dan hasil SWAB positif. Namun sebelumnya masyarakat yang akan menggunakan fasilitas isolasi mandiri ini diharuskan untuk meminta rujukan ke Puskesmas terlebih dahulu.

“Alur pasien adalah membawa hasil SWAB positif, check in hotel, diisolasi selama 14 hari. Selama di hotel akan ada visit dokter dan dilaksanakan pendataan dengan cut off time yang akan ditentukan. Dalam masa isolasi tersebut, pasien tidak diperbolehkan meninggalkan hotel dan menerima tamu,” terang dr. Iwan.

Dengan dukungan tambahan hotel sebagai akomodasi isolasi mandiri ini, kedepannya pasien covid-19 terkonfirmasi OTG dan cuma gejala ringan tidak perlu isolasi mandiri di rumah, dan tidak berpotensi menularkan keluarga maupun orang sekitar.

“Semoga langkah ini menjadi salah satu upaya yang efektif dari pemerintah untuk menekan laju penyebaran COVID-19,” tutup dr. Iwan.

Berita Kemenparekraf Pancen Oye, Kemenparekraf/Baparekraf, Pariwisata Indonesia, Media PVK, Umi Kalsum, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, wishnutama, Nia Niscaya, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Tenaga Ahli Menteri Kesehatan Bidang Krisis Kesehatan, dr. Iwan
Foto : Menteri Wishnutama dan Wamen Angela Tanoesoedibjo (Kompak, Seia-Sekata)