Pelantikan 9 Pejabat Fungsional di Lingkungan Kemenparekraf

Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani melantik sembilan orang pejabat fungsional. Acara pelantikan dilangsungkan menggunakan dua sistem, yaitu hadir secara langsung dan daring dengan menerapkan protokol kesehatan yang disiplin dan ketat bertempat di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, pada Kamis sore(19/11/2020). Simak beritanya.
Pariwisata Indonesia
foto: siaran pers kemenparekraf

PariwisataIndonesia.id –  Dalam siaran pers yang diterima redaksi PariwisataIndonesia.id, pada Jumat(20/11), Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani melantik sembilan orang pejabat fungsional. Acara pelantikan dilangsungkan menggunakan dua sistem, yaitu hadir secara langsung dan daring dengan menerapkan protokol kesehatan yang disiplin dan ketat bertempat di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, pada Kamis sore(19/11/2020).

Para pejabat fungsional yang dilantik sebanyak sembilan orang, mereka terdiri dari Analis Kebijakan Ahli Madya sebanyak 2 (dua) orang, Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Pertama sebanyak 5 (lima) orang, Peneliti Ahli Pertama sebanyak 1 (satu) orang, dan Analis Kepegawaian Ahli Pertama, sebanyak 1 (satu) orang.

Pariwisata Indonesia

Bagi para pejabat fungsional yang baru dilantik Ni Wayan Giri Adnyani dalam sambutannya berpesan, salah satu rencana kebijakan pemerintah seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraannya adalah melakukan penyederhanaan birokrasi. Ia menjelaskan jabatan struktural akan disederhanakan menjadi dua level.

“Prinsip miskin struktur kaya fungsi dimaksudkan untuk mewujudkan birokrasi yang dinamis, lincah (agile), dan profesional dalam upaya peningkatan efektivitas dan efisiensi guna mendukung kinerja pemerintah kepada publik,” kata Ni Wayan Giri Adnyani.

Ia menambahkan, peran pejabat fungsional diharapkan dapat melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan keahlian dan keterampilan. Perubahan birokasi dari structural base menjadi functional base akan diikuti dengan pengelolaan jabatan fungsional dan pengembangan karier jabatan fungsional.

“Sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja dan profesionalitas ASN (Aparatur Sipil Negara) dan unit kerja, karena jabatan fungsional lebih mengedepankan keahlian dan keterampilan pada jabatan,” tutur Ni Wayan Giri.

Usai pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, kepada para pejabat fungsional yang baru diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan dedikasi juga loyalitasnya sehingga meningkatkan prestasi kerja di lingkungan Kemenparekraf secara keseluruhan.

Menurutnya lagi, pengalihan jabatan struktural ke fungsional merupakan upaya mewujudkan birokrasi yang dinamis dalam mendukung kinerja pemerintah terhadap publik.

“Mari kita saling mendukung satu sama lainnya karena saya sangat yakin teamwork yang baik untuk suatu organisasi akan menghasilkan kualitas organisasi yang lebih bagus dibandingkan kita bekerja sendiri-sendiri,” kata Giri.