Perkembangan Penanganan COVID-19

Perkembangan Penanganan COVID-19

Kemenparekraf Berikan Bantuan Alat Medis di Graha BNPB, Jakarta(7/5)

Menurut juru bicara pemerintah dalam penanganan COVID-19, Achmad Yurianto memberikan update seperti biasanya pada Rabu, 7 Mei 2020 dari kantor Graha BNPB, Jakarta, pukul 15.30-16.00 WIB secara LIVE.

Saksikan dalam Channel Resmi BNPB Indonesia dalam penanganan pandemi Covid-19.

Masih dari kantor Graha BNPB di Jakarta, Kemenparekraf lakukan kegiatan positif dan menginspirasi dengan memberikan Bantuan Alat Medis Perkuat Penanganan COVID-19.

Serah terima bantuan secara simbolis diberikan oleh Direktur Pemasaran Pariwisata Regional 2 Kemenparekraf Sigit Witjaksono dan diterima oleh Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Jakarta, Rabu (6/5).

Kemenparekraf bantu covid-19

Bantuan Kemenparekraf Berupa Alat Medis Perkuat Penanganan COVID-19 / Foto: Humas BNPB Indonesia

Peran serta dan sokongan dari berbagai pihak terus datang mengalir. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia turut menyumbangkan bantuan alat material kesehatan guna mendukung kinerja para tim medis dalam merawat pasien COVID-19.

Rustian sangat mengapresiasi bantuan dari Kemenparekraf dan berharap agar persatuan semua pihak dapat semakin kuat untuk mengatasi pandemi COVID-19.

“Kami sangat bersyukur dengan persatuan banyak pihak dalam menghadapi COVID-19 bersama-sama. Kekuatan persatuan dan gotong royong mampu memperkuat upaya kita dalam mengatasi pandemi ini,” ungkap Rustian.

Bantuan yang diberikan oleh Kemenparekraf antara lain 100.000 buah surgical mask, 50 buah surgical protective clothing atau alat pelindung diri (APD) serta 150 buah particulate respiratory mask.

Sigit berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi semangat dan motivasi para tim medis bahwa mereka tidak bekerja sendiri, tapi semua pihak bersatu dalam mendukung upaya penanganan COVID-19 di Indonesia.

“Tim medis tidak bekerja sendiri, kita semua hadir untuk saling membantu dan bersatu melawan COVID-19,” Sigit Witjaksono Direktur Pemasaran Pariwisata Regional 2 Kemenparekraf RI.

Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono

Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono / Foto: BNPB Indonesia

Sebelumnya Karo Penmas Div Humas Polri, Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono memberikan pandangannya dalam hal penegakan hukum, ‘Sanksi Terkait PSBB Adalah Opsi Tindakan Paling Akhir’ di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Rabu (6/5).

Pemberian sanksi kepada pelanggar untuk mendukung PSBB yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sebagai Asisten Operasi Penegakan Hukum Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, merupakan opsi tindakan paling akhir. Semua berdampak dan kondisi masyarakat tentu secara sosial dan ekonomi pendapatannya turun, makin kesulitan.

“Jadi itu semua adalah kegiatan tindakan (pilihan) yang paling-paling akhir yang dilakukan kepolisian,” katanya.

Kepolisian mendukung penuh kebijakan apapun yang ditetapkan, termasuk terkait dengan PSBB.

Dalam mendukung kebijakan itu, kepolisian berupaya mengimplementasikannya ke tingkat bawah maupun ke lapangan secara langsung.

“Jadi dalam menindaklanjuti arahan Presiden terkait dengan adanya larangan mudik dan yang berkaitan dengan PSBB, kami dari kepolisian, dibantu TNI, tetap melakukan tindakan preventif,” katanya.

Terlepas dari hal itu, pihak Kepolisian terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menyukseskan kegiatan PSBB di lapangan.

Kemudian Kepolisian juga melakukan pengecekan fisik langsung kepada masyarakat yang menggunakan moda transportasi publik dan juga melakukan kegiatan perekonomian.

“Semuanya kita cek. Kita berikan edukasi dan kemudian kita berikan dalam bentuk-bentuk imbauan,” katanya.

Adapun penetapan sanksi terhadap orang-orang yang melanggar kebijakan PSBB itu dilakukan berdasarkan Undang-undang Karantina Kesehatan dan juga KUHP.

Dalam penerapannya, Kepolisian tetap berupaya memberikan imbauan dan edukasi terlebih dahulu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sebelum memutuskan untuk mengambil pilihan tindakan paling akhir tersebut.

“Tapi semua itu adalah kegiatan tindakan yang paling-paling akhir yang dilakukan kepolisian,” Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Karo Penmas Div Humas Polri.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )