Pesan untuk Pebisnis di Industri Ritel Modern

E Commerce

Pariwisataindonesia.id – Beriita dikutip dari situs Bisnis.com, penjelasan menurut sumber dari Staf Ahli Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Yongky Susilo, kepada wartawan Bisnis.com disebutkan, “Sektor lokapasar atau e-commerce diyakini tidak akan menjadi dewa penyelamat bagi pelaku usaha industri ritel modern Tanah Air pada masa pandemi virus corona (Covid-19),” tulis Bisnis.com, Selasa (18/08/2020).

Dalam judul artikelnya, “E-Commerce Bukan ‘Dewa Penyelamat’ Industri Ritel Modern”, menarik untuk mendapatkan perhatian.

Sebut Yongky, ada dua alasan yang bikin sektor lokapasar (marketplace) daring kurang menyerap untuk menjawab solusi yang terjadi pada pelaku usaha ritel modern di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dampak Covid-19.

Alasan pertamanya, perilaku konsumen kita yang masih begini-begini saja, tidak lekas berubah. “Mereka berubah ketika tidak punya pilihan lain. Namun, ketika PSBB dibuka semuanya kembali seperti masa pra-Covid-19,” terang Yongky kepada wartawan Bisnis.com, Senin (17/8/2020).

E Commerce
Sumber Foto: freepik.com

Kedua, Yongky menyebutkan pangsa pasar di sektor lokapasar daring terbilang kecil, sejauh ini cuma 2 persen.

Sebagai pakar ia memberikan pemaparan, tren konsumsi masyarakat saat ini, masih buruk. Meskipun tempat usaha ritel modern mulai operasi selama Covid-19.

Dijelaskan, baik pedagang luring maupun daring, mengalami penurunan penjualan. Adapun, lambatnya penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) oleh pemerintah dinilai penyebab utama.

“Jadi, dari Maret hingga Juni [2020] tidak ada genjotan konsumsi dari konsumen. Terlihat tren terus minus bahkan sampai dengan awal Juli [2020],” tutup situs Bisnis.com.