Salurkan Kredit di Sektor Pariwisata, BCA: Nilainya hingga April 2022 Diperkirakan Capai Rp 14 Triliun

Pariwisata Indonesia, Foto Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication Bank BCA-Hera F Haryn, PT Bank Central Asia Tbk, Bank BCA Salurkan Kredit di Sektor Pariwisata Nilainya hingga April 2022 Diperkirakan Capai Rp14 T, Berita Pariwisata Indonesia Terkini, Pariwisata Indonesia 2022
Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication Bank BCA, Hera F. Haryn

PariwisataIndonesia.id, Jakarta – Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Sudah tentu, ikut mengerek penyaluran kredit yang diperuntukkan bagi pelaku usaha di tanah air hingga menyasar sektor pariwisata juga mulai terangkat.

Baca juga :  Kucurkan Kredit Dukung Sektor Pariwisata Bangkit, 2 Bank Pelat Merah Sampaikan Ini

Perihal tersebut, tentunya juga turut menaikkan kredit perbankan, dan diharapkan bisa berlanjut hingga akhir tahun. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) misalnya, telah menegaskan sudah menyalurkan kredit di sektor pariwisata sekitar Rp 14 triliun sampai April 2022.

Dalam keterangan resminya, Perseroan ini meyakini sektor pariwisata kondisinya kian hari berangsur membaik, ditandai dengan percepatan program vaksinasi dari Pemerintah.

“Kemudian didukung pelonggaran aktivitas masyarakat, mobilisasi yang bergerak menuju normal dan sejumlah pihak ikut mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19,” kata Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication Bank BCA, Hera F. Haryn, Jumat (10/6/2022).

Di tengah tantangan pandemi Covid-19 dan proses pemulihan kondisi ekonomi, BCA berupaya mempertahankan tingkat pertumbuhan kredit yang sehat sejalan dengan permintaan pasar sekaligus menjaga kualitas kredit yang disalurkan.

“Melaksanakan upaya tersebut, BCA selalu berpegang pada prinsip kehati-hatian melalui penerapan manajemen risiko yang disiplin,” tandasnya.

Di kesempatan itu, ia juga menyampaikan, pihaknya akan makin banyak bekerja sama dengan berbagai pihak guna mendorong pemulihan sektor pariwisata.

Sambungnya, ke depan sektor ini juga diharapkan bisa segera bangkit untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Sejalan dengan hal itu, Bank BCA menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 6%-8% hingga akhir tahun.

Meski demikan, kata Hera, mobilitas masyarakat bisa beraktivitas normal seperti sediakala, tak luput menjadi alasan dan pertimbangan dalam menentukan suku bunga dan likuiditas itu sendiri. (eh)