Sepanjang Sejarah Indonesia, Ibukota Berhenti !

Jakarta Berhenti
Aprillio Akbar / Foto: ANTARA

Pariwisata Indonesia—Hai Gaaees!

Kebijakan Jokowi melakukan social distance, imbauan jaga jarak dan bekerja dari rumah (work from home). Berjalan baik dan dipatuhi. Pemerintah Pusat dan Pemrov DKI Jakarta bersinergi, identitas yang sangat indah sedang ditunjukan para elite. Hari ini masyarakat DKI Jakarta melakukan soliditas dan solidaritas, bekerjasama untuk segera keluar dari masalah bersama, yaitu Virus Korona. Semua pihak menyadari bahayanya penularan Covid-19. Baca: https://pariwisataindonesia.id/jokowi-jangan-ragu-menegur-seseorang-yang-tidak-disiplin-dalam-menjaga-jarak/

Dan baca:  https://pariwisataindonesia.id/jokowi-belum-lockdown-tapi-social-distance/

Suasana Ibukota Sore ini, terlihat adanya penurunan aktivitas. Anjlok pengguna moda transportasi publik. Semua staff pekantoran yang  bekerja disepanjang Jl. Raya Sudirman hingga penyangganya, seperti Jl. Raya Harmoni, Jl. HR Rasuna Said, Jl. KH Mas Mansyur sampai menuju lokasi Sarinah hingga ke wilayah  Menteng, tampak lengang.  Baca: https://pariwisataindonesia.id/anies-pelesiran-dan-hiburan-malam-lockdown-mulai-sekarang/

Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI Jakarta, penurunan penumpang terjadi di seluruh moda transportasi umum. Data ini sejalan dengan klaim Kementerian Perhubungan, bahwa jumlah pengguna transportasi umum turun 40-70 persen sejak imbauan jaga jarak dikeluarkan pemerintah.

“Penurunan jumlah penumpang ini juga mengurangi orang yang berkerumun di area publik. Segala upaya ini diharapkan dapat membantu secara masif pencegahan penyebaran virus Covid-19,” ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati.

Dishub DKI Jakarta mencatat, jumlah penumpang moda Transjakarta dalam kurun sepekan terakhir terus berkurang setiap harinya. Puncaknya, hari ini, pada Senen (23/3/2020). Dishub ditanya soal angkanya, enggan menyampaikan.

Bagimana dengan moda MRT dan LRT. Sama, terjadi penurunan sangat signifikan.  Termasuk juga jumlah penumpang kereta rel listrik (commuter line) kian berkurang setiap harinya.  Sekalipun hari ini, semua moda transportasi publik jam operasional kembali normal tetap tidak menambah jumlah penumpang. Kesadaran masyarakat Ibukota sudah bagus. Hari ini, Jakarta seperti terkesan kota yang mati.

“Dengan normalisasi jadwal ini, kami menghimbau pengguna untuk tetap beraktivitas dari rumah, kecuali kegiatan yang sangat perlu dan mendesak. Jadwal KRL Kembali normal tidak untuk dimanfaatkan bepergian dengan tujuan-tujuan yang tidak mendesak,” kata VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba.

Secara terpisah, pada waktu yang lalu Kapolri Jenderal Idham Azis mengeluarkan Maklumat Nomor Mak/2/lll/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19). Maklumat ini diterbitkan pada Kamis (19/3/2020). Bunyi dari Surat dimaksud adalah Polri tidak mengeluarkan izin kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang maupun keramaian. Kegiatan yang dimaksud, baik itu konser musik, pasar malam, resepsi keluarga, unjuk rasa, seminar, pawai, serta pasar malam.

“Apabila ada masyarakat yang membandel, yang tidak mengindahkan perintah personil yang bertugas untuk kepentingan negara, untuk kepentingan masyarakat bangsa negara, kami akan proses hukum dengan pasal 212 KUHP, 216 KUHP dan 218 KUHP,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal.

Simak unggahan dari laman youtube himbauan Menparekraf yang dilekatkan redaksi agar semua pihak untuk mematuhi. Mengatur jarak, jaga kesehatan. Mari melakukan social distance. Kondisi ini sangat ironi dan tentu menjadi perhatian bersama. Menparekraf mengingatkan kembali kalau Pemerintah Pusat telah menetapkan  Masa Tanggap Darurat Bencana Wabah Penyakit Virus Korona sampai tanggal 29 Mei 2020.

Sumber Foto:  Aprillio Akbar / ANTARA