Tren Wisata Baru Tahun 2021

Melva Balemong, Joglo Nugraha, Resort Kembali ke Zaman Jadul, Pariwisata Indonesia, Balemongan Ungaran Resort, Melva Balemong Hotels & Resorts

PariwisataIndonesia.id – Pandemi yang marak di Indonesia sejak pertengahan tahun 2020 lalu ternyata memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap perkembangan tren wisata di Indonesia. Salah satunya berpengaruh dalam tren masyarakat memilih objek wisata.

Kini, akibat pandemi, masyarakat selalu mengedepankan aspek kebersihan dan sterilitas dalam memilih tujuan wisatanya termasuk dalam memilih amenitas untuk menginap.

Melansir dari Okezone, Hal itu disampaikan Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Afdhal Aliasar.

Foto: Feb.ui.ac.id

“Travellers akan mencari hotel yang mengutamakan aspek hygiene, jadi lebih bersih itu lebih yang dicari,” kata Afdhal, dalam diskusi bertajuk “Memicu Lifestyle Halal Menuju Indonesia sebagai Negara Rujukan Pusat Halal Dunia” yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) jelang Hari Pers Nasional (HPN) 2021, pada Rabu 20/01/2021 .

Dirinya memandang bahwa pelancong akan lebih memilih untuk berpergian ke tempat yang tidak jauh dari tempat tinggal atau tempat wisata yang bisa diakses dengan kendaraan pribadi. Sehingga, wisata lokal menjadi lebih menarik minat pelancong.

“Travelers lebih mencari kalau pun naik pesawat tapi tidak jauh-jauh itu akan menjadi sangat penting, mereka tidak ingin terlalu jauh untuk terbang karena risiko terkontaminasi dalam pesawat meningkat kalau seandainya penerbangan jarak jauh, panjang, jadi local tourism menjadi perhatian,” tuturnya.

Pandemi Covid-19 lanjut Afdhal, juga mendorong preferensi untuk aktivitas outdoor lebih diminati. Jika sebelumnya berwisata yang sifatnya massal banyak dilakukan, kini berwisata lebih dilakukan secara grup kecil.

“Inilah yang tetap menghidupkan pariwisata kita, dan paling tentu, tentu adalah protokol kesehatan, bagaimana hygiene, safety diterapkan dengan baik dalam kegiatan halal traveling,” kata dia.

Foto: Humas Kemenparekraf

Untuk menjamin keamanan dalam berwisata, Kementerian Pariwisata juga telah mengimbau hotel dan restoran untuk menerapkan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

Hal penting lainnya dalam penerapan protokol kesehatan saat berwisata di tengah pandemi ialah digitalisasi. Pemanfaatan digital oleh para pelaku usaha menurutnya sangat penting, sebab masyarakat kini telah melek digital dan penetrasi internet berkembang saat pandemi.

“Kalau dulu digital itu pilihan, kalau sekarang adalah mandatory (keharusan),” ujarnya.