Atap Kembar Limas Terpotong, Rumah Tradisional Khas Riau! Objek Wisata Budaya di Batam

Hal yang membedakan rumah tradisional ini adalah memiliki dua puncak atap limas. Rumah Potong Limas adalah salah satu rumah adat khas Melayu dari tempat kelahiran Sandiaga Uno. Bangunan tua ini menjadi kado khusus untuk menteri yang dijuluki "Gercep" agar tidak melupakan tanah kelahiran. Secara khusus, Redaksi mengucapkan bangga kepada Menteri Sandiaga Uno. Berkat dedikasi dan kepeduliaannya yang tinggi terhadap kemajuan pariwisata di Tanah Air. Berani bersikap tidak populis. Kerja-kerjanya, perlahan mulai terbukti. Benar adanya dan nyata! Berikut ulasan lengkapnya.
Rumah Potong Limas

PariwisataIndonesia.id – Hai Sobat Pariwisata, yuk mengenal lebih dekat rumah adat dari Provinsi Kepulauan Riau.

Redaksi turut membagikan tiga video menginspirasi dari channel YouTube netizen.

Kelar nonton, jangan lupa untuk like, subscribe dan klik tombol lonceng.

Tayangan dua video paling buncit, tips yang dibagikan menjadi pemandu wisata.

Penasaran?

Sobat Pecinta Pariwisata Indonesia, salah satu rumah adat tradisional Melayu yang dimaksud bernama Rumah Potong Limas.

Namun, Rumah Potong Kantor Kawat dan Rumah Potong Godang juga bagian dari tiga bangunan sebagai cerminan tempat tinggal di masa itu.

Rumah Tradisional Riau ini menjadi perhatian khusus, ini alasannya Sob!

Siapa tak kenal Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, BBA., MBA?

Namanya tercatat sebagai Menteri berprestasi kerja tercakap. Artinya, tidak di reshuffle! “Yes!”

Kok tahu, hoax bukan?

Datanya didapat dari rilis terkait dengan hasil survey Sandiaga Uno.

Nama lembaga survey tersebut, cukup populer dan akrab di telinga.

Keren, setuju dong?

Alasan artikel Rumah Potong Limas, apa sih? Mau tahu banget (MTB) atau mau tahu (MTA), saja!

Sebagai pengantar, berikut profil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

Sumber mencatat, Majalah Forbes terbitan tahun 2009 menyebutnya pengusaha kaya Indonesia pada urutan ke-29. Tahun 2011, Forbes kembali mengumumkan total kekayaan Sandiaga Uno sebanyak US$ 660 juta atau berada di urutan 37 orang terkaya di Indonesia.

Presiden Joko Widodo menunjuk Menparekraf Sandiaga Uno dalam Kabinet Indonesia Maju untuk menggantikan Wishnutama pada 23 Desember 2020.

Dalam biografi Menparekraf Sandiga Uno, keturunan dari Razif Halik Uno dan Mein R. Uno. Nama belakang Sandiaga yang bermarga Uno karena Sang Ayah berasal dari Gorontalo.

Dulu, Ayah Sandiaga kerja di perusahaan Caltex di Riau. Lalu, Suami dari Noor Asiah lahir di Rumbai, Pekanbaru, Riau, pada 28 Juni 1969.

Kepulauan Riau (disingkat Kepri) adalah sebuah provinsi yang ada di Indonesia. Rumbai adalah sebuah kecamatan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Kota Batam adalah kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau,

Rumah Potong Limas adalah salah satu rumah adat khas dari tempat kelahiran Sandiaga Uno.

Rumah adat tradisional ini sebagai kado khusus untuk menteri yang dijuluki “Gercep” agar tidak melupakan tanah kelahiran.

Secara khusus, Redaksi mengucapkan bangga kepada Menteri Sandiaga Uno. Berkat dedikasi dan kepeduliaannya yang tinggi terhadap kemajuan pariwisata di Tanah Air.

Berani bersikap tidak populis. Kerja-kerjanya, perlahan mulai terbukti.

Benar adanya dan nyata!

“Ohh, begitu!”

Rumah adat Riau khas tradisional Melayu ini bisa dikunjungi di Kota Batam. Bentuknya, ada atap kembar mirip terpotong. Bisa disebut, dominan di bangunan tua itu.

Mengapa populer disebut Rumah Potong Limas?

Redaksi menduga, karena bentuk atap bangunan itu sendiri. Berdiri kokoh di atas tanah namun di atapnya, terlihat seperti limas yang tinggi membumbung dan terpotong. Tempat tinggal khas melayu dari Provinsi Kepulauan Riau ini, berbentuk dua puncak atap limas berkonsep rumah panggung kayu.

Lokasinya persis di tengah-tengah perkampungan tua. Tepatnya berada di Kampung Melayu RT 01/08, Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau 29466.

Ditetapkan sebagai situs budaya untuk pengingat peninggalan sejarah Melayu masih tetap bertahan. Kehadiran rumah adat tradisional menjadi penting sebagai pelestarian budaya khas Melayu Batam, warisan budaya yang terjaga agar tak lekang ditelan zaman.

Bisa juga disebut “simbol historis” sebagai nilai-nilai kearifan lokal maupun sarana pendidikan untuk mengedukasi generasi muda.

Berikutnya, peninggalan ini menjadi salah satu objek pariwisata di Kota Batam.

Oh ya, Sobat Pariwisata. Rumah ini dulunya, dibangun pada November 1959 oleh Haji Abdul Karim atas permintaan Haji Sain. Lama waktu pengerjaan dari awal sampai bangunan rumah ini selesai, setahun.

Saat ini, bangunan tua tersebut tidak lagi dihuni pemiliknya. Dijadikan tempat wisata budaya saja.

Sobat Pariwisata lagi ada di Kota Batam?

Rumah adat tradisional semacam ini sudah sulit dijumpai dan ini satu-satunya yang tersisa.

Tenang! Tidak usah khawatir. Putra Haji Abdul Karim bernama Muhammad Zen dan Abdul Rasyid selaku anak dari Haji Sain siap untuk mendampingi wisata budaya ini.

Sobat Pariwisata, untuk luas Rumah Potong Limas jauh lebih megah ketimbang Rumah Potong Kawat ataupun Rumah Potong Godang. Selain itu, dibangun dengan gaya arsitektur yang khusus dan memakan biaya cukup besar.

Sangat pantas penghuni yang tinggal bukanlah orang sembarangan di kala itu, minimal ditinggali oleh perangkat kesultanan.

Struktur Bangunan

Pada bagian atap, berukuran setinggi dua pertiga dari tinggi tiang bangunan. Jenis kayu yang ada di bagian atapnya digunakan sirap kayu belian, sebagian masih memakai seng.

Bagian dinding, berbentuk tegak lurus terbuat dari papan (kayu.Red) disusun vertikal berukuran: Lebar, perkiraan 18 cm dan ketebalan 2 cm. Ada yang istimewa pada bagian dinding yang berfungsi sebagai penyejuk yakni ornamen loster (lubang angin.Red), berbentuk flora.

Berikutnya tiang. Jumlah tiang di bangunan Rumah Potong Limas sebanyak 16 buah. Untuk ukuran tiang induk: 20 cm x 20 cm dan tinggi diperkirakan 6 meter. Ada juga tiang-tiang tambahan, berukuran 10 x 10 cm.

Lalu, lantai. Pada bagian lantai terpasang dari kayu berkualitas tinggi terbuat dari papan belian dengan ketebalan antara 2-3 cm dengan cara dipaku dan berjumlah ganjil.

Untuk pintu dan tangga. Pintu terbuat dari kayu persegi panjang. Pada bangunan ini, ada pintu model tunggal dan pintu berkuping (bertudung dua.Red). Sementara tangga ini menjadi akses keluar masuk rumah. Untuk anak tangganya juga berjumlah ganjil. Ketinggian tangga, proporsional setara tinggi bangunan rumah.

Sepintas, bentuk bangunan tua ini mirip Rumah Limasan yang terdapat di rumah adat tradisional khas Pulau Jawa.

Penasaran rumah adatnya atau menjadi pemandu wisata, pilih mana Sob?

Sumber Foto: Rumah Potong Limas / Dokumen Riau Berbagi Blogspot