Negeri Prasejarah Di Leang-leang, Eksotik Sob!

Lokasi Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, pariwisata,pariwisata di indonesia,umi kalsum founder dan ceo media pvk group,GUA LEANG-LEANG,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,MEDIA PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,MEDIA PVK GROUP,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,NEGERI PRASEJARAH DI LEANG-LEANG,PARIWISATA DI SULAWESI SELATAN,PARIWISATA INDONESIA,SITUS WISATA PRASEJARAH,TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG-BULUSARAUNG,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA,WISATA MAKASAR
Lokasi Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung

PariwisataIndonesia.id – Sulawesi Selatan memang memiliki banyak destinasi wisata yang mengagumkan. Sebut saja wisata budaya di Tana Toraja, wisata Alam di Pantai Losari, atau wisata sejarah di Benteng Rotterdam. Namun, tidak hanya sampai di situ. Sulawesi Selatan ternyata juga memiliki harta karun situs wisata prasejarah yang eksotis.

Situs prasejarah ini bisa Sobat Pariwisata temukan di dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung.

Taman Nasional yang masuk di dalam wilayah administrasi Kabupaten Pangkep dan dan Kabupaten Maros ini memiliki pegunungan karst berumur ribuan tahun dan terbesar kedua di dunia.

Bebatuan karst di sini terbilang unik, karena jenisnya hanya bisa ditemukan di Guangzhou, China dan Teluk Halong, Vietnam. Di area pegunungan karst ini terdapat Taman Prasejarah Leang-Leang.

Dalam bahasa masyarakat lokal, Leang berarti liang atau lubang kecil. Memang, di kawasan Leang-Leang banyak terdapat gua prasejarah yang berumur ribuan tahun.

Gua ini bukan sekedar gua biasa, Sobat Pariwisata! Gua yang diperkirakan dihuni oleh manusia purab sekitar 8.000-3.000 SM itu menyimpan banyak peninggalan, loh.

Salah satu yang terkenal adalah cap telapak tangan berwarna merah hingga kehitaman yang ada di dinding gua, sama seperti yang ada di Gua Tewet, Kalimantan Timur.

Cap tangan ini diduga sebagai milik salah satu anggota suku setelah melakukan ritual potong jari, yang dilakukan sebagai tanda berduka karena ditinggal mati oleh orang terdekat. Ritual potong jari ini mirip seperti yang dilakukan oleh Suku Dani di Papua, ya, Sobat Pariwisata.

Selain cap telapak tangan, juga terdapat lukisan dinding yang menceritakan kehidupan masyarakat kuno pada masa itu. Seperti gambar babi rusa sedang melompat dengan anak panah di bagian dadanya.

Lukisan ini seolah-olah menceritakan bagaimana manusia purba melakukan perburuan terhadap hewan endemik Sulawesi.

Selain lukisan, di gua-gua prasejarah juga terdapat banyak perkakas manusia purba seperti alat serpih bilah, mata panah, dan kulit kerang.

Ada juga tulang-tulang hewan yang diperkirakan menjadi sisa makanan manusia purba kala itu.

Kawasan ini ditemukan pertama kali sekitar tahun 1902 oleh naturalist berkebangsaan Swiss. Selanjutnya, pada tahun 1950, dua orang arkeolog Belanda menemukan gua-gua prasejarah ini.

Meski merupakan situs prasejarah, kawasan Leang-Leang sudah cukup nyaman untuk dijadikan objek wisata. Fasilitas yang tersedia di lokasi itu juga terbilang lengkap.

Mulai dari rumah adat, baruga, shelter, toilet, jalur tracking, papan interpretasi, hingga loket penjagaan. Adanya anak-anak tangga juga memudahkan para pengunjung dalam perjalanan menuju gua. Tapi, hati-hati melangkah saat berada di gua yang licin dan sempit, ya.

Selain itu, pemandangan di kawasan Leang-leang juga sangat asri. Gugusan pegunungan karst (cadas), rumput hijau membentang, serta bebatuan cadas akan membuat

Sobat Pariwisata seolah-olah berada di zaman prasejarah. Semua itu dipadu dengan udara sejuk yang membuat pengunjung betah berlama-lama di tempat ini.

Kawasan Leang-leang ini cukup mudah dijangkau, hanya berjarak sekitar 46 kilometer dari pusat Kota Makassar. Selain itu, tiket masuknya juga cukup terjangkau, hanya 2.000 rupiah untuk pelajar dan 3.000 rupiah untuk wisatawan lokal. Sedangkan untuk turis asing, dikenakan biaya 10.000 rupiah.

Jika Sobat Pariwisata berkunjung ke Makassar, yuk sempatkan untuk menyaksikan peninggalan manusia purba ini.(Nita/Ksmt)


Foto headline: Lokasi Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung / Ilustrasi foto: Kompilasi dari Tangkapan Layar Instagram 2persen dan doc_h_