The Hidden Paradise Of Gorontalo

Pariwisata Indonesia, Taman Laut Olele

Pepatah itu emang cocok buat Taman Laut Olele. Soalnya, tanpa promosi yang jor-joran tempat ini sudah banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai Negara. Keindahan Taman Laut Olele bahkan lebih unggul dari Raja Ampat, Bunaken, dan Gili Trawangan. Gak percaya? Ikuti penelusuran kami mengarungi Taman Laut Olele.

Tepat pukul 02.00 WITA kami sudah bersiap menuju desa Olele kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango dengan ditemani pemandu kami bernama Oka. Secara geografis letak Taman Laut Olele berupa lembah dengan jarak tempuh sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Gorontalo dan membutuhkan waktu dua jam untuk sampai ke taman tersebut.

Menuju Desa Olele, kamu akan menyisir jalan berkelok, melintasi perumahan penduduk dengan pemandangan yang kontras. Di satu sisi kita terkesima dengan tebing-tebing curam berpohon dan di sisi lain, hambaran laut biru hijau tanpa batas membentang membuat bikin tercengang.

Pantai Olele merupakan pintu gerbang menuju surga Taman Laut Olele dengan alam bahari yang sangat indah. Para penyelam dunia telah membuktikannya dengan mata kepala mereka sendiri Gaaees!. Mereka menyatakan bahwa sebagian biota laut yang terdapat di sana gak ada di perairan lain.

Pariwisata Indonesia, Taman Laut Olele
Diving Taman Laut Olele / Foto: pariwisataindonesia.id

Sekitar dua jam lebih akhirnya kami tiba di pantai dan langsung disambut Yunis dan Mr. Rantje Allen dari Miguel’s Diving yang memandu kami menyelami keindahan alam bawah laut Olele. “Kalian berdua akan menemui keajaiban bawah laut di sini,” tutur pria yang pertama kali menemukan Gua Jin. Tak beberapa lama kami menuju kapal Tamarin dan bersiap-siap untuk membuktikan ucapan Mr. Rantje, hanya butuh waktu 10 menit kami tiba di spot pertama untuk melakukan diving dan snorkeling. Setelah mendapat pengarahan singkat kami satu persatu terjun kelaut, ditemani Yunis sebagai pemandu kami.

Hhhmm.. terbelalak mata kami dan berdecak kagum akan keindahan yang terhampar di hadapan, terumbu karang yang belum terjamah dihiasi oleh pelangi ikan dan biota laut lainnya. Salah satu terumbu karang langka yang bisa ditemui adalah terumbu yang menyerupai karya seni ukir perupa Picasso dari Italia. Masyarakat menamainya sebagai terumbu karang Picasso. Jika penyelam beruntung dapat bertemu mamalia laut ikan lumba-lumba, yang dengan tidak malu-malu menyambut kedatangan penyelam.

Menurut Mr. Rantje, Taman Laut Olele ini selalu menjadi incaran para wisatawan dan pecinta olahraga laut dari seluruh penjuru dunia. Sebab, di taman laut Olele ini lingkungannya masih begitu alami. Pantainya juga tidak begitu ramai, bila dibandingkan dengan kawasan Taman Laut lainnya. Laut Olele begitu cantik, membuat wisatawan asing kerap mengunjungi Taman Laut Olele untuk memacu adrenalin lewat diving dan snorkeling. Bagi yang bukan penyelam, jangan khawatir, perahu kayu berkaca asli buatan penduduk siap membawa wisatawan berpelesir mengarungi perairan untuk menikmati keindahan tampak atas terumbu karang, ikan-ikan dan biota laut lainnya.

Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, telah menetapkan Olele sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD). Tujuannya untuk menjaga dan melestarikan biota laut endemik, terumbu karang serta keindahan bawah laut lainnya. Sehingga diharapkan potensi taman laut olele tetap terjaga dan lestari ya Gaaees!. Selain itu Pemerintah Daerah setempat juga sudah menyetujui kawasan tersebut sebagai arena Fun diving dan scientific diving.

Jika berkunjung ke Gorontalo, tak lengkap rasanya kalau tidak mengunjungi lokasi ini. Maklum, ketenaran Pantai Olele menggaung hingga di daerah lain sehingga mendapat julukan The Hidden Paradise Of Gorontalo. Namun hal ini bisa menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat Gorontalo serta stekholder terkait dalam hal pembenahan fasilitas yang harus segera dilakukan, terutama pembangunan hotel maupun resort yang berkualitas seusai dengan standard, diving boat yang cukup besar, dan pengadaan fasilitas umum terutama di pesisir Olele seperti restaurant, shower  dan changing room untuk para wisatawan bahari nantinya.

Tips:

Musim diving di Pantai Olele pada bulan November sampai April. Sewa alat diving Rp.300.000,- s/d Rp 700.000,- / jam | harga sudah included kapal. Namun untuk bersnorkeling saja harga sewa kapal Rp.150.000,- s/d Rp 500.000,- (sampai puas dan sudah termasuk alat bersnorkeling). Pastikan loh, penyelam memiliki lisensi diving, jangan ambil resiko. Sekalipun snorkeling tetap harus dalam pengawasan pemandu, bagi yang belum bersertifikasi diving disarankan hanya snorkeling.

Netizen yang membagikan cerita indahnya saat wisata ke Taman Laut Olele. Yuk, lihat keseruan Netizen yang snorkeling dan diving.

Netizen@jsanchia, berbagi cerita dalam postingan di Instagram wisata snorkeling ke Taman Laut Olele.

Ibu cantik dan tampak wanita sosialita dalam semua postingan di instagramnya. Membagikan cerita indah bersama keluarga saat wisata ke Taman Laut Olele. Ia hadir dan berada disini bersama keluarga. Netizen yang selalu menjaga penampilan atas nama di instagramnya@yulie776, memposting Ikan Hiu Paus dan Keluarganya yang Snorkeling di Taman Laut Olele.

Yuk, lihat dua videonya, hiii..serem dan keren banget, tampak memesona birunya air laut dan keindahan bawah laut.

https://www.instagram.com/p/BykEqlVpNPM/

https://www.instagram.com/p/BykH7etlxi4/

Netizen@albert.bong, berbagi cerita dalam postingan di Instagram wisata snorkeling ke Taman Laut Olele.

Netizen@vannylo, berbagi cerita dalam postingan di Instagram wisata diving ke Taman Laut Olele. Dua foto instagramnya, ia posting untuk memberitahu betapa indahnya kehidupan di bawah lautnya. Wouw, keren!

Netizen@alhamprasogo, berbagi cerita dalam postingan di Instagram wisata diving ke Taman Laut Olele. Ia posting untuk menjelaskan betapa indahnya kehidupan di bawah laut di Taman Laut Olele. Wouw, keren!