Keanehan Rakyat Indonesia

Rakyat Indonesia harus diakui mayoritas (maaf) masih banyak yang belum cerdas. Memilih orang untuk mengurus negara mereka masih asal2an yang penting senang sesaat Buat mereka.

Contoh : mereka memilih Komeng sebagai anggota DPD karena terkenal dan lucu (saya bukan tidak suka tapi kurang tepat pelawak menjadi anggota dewan).

Mereka tidak paham, ini urusan mengelola negara bukan panggung lawak. Sekali lagi maaf, Rakyat Indonesia lebih mempercayakan urusan negara ke Seorang Pelawak.

Begitu juga memilih Presiden dan Wakil Presiden, Mereka memilih Gibran yang notabene anak baru kemarin sore yang tidak paham soal negara. Mereka pilih, karena anak seorang presiden. Padahal, sebagai walikota solo masih banyak persoalan di Solo yang belum ia selesaikan bahkan terbengkalai.

Mereka lebih senang memilih calon yang memberikan Sembako dan uang saat ini daripada calon yang cerdas dan peduli terhadap kesejahteraan rakyat.

Sepertinya Rakyat Indonesia lebih senang menderita dan hidup sengsara. Karena faktanya mayoritas memilih tidak berdasarkan visi misi calon Presiden dan wakil Presiden untuk kemakmuran bangsa tapi berdasarkan berapa uang yang diberikan saat kampanye.

Rakyat Indonesia mayoritas tidak memikirkan masa depan untuk penerusnya, tapi lebih memikirkan hari ini makan apa, besok urusan nanti. Inilah potret Keanehan Rakyat Indonesia yang kita Cintai.(Achmad Ichsan)