Menyelam Bersama Raksasa Laut, Oh My God

Papua, I'm Coming. Let's go Taman Nasional Teluk Cendrawasih!
bercanda dengan raksasa laut, Pulau Mioswar, Goa di Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Indonesia Traveller, Website Pariwisata Terpercaya, Media Pariwisata, Situs Pariwisata Terfavorit Indonesia, Pariwisata, Indonesia Tourism

Berjumpa dengan ikan terbesar di muka bumi merupakan pengalaman yang tiada duanya. Apalagi menurut penelitian, ikan ini telah hidup sejak 60 hingga 70 juta tahun yang lalu.

Kabar baiknya, pengalaman ini bisa Sobat Pariwisata dapatkan di Indonesia, tepatnya di Teluk Cenderawasih, Papua.

Taman Nasional Teluk Cenderawasih merupakan taman nasional laut terbesar di Indonesia. Sebagai titik pertemuan arus panas dan arus dingin, lautan di taman nasional ini menyimpan kekayaan biota laut yang tidak ada di tempat lain.

Di kawasan ini terdapat lebih dari 500 jenis terumbu karang serta lebih dari 200 jenis ikan, seperti butterflyfish, angelfish, damselfish, parrotfish, rabbitfish, dan anemonefish.

Selain itu, juga menghadirkan mega fauna seperti dugong (Dugong dugon), Napoleon wrase, serta berbagai jenis penyu dan hiu.

Salah satu primadona para wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Teluk Cenderawasih adalah Rhincodon typus atau hiu paus (whale shark). Tidak seperti rekan hiu lainnya, ikan yang saat dewasa bisa mencapai panjang sekitar 10 meter ini, termasuk hewan jinak.

Sobat Pariwisata bisa berenang di sekitar mahluk ini tanpa khawatir ditelan. Hiu paus ini cuma menyantap plankton dan ikan-ikan kecil.

Raksasa laut ini bisa Sobat Pariwisata temukan di Taman Nasional Teluk Cendrawasih hampir sepanjang tahun. Namun, bulan Mei hingga Oktober adalah waktu yang disarankan untuk berkunjung ke sini, karena di waktu-waktu tersebut hiu paus akan datang bergerombol.

Hiu paus ini mudah didapatkan di perairan Desa Kwatisore. Para nelayan menganggap kehadiran gurano bintang (hiu bintang) di sekitar bagan mereka, akan menjauhkan para pemangsa atau hiu lain. Sebagai wujud terima kasih, para nelayan akan membagikan sebagian ikan-ikan kecil yang terjaring di jala kepada hiu-hiu paus tersebut.

Hubungan akrab tersebut terus dijaga demi keberlangsungan hiu paus di Teluk Cenderawasih. Pengunjung yang ingin berinteraksi dengan satwa ini pun harus mematuhi berbagai aturan, seperti tidak menggunakan flash saat memotret dan tidak menunggangi hiu saat menyelam.

Jarak dan jumlah penyelam pun dibatasi agar hiu-hiu paus ini tetap merasa aman dan tidak terancam.

Untuk merasakan langsung pengalaman tadi, Sobat Pariwisata bisa menggunakan dua rute menuju Taman Nasional Teluk Cenderawasih, yaitu via Nabire dan via Manokwari. Meski harus menempuh perjalanan jauh, itu semua akan terbayar dengan pemandangan surga laut Indonesia ini.

Taman nasional yang terdiri dari beberapa pulau ini juga menawarkan wisata lain selain pemandangan bawah laut yang menakjubkan. Seperti Pulau Mioswar. Di sini terdapat goa-goa cantik dan unik, dilengkapi dengan sumber air panas yang mengandung belerang tanpa kadar garam. Di goa bersejarah ini, terdapat kerangka leluhur etnis Wandau, piring-piring antik, juga peti berukir.

Di Pulau Rumberpon yang terkenal dengan pasir putih sepanjang 6 kilometer, Sobat Pariwisata bisa melakukan pengamatan burung, penangkaran rusa, mengunjungi hutan bakau, serta melihat kerangka pesawat tempur Jepang yang jatuh di laut.

Selain itu, Sobat Pariwisata juga bisa menemukan gereja tua yang masih menyimpan injil terbitan tahun 1898 di Pulau Roon. Nikmati juga keunikan perumahan penduduk Desa Yende yang dibangun di atas air.

Dengan semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung, fasilitas di Teluk Cenderawasih pun terus dilengkapi. Penginapan, guide, speedboat, hingga penyewaan peralatan snorkeling menjadi beberapa fasilitas yang mudah didapatkan di sana.

Satu lagi, jangan sampai lupa untuk kembali pulang. Hehehe…., Ramah-ramah penduduknya, ya! Keraamahan dirasakan sejak Sobat Pariwisata menjejakkan kaki di Bumi Cendrawasih. Let’s go Taman Nasional Teluk Cendrawasih! (Nita/Kusmanto)

Follow: @pariwisataindonesiaofficial, #pariwisataindonesiaofficial