Tradisi Pawai Jampana, Jangan Lupakan Sejarah

Tradisi Pawai Jampana, Jangan Lupakan Sejarah

Ungkapan Syukur Warga Jawa Barat atas Kemerdekaan RI

Kata ‘Merdeka” dimaknai sejahtera, bisa juga kemakmuran. Merdeka artinya, ya bebas!

Kata kunci makmur. Kata kunci sejahtera. Dan kata kunci bebas. Terletak di satu kata ini, MERDEKA!

Apa itu Merdeka ? Ya bebas dari tekanan. Bebas dari penindasan. Bebas dari pemaksaan. Bebas dari Covid-19!

Jika ditanyakan kepada para petani. Tanyakan juga kepada para karyawan outsourcing. Pertanyaan bersifat riset, mengumpulkan data. Keseragaman pandangan menjelaskan persepsi dominan responden. Baik partisipan maupun berbayar cari ‘benang merah!’

Video Ig dari netizen@kataraj01_official.

View this post on Instagram

#Latepost, video dokumentasi kegiatan "Festival Jampana" oleh #kataraji bersama seluruh warga kampung Bukanagara 01 (17-08-18) – Kegiatan yang berlangsung sederhana nan meriah ini merupakan sebuah tradisi tahunan pesta rakyat yang rutin diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT RI (73) di kp Bukanagara, Pagerwangi Lembang. "Saat acara, seluruh warga kampung ber-iring-iringan mengelilingi daerah sekitar – sembari membawa jampana (semacam tandu – berisi makanan) disertai juga kesenian tradisional – lalu kemudian finish di lapangan terbuka untuk makan bersama (botram) seluruh warga yang ada di lingkungan." Kutip dari Bapak Rizki selaku Ketua Rukun Warga kp Bukanagara 01. – – Full dari video ini ada di Youtube ! [link ada di bio] Video diambil dari salah satu channel @yopiryan0929 (kataraji) & Terimakasih kepada : Warga kp Bukanagara 01 – @kkndesapagerwangi – Kang @andiden_lesmana @tony_zrambah selaku Ketua & Wakil daripada struktur #kataraji 2018 – Tim Dokumentasi kegiatan @alghifarikh @sofyanuden @nabilap96_ @yopiryan0929 @therealrzlmlna & seluruh pihak yang telah membantu mensukseskan berlangsung acara ini 🙌 – Sampai bertemu di acara festival jampana berikutnya & #Salam – KATARAAAJI ! . BUKANAGARAAA — KAHIJI ! . see u on 2019 😊🙋 – @disparbudbandungbarat @disparbudjabar @genpijabar @pustekkom_kemdikbud @jokowi @ridwankamil @portalembang @lembang.bandung @infolembang @explorebandungbarat @bandung.banget @netmediatama @humasbdg @pikiranrakyat @pesonajawabaratku @wonderfullindonesia #kataraji01 #dirgahayu #republikindonesia #kemerdekaan #karangtaruna #jampana #festivaljampana #73 #merdeka #bukanagara #pagerwangi #lembang #bandung #bandungbarat #vlog #dokumenter #portalembang #lembangbandung #infolembang #GenPIjabar #hayukajabar #pesonaindonesia

A post shared by Karang Taruna Bukanagara 01 (@kataraji01_official) on

Persempit dua hal, Pertama sasaran responden. Kedua responden adalah rakyat kebanyakan. Jawaban pasti tidak sama. Mari tanyakan, “benarkah kita sudah merdeka ? Jawaban paling dominan, ‘sopo sing bilang?’

Kemerdekaan jembatan emas hadirkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Nggak ada kemakmuran. Nggak ada kesejahteraan tanpa merdeka. Indonesia harus berjuang melawan hegemoni penjajahan, Bangsa Indonesia berjuang melawan Covid-19.

Penuh bangga netizen@herdiana_10, memposting di instagram. Ini fotonya!

Tapi kemerdekaan harus direbut dengan air mata, darah, dan nyawa. Kalau bangsa tertatih melawan Covid-19, hanya bangsa bodoh melupakan jasa-jasa para pahlawan yang dulu telah berjuang memerdekakan bangsa. Alhasil, perjuangan berdarah-darah para pahlawan diproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Peringati hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia jadi salah satu momen bahagia semua rakyat. Tepat di awal bulan, biasanya warga pasang bendera Merah Putih. Halaman rumah dihiasi semarak bendera sebagai perlambang Sang Saka Merah Putih Berkibar. Umbul-umbul maupun beragam bendera Merah Putih, sepanjang jalan protokol seliweran simbol pekik ‘Merdeka!’

Tepat di Hari Ulang Tahun Republik Indonesia itu, rakyat pun melaksanakan berbagai kegiatan sebagai wujud kegembiraan. Setiap tanggal 17 Agustus yang sekaligus hari libur nasional, rakyat Indonesia akan melaksanakan upacara pengibaran bendera di lingkungan masing-masing. Setelahnya, Sobat Pariwisata pasti sudah sering menyaksikan berbagai kegiatan khas masyarakat, yang diadakan sebagai wujud kesyukuran atas kemerdekaan yang telah diraih.

Tampil dalam beberapa foto Pawai Jampana, unggahan dari instagram@uninusbandung.

View this post on Instagram

Kaulinan Barudak dan Jampana menjadi kegiatan terakhir pada rangkaian Acara Bina Mahasiswa (BIMA) 2019 yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Jumat 08 November di Tepas FKIP. Bina Mahasiswa FKIP Uninus (BIMA FKIP Uninus) merupakan kegiatan pembinaan mahasiswa baru tingkat fakultas yang diadakan selama 2 bulan setiap hari Sabtu. Tujuannya untuk menanamkan spirit akademik, jiwa organisasi dan jati diri seorang calon pendidik. Acara BIMA 2019 ini pun ditutup dengan Kemeriahan Malam Inaugurasi sekaligus pengukuhan dan pelantikan SEMA FKIP periode 2019-2020. #bima2019 #jampana #kaulinanbarudak #fkipuninus #mahasiswauninus #uninus #uninusbandung

A post shared by Universitas Islam Nusantara (@uninusbandung) on

Sobat Pariwisata pasti pernah melihat atau ikut berpartisipasi dalam berbagai lomba yang diadakan di berbagai tempat. Panjat pinang, balap karung, hingga menghias gapura, adalah sebagian lomba dan kegiatan yang dilakukan pada peringatan hari bersejarah bangsa Indonesia.

Video IG dari postingan netizen di instagram@guntur_ren.

Kemeriahan hari kemerdekaan ini juga ikut dirayakan oleh masyarakat Jawa Barat, khususnya Bandung. Namun, di kota ini, ada sebuah tradisi unik yang bisa Sobat Pariwisata saksikan. Tradisi itu bernama Pawai Jampana. Tradisi unik, dihelat setiap tahun untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia.

Sesuai namanya, pada Pawai Jampana (tandu), para peserta pawai akan membawa tandu besar. Di pawai ini, Sobat Pariwisata bisa melihat tandu-tandu dengan bentuk yang beraneka ragam, seperti rumah, masjid, kendaraan, hingga miniatur hasil produksi warga.

Tampil dalam kreasi Pawai Jampana di posting di instagram@cep_tr.

View this post on Instagram

Buta nyaan..😁

A post shared by asep taryana (@cep_tr) on

Tandu berisi hasil bumi, hidangan makanan, hingga hasil kerajinan masyarakat itu, akan dipikul oleh minimal empat orang pemuda. Secara bersama-sama, tandu-tandu akan diarak beriringan menuju ke satu tempat yang telah ditentukan. Rombongan tandu ini juga diiringi dengan alunan dari alat musik tradisional maupun modern.

Setelah tiba di lokasi, hasil bumi yang dibawa akan diperebutkan oleh masyarakat. Sementara, hidangan makanan yang berupa biasaya berupa nasi tumpeng, akan dimakan oleh peserta pawai secara bersama-sama.

Instagram@aridwchyn_200_, memposting Video IG dalam beberapa unggahan jadi satu. Tonton tradisi Pawai Jampana. Yuk!

Tidak ada catatan khusus kapan pertama kali Pawai Jampana ini diselenggarakan. Namun diyakini, pawai ini telah berlangsung sejak lama. Biasanya pawai ini dilakukan dalam acara-acara syukuran, termasuk syukuran atas peringatan kemerdekaan Indonesia. Tradisi Pawai Jampana terus dilakukan karena masyarakat masih menjunjung tinggi dan melaksanakan tradisi-tradisi peninggalan nenek moyang mereka.

Postingan Ibu-ibu cantik, dalam Pawai Jampana di unggah di instagram@anty_cute79.

Sobat Pariwisata, Pawai Jampana adalah salah satu kekayaan nusantara yang patut kita lestarikan, selain karena nilai budayanya, juga karena nilai moral dan kebersamaan yang terkandung. (Nita/Kusmanto)

Jepretan foto-foto Pawai Jampana di posting melalui akun instagram@iphey_rocha.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )