Wisata Uji Adrenalin, Rasa “Nano-Nano” Jadi Asoy Geboy dan “Sik Asik”

Arung Jeram Sungai Cicatih, rekomen buat wisatawan pecinta tempat-tempat baru yang seru dan menantang. Pas banget bersama pasangan, rombongan keluarga dan gathering kantor. Selain itu, Redaksi juga menyematkan Foto Headline Artikel penampilan Menparekraf Sandiaga Uno. Momen tersebut ketika menteri yang dijuluki “Gercep” menyambut baik gerakan-gerakan masyarakat dan industri untuk kolaborasi bersama, bersatu padu bangkitkan lagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Berikut ulasannya.
Menparekraf Sandiaga Uno didampingi Kartini masa kini yang berjuang untuk Pariwisata Indonesia dan Ekraf

PariwisataIndonesia.id – Hai Sobat Pariwisata, Kota Sukabumi menyimpan banyak tempat wisata yang menarik buat dikunjungi. Mulai dari tempat wisata alam, sejarah, adat dan budayanya. Salah satunya adalah tempat wisata alam berbau advanture dan menguji adrenalin, yakni Arung Jeram di Sungai Cicatih.

Baca juga:  Ladu Arai Pinang! Camilan Khas Minangkabau, Yummy Rasanya…

Redaksi memiliki dokumentasi wisata menguji adrenalin tersebut. Wisata outdoor ini sebelum pandemi Covid-19, ya Sob!

Melintas lewat aliran sungai dengan perahu karet tiup dikelilingi pemandangan alam yang cantik tentunya, sensasi lain sebagai bonus.

Baca juga:  Kemilau Jembatan Ampera Terfavorit! Wisata Penuh Historis dan Sabet Anugerah Penghargaan PVK Award 

Di sebelah kanan dan kiri sungai terdapat banyak pohon yang tumbuh subur, udara di sini segar dan pemandangannya asik.

Sungai ini terbilang cukup deras dan berliku. Menelisik sumbernya, sudah pasti berasal dari Gunung Salak dan Gunung Gede.

Wisata ini terbilang menantang dan mengandalkan tim yang kudu kompak.

Tidak menampik, untuk berhasil melewati beragam rintangan dari batuan besar dan terjalnya arus sungai, kehadiran pemandu punya arti yang penting.

Dia memiliki pemahaman teknis. Mampu menganalisa medan secara kognitif. Kehadirannya membuat penumpang terasa nyaman.

Pemandu bernama Ujang usianya lebih kurang 30an tahun, melatih cara menggenggam gayung dan saat mendayung. Mirip mengendarai mobil, belok kiri belok kanan. Bedanya yang kita tumpangi tak bermesin.

Pembekalan teknik dasar arung jeram diberikan sebelum berlarung. Saat itu, sudah mengenakan pelampung dan helm batok dengan warna yang terang.

Dia juga membekali tips ketika tenggelam. Cara menyelamatkan dari bebatuan dan derasnya arus. Diungkapkannya, ketika musim-musim hujan yaitu pada Bulan Desember, arus di sungai terasa lebih deras.

Meski begitu, katanya, “Suasana begini, ciptakan keistimewaan tersendiri dan menguji adrenalin. Dijamin menyenangkan dan asik banget,” jelas Ujang.

Keseruan dimulai. “Ooh La La…!”

Arung Jeram Sungai Cicatih (Dok. Web Pariwisata Indonesia)

Awal mula, diliputi rasa takut. Mirip-mirip gangguan kecemasan yang akut. Kepikiran karena tak pandai berenang.

Perlahan trip di atas air melintas. Perdana, perasaan nano-nano. Berikutnya, “Eh, enak juga nih!”

Makin kesininya, keceriaan dan semakin menyenangkan.

Oh, ya Sobat! Wisatanya pun menyediakan paket couple.

Saat redaksi menjumpai spot bagus buat foto-foto, momen indah itu tidak terlewatkan. Malah, sebentar-bentar minta berhenti.

Dibantu pemandu mengabadikan momen tersebut, berdiri di atas batu besar berlatar pengunjung lain yang tertinggal dibelakang berasa heroistik!

Baca juga:  Atap Kembar Limas Terpotong, Rumah Tradisional Khas Riau! Objek Wisata Budaya di Batam

Berpose berdiri sambil unjuk dayung di tangan, buat mereka yang lagi kasmaran bikin orang lain iri. Drama banget deh.

Silakan dicoba!

Ujang juga menceritakan, dia sudah kerja lima tahun dan memperoleh sertifikat sebagai pemandu. Bahkan, katanya, arus sungai Cicatih terbilang deras. Tapi, debit airnya tidak surut-surut meskipun musim kemarau.

Redaksi menanyakan kepadanya soal tamu penikmat adrenalin. Dijawabnya, mereka yang berlibur di sini kebanyakan berpasangan, rombongan keluarga ataupun gathering kantor.

Lanjut cerita Ujang, meski arusnya deras, salah satu penyedia jasa wisata ini sudah terbiasa.

Terungkap dalam ceritanya, kalau Sungai Cicatih mempunyai tingkatan dari level 1 yang termudah sampai level 4 yang tersulit.

Baca juga:  Tari Saman! Budaya Nusantara Pesona Tanah Rencong Awal Tercipta Jadi Media Dakwah Mentransformasi dan Mendunia

Redaksi ketika itu, pilih kategori di tengah-tengah. Jika ada kesempatan, kepingin lagi ke level 4. Dahsyat!

Untuk pemula dan masih ragu-ragu, disarankan pertama kali mencoba olahraga arung jeram harus berpikir positif. Waspada boleh, khawatir berlebihan jangan.

Pasalnya, pihak pengelola menyiapkan tim profesional berstandar internasional untuk memandu dan mendampingi Sobat Pariwisata.

Pihak pengelola teramat sangat dalam memperhatikan keselamatan dan keamanan tamu.

Silakan uji adrenalin dengan mencoba keseruan bermain arung jeram di Sungai Cicatih dengan jarak yang berbeda mulai dari 9 km sampai 26 km, tentunya biaya yang dikeluarkan juga berbeda, tergantung jarak tempuh.

Redaksi berhasil ketika itu, merangkum daftar biaya untuk bisa menikmati arung jeram dari sejumlah penyedia jasa di lokasi tersebut.

Berikut harga mereka tawarkan, hasil penulusuran lapangan:

Arung jeram 9 KM: Rp. 270 ribu/orang.
Arung jeram 12 KM: Rp. 280 ribu/orang.
Arung jeram 22 KM : Rp. 395 ribu/orang.
Arung jeram 26 KM : Rp. 405 ribu/orang.
(Harga bisa berubah, naik dan turun relatif.Red).

Biaya tersebut sudah termasuk perlengkapan seperti pelampung, dayung, helm dan tentunya didampingi oleh tim profesional.

Selain mendapatkan perlengkapan, biaya tersebut juga sudah termasuk sesi foto-foto.

Karena tidak mungkin, Sobat Pariwisata bisa berfoto-foto ketika menikmati arung jeram.

Hasil fotonya tidak mengecewakan, pasti Sobat Pariwisata menyukainya.

Bukan hanya arung jeram saja yang tersedia di Sungai Cicatih.

Di sini terdapat outbound seperti paintball dengan biaya Rp. 120 ribu untuk durasi 20 menit, minimal 30 orang.

Ada juga flying fox Rp. 90 ribu, minimal 30 orang dan yang terakhir akomodasi kamping Rp. 200 ribu sudah termasuk 2 kali makan dan mendapatkan cemilan.

Tempat wisata ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB sampai 17.00 WIB.

Sebagai pemikat daya tarik wisatanya, berikut satu video “perfecto” dari netizen di galery YouTube Maryadi channels. Kelar nonton, jangan lupa untuk like, subscribe dan klik tombol lonceng.

Nonton, yuk!

Di sekitar tempat ini terdapat hotel, jadi Sobat Pariwisata tidak usah khawatir jika ingin bermalam mencari penginapan. Fasilitas yang disediakan tempat ini sangat lengkap. Tertarik, Sob?

Secara terpisah, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyambut baik gerakan yang dibuat industri untuk bersatu padu membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Disebut oleh menteri yang dijuluki “Gercep dan Gaspol”, katanya, terdapat lebih dari 30 juta masyarakat bergantung pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Ekraf).

Baca juga:  Umi Kalsum Pejuang Pariwisata Indonesia! Sosok Kartini Palembang dan Menginspirasi

Menteri Gaspol mengucapkan:

“Hari ini kami sangat berbahagia bahwa industri di sektor pariwisata menyatakan akan bergerak melawan COVID-19. Tentunya ini butuh dukungan akan kepatuhan dan kedisiplinan kita untuk menerapkan protokol kesehatan. Jadi saya ucapkan terima kasih atas inisiatifnya dan kami siap untuk berkolaborasi,” kata Menparekraf seusai acara deklarasi, berlangsung di Jakarta, Senin (19/4) kemarin.

Tampak di foto headline artikel, selain Menparekraf Sandiaga Uno hadir mendampingi wanita cantik dan hebat. Kartini masa kini dalam memperjuangkan Pariwisata Indonesia, yakni Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo. Beliau Wamen termuda dalam sejarah kemenparekraf sekaligus most beautiful woman.

Kartini masa kini berikutnya yang ikut mendampingi menteri handsome adalah sosok wanita separuh baya. Tak lain dan tak bukan namanya populer di kalangan akademisi adalah Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani.

Saat ini, wanita tangguh yang akrab dipanggil Ibu Giri bisa disebut paling cekatan dan sabar dalam mendampingi semua kebutuhan menteri gercep.

Mengomentari itu, Redaksi berpesan, “Kompak-kompak, ya!”

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sandiaga Uno berharap pariwisata dan Ekraf, Insya Allah bangkit dan pulih kembali. Lanjut pesan menteri gercep, kuncinya semua pihak harus disiplin, “CHSE harus kita terapkan.” katanya mengingatkan. (Eh/Ay/Bu).

Selanjutnya >>>  UNESCO Akui 10 Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Termasuk Tari Saman? Ada, Dong!


Foto headline, sumber: Dok. Laman Kemenparekraf.