Berkunjung ke Rumah Perancang Lambang Negara

Istana Kadriah, Cikal Bakal Kota Pontianak
Pariwisata Indonesia

Sobat Pariwisata masih ingat nama Sultan Hamid II? Beliaulah perancang lambang negara kita, Garuda Pancasila. Beliau adalah salah satu Sultan Kerajaan Pontianak lahir pada tanggal 12 Juni 1913. Kali ini kita akan mengintip ke Istana Kadariah, Istana Kesultanan Pontianak sekaligus rumah perancang lambang negara Indonesia.

Pariwisata Indonesia

Kata orang Pontianak, belum lengkap mengunjungi Ibukota Kalimantan Barat ini jika belum mengunjungi Istana Kadariah. Istana ini terletak di Jalan Tanjung Raya I, Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kalimantan Barat. Untuk menuju ke sana, Sobat Pariwisata bisa menempuh jalur darat selama 15 menit dari Kota Pontianak, atau melalui jalur sungai dengan menggunakan speedboat atau perahu dari Pelabuah Senghie.

Istana yang terbuat dari kayu Belian ini berbentuk rumah panggung dan didominasi dengan cat warna kuning. Menurut budaya Melayu, warna kuning melambangkan kejayaan dan budi pekerti. Istana ini mulai dibangun pada tahun 1771 dan selesai pada tahun 1778.

Pariwisata Indonesia

Sebelum memasuki istana, Sobat Pariwisata harus melewati gerbang atau gapura bercat kuning dan hijau. Di atas gerbang ini terdapat markas untuk para penjaga istana. Setelah melewati gerbang, Sobat Pariwisata bisa melihat 13 buah meriam buatan Portugis dan Prancis di halaman istana.

Dari depan istana, Sobat Pariwisata bisa menyempatkan melihat balkon atau anjungan yang terletak di lantai atas yang dibangun menjorok. Di tempat ini, biasanya sultan beristirahat, sekedar menikmati keindahan Sungai Kapuas dan Sungai Landak, atau memantau keadaan sekeliling. Sayangnya, pengunjung tidak bisa lagi naik ke sini, karena tangga menuju lantai ini sudah rusak dan akan berbahaya jika dinaiki.

Pariwisata Indonesia

Istana seluas 1.220 meter persegi ini memiliki lima buah ruangan pokok, yaitu anjungan, balairung atau ruang pertemuan, ruang singgasana, kamar kerja sultan, serta kamar tidur sultan dan keluarganya. Di ruangan-ruangan ini, Sobat Pariwisata akan menemukan banyak benda peninggalan bersejarah seperti keris, meja giok, koleksi tahta, foto keluarga, tongkat pangeran dan raja, payung, Al-Quran tulis tangan, hingga surat-surat emas.

Pariwisata Indonesia

Salah satu benda bersejarah unik yang ada di balairung ini adalah ‘Cermin Seribu’. Cermin yang berasal dari Prancis ini dipasang di dua sisi saling berhadapan, kiri dan kanan. Jika Sobat Pariwisata bercermin di sini, bayangan yang dipantulkan akan tampak dalam jumlah yang sangat banyak. Penasaran, nggak?

Istana terbesar di Kalimantan Barat ini buka setiap hari dari pukul 10.00-17.00 dengan harga tiket 5.000 rupiah. Murah banget, kan? Jika Sobat Pariwisata berlibur ke Pontianak, sempatkan untuk mengunjungi istana yang menjadi cikal-bakal Kota Pontianak ini.(Nita)