Bung Hatta Menikah Pakai Adat Jawa

Sobat Pariwisata, Ini mengisahkan sosok Bung Hatta yang dijuluki “Priayi” dan “Pria 100 betul”, diduga berkat jasa Bung Karno resepsi pernikahan Bung Hatta mau menggunakan adat Jawa. Seperti apa kisahnya? Simak ulasan berikut.
Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO Media PVK Grup,ADAT ISTIADAT INDONESIA,BERITA PARIWISATA INDONESIA,BERSATU MELAWAN CORONA,BUNG HATTA MENIKAH PAKAI ADAT JAWA,BUSANA ADAT JAWA MEWARNAI PERNIKAHAN BUNG HATTA,DR. (H.C.) DRS. H. MOHAMMAD HATTA POPULER SEBAGAI BUNG HATTA,DR. (H.C.) PUAN MAHARANI YANG AKRAB DIPANGGIL MBA PUAN,DR. IR. H. SOEKARNO,HALIDA HATTA ATAU PUTRI BUNGSU BUNG HATTA,MBA MEGA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,MEDIA PVK GRUP,MEGAWATI SOEKARNOPUTRI,PARIWISATA INDONESIA,RACHMI RAHIM ISTRI BUNG HATTA,SITUS PARIWISATA INDONESIA,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,TOKOH PROKLAMATOR INDONESIA,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA,Pariwisata Indonesia,Berita Sejarah dan Budaya Indonesia

PariwisataIndonesia.id – Sobat Pariwisata, Ini mengisahkan sosok Bung Hatta yang dijuluki “Priayi” dan “Pria 100 betul”, diduga berkat jasa Bung Karno resepsi pernikahan Bung Hatta mau menggunakan adat Jawa.

Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO Media PVK Grup,ADAT ISTIADAT INDONESIA,BERITA PARIWISATA INDONESIA,BERSATU MELAWAN CORONA,BUNG HATTA MENIKAH PAKAI ADAT JAWA,BUSANA ADAT JAWA MEWARNAI PERNIKAHAN BUNG HATTA,DR. (H.C.) DRS. H. MOHAMMAD HATTA POPULER SEBAGAI BUNG HATTA,DR. (H.C.) PUAN MAHARANI YANG AKRAB DIPANGGIL MBA PUAN,DR. IR. H. SOEKARNO,HALIDA HATTA ATAU PUTRI BUNGSU BUNG HATTA,MBA MEGA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,MEDIA PVK GRUP,MEGAWATI SOEKARNOPUTRI,PARIWISATA INDONESIA,RACHMI RAHIM ISTRI BUNG HATTA,SITUS PARIWISATA INDONESIA,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,TOKOH PROKLAMATOR INDONESIA,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA,Pariwisata Indonesia,Berita Sejarah dan Budaya Indonesia
Foto Bung Hatta dan Istri (Dok.Sejarah)

Diceritakan oleh Hasjim Ning setelah Indonesia merdeka, pamannya bernama Bung Hatta menemuinya.

“Bung Hatta memberi tahu kepadaku bahwa ia akan menikah tanggal 18 November 1945 di Megamendung di daerah Cipayung. Dimintanya aku dan ayahku yang ketika itu menetap di Bogor agar ikut menghadiri perkawinannya,” kata Hasjim dalam otobiografi berjudul Pasang Surut Pengusaha Pejuang seperti dikutip historia.id, Jumat (22/11), tayang tahun lalu.

Dengar berita Hatta ingin menikah, Hasjim luar biasa bahagia. Sejak lama, keluarga besarnya termasuk Hasjim, mengharapkan Hatta segera melepas masa lajangnya.

Ditengah kesibukan kerja dan padatnya jadwal agenda Bung Hatta yang harus menjalankan roda pemerintahan pasca kemerdekaan Indonesia.

“Bung Hatta sadar apa yang sedang dia prioritaskan,” kata Halida Hatta, putri bungsu Bung Hatta.

Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO Media PVK Grup,ADAT ISTIADAT INDONESIA,BERITA PARIWISATA INDONESIA,BERSATU MELAWAN CORONA,BUNG HATTA MENIKAH PAKAI ADAT JAWA,BUSANA ADAT JAWA MEWARNAI PERNIKAHAN BUNG HATTA,DR. (H.C.) DRS. H. MOHAMMAD HATTA POPULER SEBAGAI BUNG HATTA,DR. (H.C.) PUAN MAHARANI YANG AKRAB DIPANGGIL MBA PUAN,DR. IR. H. SOEKARNO,HALIDA HATTA ATAU PUTRI BUNGSU BUNG HATTA,MBA MEGA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,MEDIA PVK GRUP,MEGAWATI SOEKARNOPUTRI,PARIWISATA INDONESIA,RACHMI RAHIM ISTRI BUNG HATTA,SITUS PARIWISATA INDONESIA,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,TOKOH PROKLAMATOR INDONESIA,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA,Pariwisata Indonesia,Berita Sejarah dan Budaya Indonesia
Foto: Bung Hatta dan Rahmi di Belanda tahun 1963 / (nationaalarchief.nl).

Pernikahan ini memang sudah lama dinantikan, waktunya kini tiba. Keluarga besar dengan penuh suka-cita tak sabar untuk menghadiri pernikahan Hatta dan Rahmi, putri Abdul Rachim, sahabat Bung Karno.

Sebelumnya, Hatta pernah berpesan, tidak akan menikah sebelum Indonesia merdeka. Alhasil, sejak saat itu, keluarga tak berani lagi membahasnya.

Tidak banyak memang yang hadir dalam resepsi pernikahan, karena Bung Hatta ingin resepsinya sederhana.

“Tidak lebih dari 30 orang, kiraku. Selain dari keluarga kedua pengantin, tentu saja Bung Karno yang menjadi ‘mak comblang’ pernikahan itu ikut hadir bersama Bu Fatmawati,” kata Hasjim.

Bung Karno merupakan orang yang amat memperhatikan Hatta dalam urusan yang satu itu.

“Waktu saya bertanya kepada Hatta, gadis mana yang dia pilih, jawabnya: Gadis yang kita jumpai waktu kita berkunjung ke Institut Pasteur, yang duduk di kamar sana, yang begini, yang begitu, tapi saya belum tahu namanya,” kata Bung Karno kepada R. Soeharto.

Gadis pujaan Hatta itu ternyata Rahmi Rachim, anak kawannya sendiri. Maka, Bung Karno pun mengajak R. Soeharto ke rumah Abdul Rachim guna melamar Rahmi untuk Hatta.

“Aku tidak tahu siapa yang punya gagasan agar diadakan upacara adat Jawa, yakni kedua pengantin melakukan upacara menginjak telur. Mungkin gagasan itu tumbuh karena kehadiran Bung Karno saja,” kata Hasjim.

Lantaran menggunakan adat Jawa itulah Hasjim memperoleh kenangan yang benar-benar tak akan bisa terlupakan.

Tanpa pemberitahuan apapun sebelumnya, Hasjim diminta mewakili Bung Hatta menemani Titi, adik Bu Rahmi, melakukan ritual injak telur.

Permintaan itu jelas membuatnya kaget lantaran sebagai orang berdarah Minang-Palembang, dia tak tahu bagaimana cara melakukan ritual itu. Hasjim terpaksa menerimanya lantaran permintaan itu datang dari Bung Hatta.

“Tidak seorang pun yang memberi petunjuk bagaimana mestinya melakukannya secara khidmat, maka aku menginjaknya tak ubahnya bagai tentara Jepang yang menginjak mangsanya meski aku sudah berusaha agar seindah orang menari payung,” kata Hasjim.

Alih-alih kaku, resepsi sakral itu justru bikin hadirin terpingkal-pingkal.

“Dengan sendirinya, upacara adat Jawa yang halus itu menjadi sebuah lelucon yang menerbitkan air mata karena tertawa yang tak tertahankan dari para hadirin,” kenang Hasjim.

Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO Media PVK Grup,ADAT ISTIADAT INDONESIA,BERITA PARIWISATA INDONESIA,BERSATU MELAWAN CORONA,BUNG HATTA MENIKAH PAKAI ADAT JAWA,BUSANA ADAT JAWA MEWARNAI PERNIKAHAN BUNG HATTA,DR. (H.C.) DRS. H. MOHAMMAD HATTA POPULER SEBAGAI BUNG HATTA,DR. (H.C.) PUAN MAHARANI YANG AKRAB DIPANGGIL MBA PUAN,DR. IR. H. SOEKARNO,HALIDA HATTA ATAU PUTRI BUNGSU BUNG HATTA,MBA MEGA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,MEDIA PVK GRUP,MEGAWATI SOEKARNOPUTRI,PARIWISATA INDONESIA,RACHMI RAHIM ISTRI BUNG HATTA,SITUS PARIWISATA INDONESIA,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,TOKOH PROKLAMATOR INDONESIA,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA,Pariwisata Indonesia,Berita Sejarah dan Budaya Indonesia
Bung Hatta-Rahmi di Yogya, 1949. Keduanya menikah tak lama setelah Hatta penuhi sumpahnya. Foto: @potretlawas

Perhelatan sudah usai. Hasjim berjalan menghampiri Bung Karno karena rasa ingin tahu dan penasaran. Luar biasa, susah ‘menaklukkan’ Hatta mau menikah. Keluarga besarnya hampir putus asa untuk urusan satu itu.

“Aku menagih janjinya, yang akan menikah bila Indonesia merdeka. Sekarang kita sudah merdeka, apa lagi. Kalau ia masih menolak, itu namanya tidak normal. Indonesia sulit dipimpin oleh orang yang tidak normal,” jawab Bung Karno menjelaskan pertanyaan Hasjim tersebut.

“Kenapa dengan gadis yang berbeda jauh usianya?” tanya Hasjim lagi.

“Jangan berlagak bodoh, Hasjim. Apa jij kira aku tidak sebanding dengan Fatma?,” Balas Kakek dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Dr. (H.C.) Puan Maharani yang akrab dipanggil Mba Puan.

“Kenapa presiden dan wakil presiden sama-sama memilih gadis muda?”

Ayah dari Dr. Hj. Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri yang dikenal sebagai Megawati Soekarnoputri atau biasa disapa dengan panggilan “Mbak Mega” adalah Presiden Indonesia yang kelima atau Putri Proklamator RI. Sang ayah paham, pertanyaan merupakan jebakan.

Bung Karno tidak kehabisan akal, ditangkis dengan jawaban pamungkas. Ini jawaban yang menutup obrolan keduanya.

“Supaya kelihatan vitalitasnya prima,” tutup Bapak Proklamator Indonesia.

Akhirnya, Bung Karno yang datang bersama Ibu Fatmawati pergi meninggalkan lokasi pesta. Jawaban yang smart dan Hasjim kena skakmat.

Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO Media PVK Grup,ADAT ISTIADAT INDONESIA,BERITA PARIWISATA INDONESIA,BERSATU MELAWAN CORONA,BUNG HATTA MENIKAH PAKAI ADAT JAWA,BUSANA ADAT JAWA MEWARNAI PERNIKAHAN BUNG HATTA,DR. (H.C.) DRS. H. MOHAMMAD HATTA POPULER SEBAGAI BUNG HATTA,DR. (H.C.) PUAN MAHARANI YANG AKRAB DIPANGGIL MBA PUAN,DR. IR. H. SOEKARNO,HALIDA HATTA ATAU PUTRI BUNGSU BUNG HATTA,MBA MEGA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,MEDIA PVK GRUP,MEGAWATI SOEKARNOPUTRI,PARIWISATA INDONESIA,RACHMI RAHIM ISTRI BUNG HATTA,SITUS PARIWISATA INDONESIA,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,TOKOH PROKLAMATOR INDONESIA,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA,Pariwisata Indonesia,Berita Sejarah dan Budaya Indonesia
Foto Fatmawati Ibu Negara Pertama RI (Sumber: Joop van Bilsen-Anefo)

Resepsi pernikahan Bung Hatta dilangsungkan secara sederhana pada 18 November 1945 dengan nuansa Jawa. Saat itu, pria yang dijuluki “100 betul” (“100 betul”, bahasa yang dipakai masyarakat Minangkabau dan Palembang untuk menjelaskan orang baik atau terpercaya) berumur 43 tahun, sementara Rahmi sang istri yang akrab dipanggil Yuke masih menginjak 19 tahun.

Usia keduanya terpaut 24 tahun. Perbedaan usia yang terlampau jauh tersebut tak membuat kisah cinta mereka memiliki kendala hingga dipisahkan oleh maut.

Bung Hatta atau lengkapnya Mohammad Hatta merupakan Wakil Presiden Indonesia pertama yang sekaligus, pejuang, negarawan dan juga ekonom. Ia pun dijuluki sebagai Bapak Koperasi yang lahir pada 12 Agustus 1902 dan meninggal 14 Maret 1980.

Dari pernikahannya tersebut, keduanya dikaruniai tiga anak yang semua perempuan, yakni: Meutia Farida Hatta atau yang lebih dikenal dengan Meutia Hatta; Gemala Rabi’ah Hatta; dan Halida Nuriah Hatta.

Setali tiga uang, Presiden Soekarno menikahi Fatmawati yang juga menjadi ibu negara pertama RI. Bung Karno berusia 42 tahun dan Fatmawati 20 tahun.

Dari Fatmawati, Soekarno mendapatkan lima orang anak, antara lain, Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.

Perbedaan dua Pahlawan Nasional ini, Bung Hatta diketahui hanya memiliki satu wanita hingga akhir hayatnya. Sementara, Bung Karno memang dikenal sebagai sosok yang berwibawa dan kharismatik, semasa hidup tercatat memiliki sembilan orang istri.

Sang Saka Merah Putih adalah Bendera Pusaka sebutan bagi bendera Indonesia yang pertama. Bendera Pusaka ini dibuat oleh Ibu Fatmawati. Bendera Pusaka pertama kali dinaikkan pada saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

 


Foto Headline: Bung Hatta dan Ibu Rahmi menikah di Megamendung, (repro “Mohammad Hatta, Hati Nurani Bangsa” karya Deliar Noer)