Gitar Empat Senar

Panting, Alat Musik Kebanggaan Suku Banjar

Bagi generasi milenial, nama gitar pasti tidak asing. Alat musik petik ini menjadi salah satu bagian dari musik-musik modern tanah air bahkan internasional. Ternyata, Indonesia juga punya alat musik yang mirip dengan gitar yang bernama Panting.

Masyarakat Indonesia mungkin tidak terlalu familiar dengan Panting. Namun, alat musik ini sangat terkenal di masyarakat Banjar. Panting adalah alat musik tradisional Suku Banjar yang tinggal di daerah Tapin, Kalimantan Selatan. Alat musik petik ini diperkirakan telah berkembang sejak abad ke-18 Masehi.

Pariwisata Indonesia

Panting memiliki bentuk yang hampir mirip dengan gitar. Namun, alat musik ini hanya memiliki empat senar atau dawai. Bentuknya pun lebih ramping dari gitar dan tanpa lekukan.

Panting terbuat dari kayu pohon buah nangka yang terkenal kuat, awet, dan mudah dibentuk. Kayu ini kemudian dipahat dan dibentuk menyerupai gitar dengan ukuran yang lebih ramping. Bagian atas Panting ditutup dengan triplek yang diberi lubang kecil sebagai tempat resonansi. Beberapa Panting modern diberi penutup yang berasal dari kulit berbagai hewan seperti kulit kambing hingga kulit ular sawah.

Setelah itu, Panting lalu diberi empat buah dawai dari nylon yang melintang dari pangkal ke ujung. Bagian belakang Panting ada yang diukir dan adapula yang dibiarkan polos. Sementara bagian ujungnya memiliki berbagai bentuk, seperti larak kamabangan, kepala naga, dan sebagainya.

Pariwisata Indonesia

Pada awalnya, Panting dijadikan musik pengiring dalam Tari Japin. Seiring perkembangan zaman, Panting pun mulai dimainkan untuk mengiringi tari-tari tradisional lain serta tari-tari kreasi modern. Selain itu, alat musik ini juga menjadi alat musik utama dalam kesenian Musik Panting.

Musik Panting adalah kesenian khas asal Banjar yang menampilkan perpaduan beberapa alat musik seperti suling, biola, kendang, kempul, gong, marawis, ketipung, tamborin, dan sebagainya. Musik Panting dimainkan dengan syair-syair yang berisi petuah atau nasehat dalam bentuk pantun. Selain menikmati irama syahdu yang menghanyutkan perasaan, penonton juga mendapatkan banyak ilmu.

Kesenian Musik Panting biasanya ditampilkan di acara pribadi seperti pernikahan maupun acara publik seperti perayaan hari jadi provinsi. Sobat Pariwisata juga bisa menikmati Musik Panting di hotel-hotel, restoran, hingga di jalanan. Banyak seniman yang memainkan musik kebanggaan masyarakat Banjar ini.

Pemerintah Kota Banjar Baru pun ikut serta dalam pelestarian kesenian ini. Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Kebudayaan dan pariwisata Kota Banjar Baru, pihak pemerintah mengadakan Festival Musik Panting se-Kalimantan Selatan. Dengan harapan agar para generasi muda mengenal dan ikut bangga pada musik tradisional warisan nenek moyang Suku Banjar ini.