Lak! Kriya Mewah dari Palembang

LAK,LAK KRIYA MEWAH DARI PALEMBANG,LAK WARISAN BUDAYA TAK BENDA DARI PROVINSI SUMATERA SELATAN,LAKER,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,SITUS PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO Media PVK Grup,BERITA PARIWISATA INDONESIA,CEO PT LION AIR RUDY LUMINGKEWAS,COMMUNICATIONS STRATEGIC OF LION AIR DANANG MANDALA PRIHANTORO,DANANG MANDALA PRIHANTORO,INDONESIA CULTURE AND TOURISM,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,LION AIR GRUP,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,PENDIRI LION AIR RUSDI KIRANA,PRESIDEN DIREKTUR ATAU CEO LION AIR EDWARD SIRAIT,PRESIDEN DIREKTUR LION AIR EDWARD SIRAIT,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA

Sobat Pariwisata, Palembang bukan hanya terkenal dengan sungai Musinya. Kota ini juga memiliki kerajinan tangan atau kriya khas yang sangat indah, bernama “lak” atau laker. Penasaran dengan kerajinan ini? Simak ulasannya.

Lak dimaknakan sebagai kerajinan tangan hasil akulturasi dengan kebudayaan Tionghoa. Lak dihasilkan dari liur serangga, yang dikenal sebagai kutu lak (Laccifer lacca Kerr). Serangga ini banyak ditemukan di negara Jepang, Tiongkok, dan pegunungan Himalaya. Namun, hewan ini pun bisa hidup di kota pempek, yang bertengger di pohon yang disebut oleh orang Palembang, pohon kemalo.

Karya Seni Budaya Palembang

Kemudian, liur tersebut diolah sebagai bahan cat, yang dikenal sebagai malau. Lak dan syelak (shellac) adalah resin lengket yang digunakan sebagai bahan pewarna, pengilat, dan pernis.

Adapun kata “lak” merupakan kata serapan dari bahasa Inggris yang diadopsi dari kata “lacquer”, yaitu bahan berbentuk damar semacam cat yang dihasilkan oleh sejenis serangga bernama “laccifer lacca” atau air liur serangga yang disebut kutu lak (Laccifer lacca Kerr).

Sobat Paiwisata Indonesia, lak merupakan sesuatu yang berharga, bernilai sejarah, bernilai estetik dan bernilai tradisi, serta bersifat nilai-nilai lokal (local genius), sehingga kriya khas Palembang ini dapat dikatakan sebagai salah satu produk karya seni yang unik dan langka.

Kebanyakan dari semua objek lak ini, cenderung menyuguhkan nilai-nilai lokal, terutama pada bentuk bangunan yang menjadi ikon kota Palembang, seperti Jembatan Ampera, Mesjid Agung, Rumah Limas, dan Rumah Apung.

Sementara pengerjaan lak dilakukan oleh pengrajin tradisional dengan mengandalkan bahan baku yang banyak tersedia di Sumatera Selatan, seperti kayu mahoni, kayu tembesu atau kayu sungkai.

 LAK,LAK KRIYA MEWAH DARI PALEMBANG,LAK WARISAN BUDAYA TAK BENDA DARI PROVINSI SUMATERA SELATAN,LAKER,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,SITUS PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO Media PVK Grup,BERITA PARIWISATA INDONESIA,CEO PT LION AIR RUDY LUMINGKEWAS,COMMUNICATIONS STRATEGIC OF LION AIR DANANG MANDALA PRIHANTORO,DANANG MANDALA PRIHANTORO,INDONESIA CULTURE AND TOURISM,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,LION AIR GRUP,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,PENDIRI LION AIR RUSDI KIRANA,PRESIDEN DIREKTUR ATAU CEO LION AIR EDWARD SIRAIT,PRESIDEN DIREKTUR LION AIR EDWARD SIRAIT,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Karya Seni Budaya Palembang

Oh ya, Sobat Pariwisata. Lak memberi pesan spirit budaya lokal yang kental tradisi dan upaya melestarikan budaya di tengah peradaban yang semakin modern dan multikultur.

Dengan demikian, keberadaan lak dapat dikatakan cerminan kelokalan Palembang. Jika diperhatikan, karya seni lak bercorak warna monokromatik. Artinya, karya seni ini memakai satu warna utama dengan menyuguhkan warna monoton, sederhana, dan terang.

Dalam catatan sejarah, Kriya serupa lebih dulu dikenal di masa Dinasti Ming (1368-1643 Sebelum Masehi). Saat itu, malau awalnya dipakai untuk menulis pada batang bambu.

Sementara di masa Dinasti Chou (1027-256 SM), kerajinan lak semakin terus berkembang yakni untuk menghias piring dan alat makan lainnya. Selanjutnya, lak dipakai untuk menghias tandu dan kereta kecil.

 LAK,LAK KRIYA MEWAH DARI PALEMBANG,LAK WARISAN BUDAYA TAK BENDA DARI PROVINSI SUMATERA SELATAN,LAKER,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,SITUS PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO Media PVK Grup,BERITA PARIWISATA INDONESIA,CEO PT LION AIR RUDY LUMINGKEWAS,COMMUNICATIONS STRATEGIC OF LION AIR DANANG MANDALA PRIHANTORO,DANANG MANDALA PRIHANTORO,INDONESIA CULTURE AND TOURISM,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,LION AIR GRUP,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,PENDIRI LION AIR RUSDI KIRANA,PRESIDEN DIREKTUR ATAU CEO LION AIR EDWARD SIRAIT,PRESIDEN DIREKTUR LION AIR EDWARD SIRAIT,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Karya Seni Budaya Palembang

Perjalanan lak masuk ke Sumatera Selatan (Palembang) tak lepas dari pengaruh budaya Cina di masa Sriwijaya atau perpaduan budaya Tionghoa. Tepatnya, ada di zaman kerajaan Palembang (1587 M). Ditandai, saat itu, rumah-rumah di Keraton Palembang dibangun dalam arsitektur limas.

Bentuk coraknya menonjolkan seni ukir dan dicat warna emas, merah manggis (maron), dan hitam. Kala itu, para pengukir berasal dari Kwan Tung (Guangdong) atau Kanton. Kehadiran bangsa Kanton suku Konghu ke Nusantara, terjadi sekitar abad ke-16 M.

Mereka ini dibekali ilmu dalam seni konstruksi dan seni ukir yang diakui se Nusantara. Sebagian besar suku Konghu (asal Guangdong) biasanya secara turun-temurun menjadi tukang kayu.

 LAK,LAK KRIYA MEWAH DARI PALEMBANG,LAK WARISAN BUDAYA TAK BENDA DARI PROVINSI SUMATERA SELATAN,LAKER,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,SITUS PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO Media PVK Grup,BERITA PARIWISATA INDONESIA,CEO PT LION AIR RUDY LUMINGKEWAS,COMMUNICATIONS STRATEGIC OF LION AIR DANANG MANDALA PRIHANTORO,DANANG MANDALA PRIHANTORO,INDONESIA CULTURE AND TOURISM,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,LION AIR GRUP,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,PENDIRI LION AIR RUSDI KIRANA,PRESIDEN DIREKTUR ATAU CEO LION AIR EDWARD SIRAIT,PRESIDEN DIREKTUR LION AIR EDWARD SIRAIT,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Karya Seni Budaya Palembang

Hasil penelusuran yang dilakukan di Palembang, kehadirannya sempat membangun kelenteng khusus yang dipersembahkan untuk Lu Ban (Kelenteng Lu Ban-Lu Ban Gong) yang diyakini sebagai dewa pelindung para tukang kayu.

Dalam penelusuran tersebut, diketahui pembuatan ukiran dan hiasan rumah limas dan perabotan lak, menunjukkan adanya keterlibatan budaya Tionghoa.

Hanya saja, berbeda dengan masa sekarang, warna emasnya masih tetap sama berasal dari percampuran bubuk emas murni. Karena itu pula, warna emas pada ukiran dan lukisan lak di rumah limas, berikut perlengkapannya, tidak pudar meskipun berusia ratusan tahun.

 LAK,LAK KRIYA MEWAH DARI PALEMBANG,LAK WARISAN BUDAYA TAK BENDA DARI PROVINSI SUMATERA SELATAN,LAKER,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,SITUS PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO Media PVK Grup,BERITA PARIWISATA INDONESIA,CEO PT LION AIR RUDY LUMINGKEWAS,COMMUNICATIONS STRATEGIC OF LION AIR DANANG MANDALA PRIHANTORO,DANANG MANDALA PRIHANTORO,INDONESIA CULTURE AND TOURISM,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,LION AIR GRUP,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,PENDIRI LION AIR RUSDI KIRANA,PRESIDEN DIREKTUR ATAU CEO LION AIR EDWARD SIRAIT,PRESIDEN DIREKTUR LION AIR EDWARD SIRAIT,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Karya Seni Budaya Palembang

Seni arsitektur yang melekat dalam ukiran lak semula motif tumbuh-tumbuhan, seperti bungo mawar, bungo melati, serta bungo matahari. Pada masa itu, sesuai ajaran Islam, motif hewan dilarang untuk digunakan. Setelah kekalahan Kerajaan Palembang oleh pasukan Belanda (1821) beberapa motif hewan pun mulai digunakan, seperti motif nago swidak, burung hong, serta qilin.

Saat ini, kerajinan lak kian mentransformasi dan berinovasi hingga terus berkembang secara signifikan di kota Palembang. Karyanya dapat menghasilkan mulai dari rak (lemari hias) dan sebangsanya, perlengkapan mebel, perlengkapan makan, bun (semacam mangkuk bertutup) dalam berbagai ukuran, dulang, vas bunga, guci, hingga beragam cendera mata.

Kerajinan lak di Palembang di aplikasikan untuk menghiasi berbagai jenis produk yang berasal dari kayu, bambu, rotan, hingga kulit binatang. Beberapa kerajinan yang menggunakan teknik ini, seperti: piring, nampan, lehar (tempat Al-qur’an), tempat sirih, guci, hingga lemari. Prinsipnya, lak dapat diaplikasikan ke setiap benda yang memiliki permukaan keras dan halus.

 LAK,LAK KRIYA MEWAH DARI PALEMBANG,LAK WARISAN BUDAYA TAK BENDA DARI PROVINSI SUMATERA SELATAN,LAKER,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,SITUS PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO Media PVK Grup,BERITA PARIWISATA INDONESIA,CEO PT LION AIR RUDY LUMINGKEWAS,COMMUNICATIONS STRATEGIC OF LION AIR DANANG MANDALA PRIHANTORO,DANANG MANDALA PRIHANTORO,INDONESIA CULTURE AND TOURISM,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,LION AIR GRUP,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,PENDIRI LION AIR RUSDI KIRANA,PRESIDEN DIREKTUR ATAU CEO LION AIR EDWARD SIRAIT,PRESIDEN DIREKTUR LION AIR EDWARD SIRAIT,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Karya Seni Budaya Palembang

Bila diperhatikan seksama, jenis dan fungsinya, adalah bahan kemalo yang digunakan oleh masyarakat Palembang dulunya bertujuan untuk melapisi kerajinan kayu agar tahan terhadap cuaca dan tidak dimakan oleh serangga.

Sebelum melakukan lak, berbagai produk dari kayu tersebut harus melalui tahap dasar terlebih dahulu, seperti pengamplasan, pemolesan cat dasar, serta lapisan warna. Biasanya, warna yang digunakan adalah warna emas.

Tahap kedua yang dilakukan adalah membuat sketsa motif pada produk. Bagian luar motif-motif tersebut kemudian diblok dengan tinta warna hitam.

Tahap ketiga pembuatan kerajinan lak adalah proses bal. proses ini merupakan proses terakhir atau finishing. Dalam proses bal, bahan kerajinan dilapisi atau diolesi dengan cairan Lak yang menghasilkan warna transparan. Proses pelapisan ini dilakukan 10 hingga 17 kali bahkan hingga ketebalannya mencapai 2 mm.

 LAK,LAK KRIYA MEWAH DARI PALEMBANG,LAK WARISAN BUDAYA TAK BENDA DARI PROVINSI SUMATERA SELATAN,LAKER,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,SITUS PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO Media PVK Grup,BERITA PARIWISATA INDONESIA,CEO PT LION AIR RUDY LUMINGKEWAS,COMMUNICATIONS STRATEGIC OF LION AIR DANANG MANDALA PRIHANTORO,DANANG MANDALA PRIHANTORO,INDONESIA CULTURE AND TOURISM,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,LION AIR GRUP,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,PENDIRI LION AIR RUSDI KIRANA,PRESIDEN DIREKTUR ATAU CEO LION AIR EDWARD SIRAIT,PRESIDEN DIREKTUR LION AIR EDWARD SIRAIT,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Karya Seni Budaya Palembang

Proses lak dilakukan untuk membuat benda kerajinan tersebut terlihat mewah dan awet atau tahan terhadap goresan atau gesekan. Selain itu, lak juga berfungsi untuk melindungi lukisan ornamen yang terdapat dalam benda kerajinan tersebut.

Kerajinan lak Palembang memiliki banyak keunggulan, di antaranya warna khas tersendiri, awet dan tahan lama, serta memberi kesan mewah dan ekslusif. Tidak heran jika lak memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Sobat Pariwisata, pada tahun 2017 Lak ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Provinsi Sumatera Selatan.