Reog Ponorogo

Kesenian Asli Milik Indonesia
Pariwisata Indonesia

Salah satu kesenian khas yang identik dengan Provinsi Jawa Timur adalah Reog. Kesenian ini bukan hanya terkenal di Indonesia, loh. Reog bahkan terkenal hingga manca negara. Ingin tahu tentang kesenian ini lebih lanjut? Simak ulasannya berikut.

Pariwisata Indonesia

Reog merupakan kesenian yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Kebanggaan masyarakat Ponorogo pada Reog bisa dilihat dari gerbang masuk kota Ponorogo yang berbentuk Reog. Meskipun identik dengan topeng singa, sebenarnya Reog memiliki banyak penari dengan peran tokoh yang berbeda-beda. Tokoh-tokoh tersebut adalah:

1.Warok yang berasal dari kata wewarah atau orang yang memiliki tekad suci, dan kerap memberikan tuntunan dan perlindungan. Pemeran Warok harus memiliki ilmu bela diri dan ilmu kebatinan. Warok merupakan karakter khas masyarakat Ponorogo.

2.Jathil atau prajurit berkuda yang melakukan tarian jathilan, tarian yang menggambarkan ketangkasan dan kepiawaian prajurit berkuda. Awalnya, penari yang memerankan tokoh ini adalah laki-laki tampan dengan laku yang halus dan lembut. Gerakan yang dilakukan pun cenderung feminim. Namun, sejak tahun 1980-an peran ini lebih banyak digantikan oleh para penari perempuan.

3.Bujang Ganong atau Patih Pujangga Anom yang dibawakan oleh anak kecil berkemampuan bela diri dengan dengan karakter energik dan kocak. Biasanya, Bujang Ganong merupakan tokoh favorit penonton anak-anak.

4.Klono Sewandono, raja sakti yang memiliki pusaka berupa cemeti atau cambuk. Klono Sewandono menggambarkan karakter raja yang gagah dan penuh wibawa.

5.Singo Barong, penari yang menggunakan kepala singa berhias bulu-bulu Merak. Pemeran terakhir ini sekaligus yang paling dinanti. Penggunaan topeng yang beratnya sekitar 50-60 kilogram dianggap mustahil dilakukan oleh orang awam. Pemeran Singo Barong diyakini menjalani ritual khusus seperti tapa dan puasa untuk mendapatkan kekuatan tersebut.

Kesenian ini biasanya dilakukan di lapangan terbuka serta mengandung unsur magis dan ilmu kebatinan. Terdapat berberapa kisah yang disebut-sebut sebagai asal-muasal sejarah Reog. Namun, kesemua kisah tersebut hanya bersifat folklore, cerita rakyat yang belum terbukti kebenarannya. Dua kisah yang cukup populer tentang asal-muasal Reog antara lain:

Pertama, konon, Reog merupakan bentuk pemberontakan Ki Ageng Kutu Suryongalam terhadap Bhre Kertabhumi, raja terakhir Kerajaan Majapahit yang memerintah pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu Suryongalam menganggap sang raja bisa dengan mudah dipengaruhi oleh istrinya yang berdarah Tiongkok. Selain itu, pemerintahan sang raja dianggap terlalu korup hingga menyengsarakan rakyat.

Pariwisata Indonesia

Ki Ageng Kutu Suryongalam pun pergi dari kerajaan dan mendirikan perguruan bela diri yang juga mengajarkan ilmu kekebalan. Ia pun menciptakan Reog yang merupakan kesenian berisi sindiran kepada sang raja. Ki Ageng Kutu Suryongala menyimbolkan Bujang Ganong sebagai dirinya, singo barong sebagai raja, serta jathil sebagai para tentara kerajaan yang dianggap tidak memiliki kekuatan.

Reog lalu berkembang dan populer di kalangan rakyat. Bhre Kertabhumi yang mendengar hal ini pun murka dan membubarkan perguruan yang didirikan Ki Ageng Kutu Suryongalam. Namun, secara diam-diam para muridnya melanjutkan pagelaran Reog. Karena kesenian itu telah mendapatkan tempat di hati rakyat, raja pun memperbolehkannya tetap dipertunjukan dengan syarat jalan ceritanya diubah.

Versi kedua yang tidak kalah populer Reog Bantar Angin. Dikisahkan bahwa Raja Klono Sewandono mengutus Patih Bujang Ganong untuk melamar Dewi Sanggalangit dari Kerajaan Kediri. Di tengah jalan, sang patih dihadang oleh Singo Barong yang merupakan penjaga perbatasan Kerajaan Kediri. Bujang Ganong pun pulang dan mengadu pada Klono Sewandono. Sang raja akhirnya menyambangi Singo Barong dan mencambuknya dengan cemeti pusaka miliknya.

Sobat Pariwisata, terlepas dari berbagai perbedaan versi kisah, Reog merupakan salah satu kesenian yang harus kita jaga. Karena sudah berkali-kali ada negara lain yang mencoba mengklaim Reog sebagai kesenian miliknya. Semoga usaha pemerintah dalam mendaftarkan Reog sebagai warisan budaya UNESCO segera disetujui dan mengukuhkan Reog sebagai kesenian asli milik bangsa ini.(Nita)