Sekelumit Sejarah Vihara Bodhisatva Karaniya Metta di Pontianak

Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO Media PVK Grup,BERITA PARIWISATA INDONESIA,CAGAR BUDAYA KOTA PONTIANAK,IMLEK 2021,INDONESIA CULTURE AND TOURISM,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,KAPAN BERDIRI VIHARA BHODISATVA KARANIYA METTA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,SEJARAH PEMUGARAN VIHARA BHODISATVA KARANIYA METTA,SEKELUMIT SEJARAH VIHARA BODHISATVA KARANIYA METTA DI PONTIANAK,SITUS PARIWISATA INDONESIA,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,TAHUN BARU IMLEK 2572,VIHARA BODHISATVA KARANIYA ADALAH CAGAR BUDAYA KOTA PONTIANAK,VIHARA BODHISATVA KARANIYA METTA,VIHARA BODHISATVA KARANIYA METTA BUKAN KELENTENG TERTUA MASIH ADA YANG PALING TERTUA DI KALIMANATAN BARAT,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA

PariwisataIndonesia.id – Kehadiran Vihara Bodhisatva Karaniya Metta, bermula dari penggabungan ketiga taipekong pada tahun 1906.

Baca juga :   Vihara Bodhisatva Karaniya Metta Pontianak, Imlek 2021: Dirayakan Terbatas

Aslinya, “Vihara Bodhisatva Karaniya Metta” terbuat dari bahan kayu, namun berkembangnya zaman, kelenteng terjadi pelapukan dikarenakan usia bangunan. Dilakukanlah pemugaran. Kini, kelenteng tidak sepenuhnya asli.

Warna merah yang terang ‘menyala’ menjadi warna dominan. Mewarnai dari bagian luar dan dalam kelenteng. Lalu, dinding dan lantai sudah berbahan semen.

Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO Media PVK Grup,BERITA PARIWISATA INDONESIA,CAGAR BUDAYA KOTA PONTIANAK,IMLEK 2021,INDONESIA CULTURE AND TOURISM,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,KAPAN BERDIRI VIHARA BHODISATVA KARANIYA METTA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,SEJARAH PEMUGARAN VIHARA BHODISATVA KARANIYA METTA,SEKELUMIT SEJARAH VIHARA BODHISATVA KARANIYA METTA DI PONTIANAK,SITUS PARIWISATA INDONESIA,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,TAHUN BARU IMLEK 2572,VIHARA BODHISATVA KARANIYA ADALAH CAGAR BUDAYA KOTA PONTIANAK,VIHARA BODHISATVA KARANIYA METTA,VIHARA BODHISATVA KARANIYA METTA BUKAN KELENTENG TERTUA MASIH ADA YANG PALING TERTUA DI KALIMANATAN BARAT,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Vihara Bodhisatva Karaniya Metta

Baca juga :   Cap Go Meh Singkawang Memang Beda

Oh ya, Sobat Pariwisata. Struktur bangunan dan arsitektur kelenteng masih sama seperti dulu, mempertahankan keutuhan tiang-tiang kayu lewat teknologi tradisional.

Uniknya, tiang-tiang di dalam kelenteng itu dan pada bagian atapnya tersebut, menyatu-tersambung tanpa paku besi. Agar disatukan, caranya? Menggunakan pasak kayu (ikatan rotan).

Pemugaran selanjutnya, semakin mempercantik penampilan Vihara Bodhisatva Karaniya Metta, seperti: Dinding diganti semen, lantai diganti keramik juga atap kelenteng sudah berkonsep genteng metal.

Sejarah pemugaran kelenteng, ini asal mulanya…

Ketua Pengurus Yayasan Vihara Bhodisatva Karaniya Metta, Nyonya Mariana (Can Heng Ngo) menceritakan sejarah lengkap renovasi keempat Vihara Bhodisatva Karaniya Metta (Kelenteng Tiga Dewa Dewi) di Jl Sultan Muhammad, seperti dikutip Tribun Pontianak, Senin (4/2/2019).

Dilansir Tribun Pontianak, menurut catatan sejarah pemugaran Vihara Bhodisatva Karaniya Metta, kata Mariana, sejak tahun 1673, pot sembahyang “Langit Bumi” tempat gaharu sudah ada di Pontianak, lalu tahun 1978 Lonceng Kam Tian Tai Tie (Tua Pek Kong) juga sudah ada di Pontianak.

Baca juga :  Yu Sheng Salad, Kuliner Nikmat Khas Imlek

Kelenteng Tiga Dewa Dewi (Sa Sin Keng) didirikan tahun 1906. Menurut Mariana, sebelum Kelenteng Tiga Dewa Dewi dibangun, yakni: Kelenteng Dewi Samudera (Macou); dan Kelenteng Putera Naga (Tai Ce Ya) atau (Kelenteng Dewa Naca) masih berada di Jalan Teng Seng Hie; lalu ada Kam Tian Tai Tie (Tua Pek Kong) berada di Parit Pekong.

Kemudian tahun 1983 dibentuk yayasan diberi nama Vihara Bodhisatva Karaniya Metta.

Tahun 1990 kelenteng pertama kali direnovasi oleh Yayasan Bakti Suci dibawah pimpinan Ang Cui Bu (Abu Hasan).

“Semula masih berlantai papan diganti lantai keramik dan dinding yang masih berbahan kayu diganti semen dengan ukiran timbul (relief),” jelas Mariana.

Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO Media PVK Grup,BERITA PARIWISATA INDONESIA,CAGAR BUDAYA KOTA PONTIANAK,IMLEK 2021,INDONESIA CULTURE AND TOURISM,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,KAPAN BERDIRI VIHARA BHODISATVA KARANIYA METTA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,SEJARAH PEMUGARAN VIHARA BHODISATVA KARANIYA METTA,SEKELUMIT SEJARAH VIHARA BODHISATVA KARANIYA METTA DI PONTIANAK,SITUS PARIWISATA INDONESIA,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,TAHUN BARU IMLEK 2572,VIHARA BODHISATVA KARANIYA ADALAH CAGAR BUDAYA KOTA PONTIANAK,VIHARA BODHISATVA KARANIYA METTA,VIHARA BODHISATVA KARANIYA METTA BUKAN KELENTENG TERTUA MASIH ADA YANG PALING TERTUA DI KALIMANATAN BARAT,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Vihara Bodhisatva Karaniya Metta

Lanjutnya lagi, tahun 1992. dibawah pimpinan Mariana (Cang Heng Ngo), kembali merenovasi sampai tuntas.

Belum puas, tanggal 24 September 2012, oleh Mariana, Vihara Bodhisatva Karaniya Metta melakukan renovasi keempat.

Renovasi keempat ini yang mendapat paling banyak dukungan. Mereka yang membantu, Mariana merinci, seperti: Ir. Tio Cun Meng, Lian Kuang Seng, Kwee Lai Hok, Kow Tek Kwe, Lie Kwe Kiat, Lie Kin Phin (Jakarta), The Tong Lie/Toni (Jakarta), Hiu Tian Nyan (Jakarta) dan banyak pihak lain yang tak berkenan untuk disebutkan nama, ditambah bantuan yang tidak mungkin disebut satu per satu.

Melalui renovasi kali ini, kata dia, bangunan kelenteng memiliki struktur baru dengan konsep Keempat Penjuru Langit dan Bumi Abadi Selamanya, Kelenteng dibelakang lebih tinggi dari Kelenteng di depan.

“Pertama diatas Sumur Naga dan Sumur Harimau yang terletak di kedua sisi Kelenteng ini dibuat Atap Langit (atap terbuka yang terletak diatas Sumur Naga dan Sumur Harimau), sehingga sinar matahari yang masuk melalui Atap Langit dapat menyinari bagian dalam Kelenteng dengan pencahayaan alami,” sebut Mariana.

Kedua lanjutnya, bangunan bagian belakang kelenteng Tiga Dewa Dewi ditinggikan, sehingga dari samping terlihat bagian belakang lebih tinggi dari bagian depan.

Sejarah Tiga Dewa Dewi berada di Kalbar hingga sekarang telah melewati perjalanan waktu lebih dari 343 tahun. Sejarah ini turut berkembang seiring dengan perjalanan leluhur yang datang dari Tiongkok ke Kalbar, tanah yang begitu indah dan permai.

“Begitu banyak masyarakat Tionghoa Kalbar yang berjuang mati-matian demi keberlangsungan kelenteng kuno ini, dengan harapan dapat terus diwariskan turun temurun generasi demi generasi,” harap Mariana.

Melalui renovasi demi renovasi, Kelenteng Tiga Dewa Dewi ini menjadi semakin indah dan megah.

“Oleh karena itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur dan pendukung yang telah berjasa dalam mengembangan Kelenteng Tiga Dewa Dewi ini,” terima kasihnya.

Ketiga kelenteng yang disebut-sebut sebagai “Kelenteng Tiga Dewa Dewi” mulai tersiar sejak tahun 1906. Penjelasan Gunawan selaku pengurus Vihara Bodhisatva Karaniya Metta turut mengamini Mariana.

“Mulanya ya ini, Kelenteng Dewi Samudera. Kemudian digabungkan dengan Kelenteng Dewa Naca dan Kelenteng Toa Pekong,” katanya.

Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO Media PVK Grup,BERITA PARIWISATA INDONESIA,CAGAR BUDAYA KOTA PONTIANAK,IMLEK 2021,INDONESIA CULTURE AND TOURISM,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,KAPAN BERDIRI VIHARA BHODISATVA KARANIYA METTA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,SEJARAH PEMUGARAN VIHARA BHODISATVA KARANIYA METTA,SEKELUMIT SEJARAH VIHARA BODHISATVA KARANIYA METTA DI PONTIANAK,SITUS PARIWISATA INDONESIA,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,TAHUN BARU IMLEK 2572,VIHARA BODHISATVA KARANIYA ADALAH CAGAR BUDAYA KOTA PONTIANAK,VIHARA BODHISATVA KARANIYA METTA,VIHARA BODHISATVA KARANIYA METTA BUKAN KELENTENG TERTUA MASIH ADA YANG PALING TERTUA DI KALIMANATAN BARAT,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Vihara Bodhisatva Karaniya Metta

Menurut Gunawan, penggabungan Vihara Bodhisatva Karaniya Metta atau Taipekong Sasingkeng yang dikenal juga dengan sebutan lain “Kelenteng Tiga/Thian Hou Keng”, sejarahnya tak langsung seperti sekarang.

Pasalnya, kata dia, lokasinya saling berdekatan agar ada penyatuan umat, kelenteng disatukan.

Gunawan memperjelas, sebelum Kelenteng Tiga Dewa Dewi dibangun, Kelenteng Dewi Samudera (Macou) dan Kelenteng Dewa Naca masih berada di satu lokasi yang sama yaitu di kawasan Pelabuhan Seng Hie atau Jalan Teng Seng Hie menghadap Masjid Jami di seberang Sungai Kapuas.

Lalu, di dekat lokasi kedua kelenteng tersebut, ada Kam Tian Tai Tie (Tua Pek Kong). Berada di Parit Pekong (parit besar), masih juga berdekatan. Gunawan bercerita, kalau Kelenteng Dewi Samudera yang paling tertua dari kelenteng lainnya.

Sobat Pariwisata, “Dewi Samudera” menjadi simbol dan terkenal khususnya bagi masyarakat di kawasan Tiongkok Selatan, dimana banyak terdapat etnis Hakka, Tiochiu dan Hokkian.

Baca juga :  Destinasi Wisata Saat Libur Imlek di Medan, Seru Bangetzz

Berdasarkan data yang dihimpun redaksi, ketiga etnis Tionghoa ini, terbesar yang menetap di Indonesia. Maka tak heran di negeri ini, banyak vihara dan kelenteng memuliakan Macao.

Ikon “Dewi Samudera” dijuluki sebagai penolong para pelaut, serta pelindung etnis Tionghoa di wilayah Selatan dan imigran di Asia Tenggara.

Sebab penduduknya (kebanyakan dari mereka), memiliki mata pencaharian bergantung dari hasil laut, dengan sendirinya kelenteng berdiri dan berkembang kebanyakan ada di kawasan pesisir pantai, atau muara singai.

Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO Media PVK Grup,BERITA PARIWISATA INDONESIA,CAGAR BUDAYA KOTA PONTIANAK,IMLEK 2021,INDONESIA CULTURE AND TOURISM,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,KAPAN BERDIRI VIHARA BHODISATVA KARANIYA METTA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,SEJARAH PEMUGARAN VIHARA BHODISATVA KARANIYA METTA,SEKELUMIT SEJARAH VIHARA BODHISATVA KARANIYA METTA DI PONTIANAK,SITUS PARIWISATA INDONESIA,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,TAHUN BARU IMLEK 2572,VIHARA BODHISATVA KARANIYA ADALAH CAGAR BUDAYA KOTA PONTIANAK,VIHARA BODHISATVA KARANIYA METTA,VIHARA BODHISATVA KARANIYA METTA BUKAN KELENTENG TERTUA MASIH ADA YANG PALING TERTUA DI KALIMANATAN BARAT,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Vihara Bodhisatva Karaniya Metta

Bukan fakta, cuma rumor…

Mereka yang percaya rumor, meyakini berdasarkan dua benda kuno yang usianya sudah ratusan tahun yang ada di kelenteng. Salah satunya, pot untuk hio terbuat dari bahan kuningan ditulis Tahun 1673 Masehi.

Di pot itu, ada tulisan kanji menyebut nama Kaisar Khang Hie (1662-1722) dari Dinasti Manchu atau Dinasti Ching.

Bukti kedua, sebuah lonceng ditaksir seukuran ember ditulis Tahun 1789, terdapat tulisan kanji di “lonceng” menyebut nama Kaisar Kheng Long (1736-1796).

Selain bukti peninggalan kuno yang didatangkan dari Tiongkok pada ratusan tahun lalu, ada juga mitos dari cerita zaman dulu, “Pontianak dulunya semak belukar dan hutan belantara.” Belum ada orang tinggal di sini.

Rumor yang tidak dilengkapi dokumentasi valid tentang kesejarahan kelenteng ini, mengerucut pada kesimpulan.

“Kelenteng Dewi Samudera yang terletak di komplek Kapuas Indah berdiri sebelum Sultan Abdurrahman membangun Kesultanan Kadriah pada 1771.”

Terungkap, cek faktanya ‘Sob’….

Menurut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pontianak kelenteng berdiri pada 1829. Saat itu, Pontianak berada di bawah pemerintahan Sultan Syarif Osman Alkadrie.

Terungkap fakta sebagaimana pendapat, Budayawan Tionghoa Kalimantan Barat, X.F. Asali, berikut penjelasannya.

“Asali meragukan kelenteng sudah ada pada 1673 masehi. Belum tentu usia pembuatan pot dan lonceng itu sama dengan usia kelenteng. Bisa jadi pot usianya sudah tua, lalu baru dibawa imigran dari Tiongkok di kemudian hari. Sulit menentukan tahun berapa kelenteng berdiri kalau tidak ada dokumentasi yang valid,” katanya.

Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO Media PVK Grup,BERITA PARIWISATA INDONESIA,CAGAR BUDAYA KOTA PONTIANAK,IMLEK 2021,INDONESIA CULTURE AND TOURISM,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,KAPAN BERDIRI VIHARA BHODISATVA KARANIYA METTA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,SEJARAH PEMUGARAN VIHARA BHODISATVA KARANIYA METTA,SEKELUMIT SEJARAH VIHARA BODHISATVA KARANIYA METTA DI PONTIANAK,SITUS PARIWISATA INDONESIA,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,TAHUN BARU IMLEK 2572,VIHARA BODHISATVA KARANIYA ADALAH CAGAR BUDAYA KOTA PONTIANAK,VIHARA BODHISATVA KARANIYA METTA,VIHARA BODHISATVA KARANIYA METTA BUKAN KELENTENG TERTUA MASIH ADA YANG PALING TERTUA DI KALIMANATAN BARAT,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Vihara Bodhisatva Karaniya Metta

Menurut Asali, imigrasi Tionghoa ke Kalimantan Barat dalam jumlah besar baru berlangsung pada abad ke-17 dan ke-18, saat pertambangan emas dimulai.

Dia bahkan bilang, Orang-orang Tionghoa sudah berdatangan dalam kelompok lebih kecil mendarat di Kalimantan Barat sejak berabad-abad sebelumnya.

“Bahkan rombongan Laksamana Cheng Ho kabarnya juga ada yang tertinggal di Kalbar. Mereka ini tentu saja membawa agama dan kepercayaan sendiri, dan mendirikan tempat untuk sembahyang. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mencari kelenteng-kelenteng tua itu,” terangnya.

Sobat Pariwisata, ternyata….

Selain Vihara Bodhisatva Karaniya Metta, ternyata, masih ada kelenteng yang jauh lebih tua. Menurut tokoh dan pemerhati Seni Budaya Kalimantan Barat, tentang asal mula Vihara Bodhisatva Karaniya Metta Pontianak bernama X.F. Asali.

“Kelenteng Kham Tian Tai Ti” termasuk yang pertama berdiri saat komunitas Tionghoa hadir di Pontianak,” katanya.

Namanya Kelenteng Kham Tian Tai Ti di Jalan WR Supratman, di samping Gang Waru adalah kelenteng paling tertua. Dari tulisan kanji yang ada di kelenteng tersebut, terbukti “Dewa Kham Tian Tai Ti” yang membuka hutan di kawasan di salah satu Provinsi Kalimantan Barat ini.

Pendapat Asali ini, dipercaya hingga sekarang. Demikian sekelumit cagar budaya yang ada di kota Pontianak. Mau tambahkan bukti sejarah lain tentang Vihara Bodhisatva Karaniya Metta, silakan ‘Sob!

Tertarik untuk kunjungi Vihara Bodhisatva Karaniya Metta?

Sobat Pariwisata Indonesia, “Tahun Baru Imlek 2021 atau 2572” menandai masuknya tahun untuk shio Kerbau Logam.

Untuk memeriahkan Tahun Baru Imlek, tidak ada salahnya kirim ucapan pada keluarga, teman dan orang tersayang.

“Gong xi fa cai, Gong Xi Gong Xi 2021″….

 


Foto Headline:  Jemaat sedang melakukan sembahyang di kelenteng jelang perayaan Imlek 2021, Vihara Bodhisatva Karaniya Metta (Foto: Dika Febriawan/WP)