Sumpit

Senjata Tradisional Suku Dayak

Selain Mandau, Dohong, dan Talawang, Suku Dayak juga memiliki senjata tradisional yang cukup terkenal. Bahkan senjata ini sangat ditakuti oleh penjajah Belanda lebih daripada pistol. Senjata tersebut adalah Sumpit atau Sepit.

Sumpit merupakan senjata yang cara penggunaannya dengan ditiup. Di dunia internasional jenis senjata ini dikenal dengan sebutan blowgun. Selain Suku Dayak di Pulau Kalimantan, senjata tradisional ini juga digunakan oleh beberapa masyarakat Indonesia, seperti di Papua dan Nusa Tenggara. Meskipun begitu, Sumpit di Kalimantan memiliki ciri khas tersendiri.

Pariwisata Indonesia

Sumpit atau Sipet Dayak memiliki ukuran panjang 1 hingga 3 meter. Material yang digunakan untuk membuat senjata tradisional ini adalah kayu, seperti kayu pelawi, tampang, ulin, taballeh, plepek, atau resak. Pada zaman dulu, pembuatan Sumpit cukup sulit karena pengrajin harus membuat lubang di bagian dalam kayu dengan diameter 2-3 cm. Di masa sekarang, proses ini lebih mudah dengan kehadiran bor.

Sumpit dilengkapi dengan anak panah yang disebut Damek yang terbuat dari bambu berdiameter 1 cm dengan bagian ujung yang dibuat lebar. Puluhan Damek sebagai persediaan disimpan dalam teleb (wadah berbentuk tabung dan terbuat dari bambu). Teleb kemudian diberi ranting pohon yang kuat atau rotan, yang berfungsi sebagai tali pengait untuk menyampirkan wadah di punggung ataupun diikat di pinggang.

Pariwisata Indonesia

Damek Dayak dikenal mematikan karena dilumuri dengan racun dari getah tumbuhan ipu atau siren. Racun ini bahkan hingga sekarang belum ditemukan penawarnya. Racun Damek bisa membunuh hewan burun dalam waktu 30 detik hingga 3 menit. Saat akan mengonsumsi daging, bagian yang terkena racun harus dibuang.

Racun Damek menjadikan Sumpit Dayak sebagai senjata tradisional yang lebih ditakuti penjajah Belanda daripada pistol. Peluru pistol bisa dikeluarkan dan lukanya diobati. Sementara racun dari Damek tidak bisa dihentikan dan bisa membunuh dalam waktu singkat.

Pariwisata Indonesia

Sumpit juga menjadi senjata yang tidak mengeluarkan suara. Selain itu, jarak tembaknya pun cukup jauh, bisa mencapai 200 meter. Hal tersebut menjadi nilai tambah bagi Sumpit Dayak. Keunikan senjata ini bisa terlihat dari ujung gagangnya yang diselipi mata tombak dari besi dengan panjang sekitar 15 cm. Ketika pemiliki Sumpit kehabisan Damek, maka Sumpit bisa beralih fungsi menjadi tombak.

Meskipun mematikan, Sumpit tidak boleh digunakan secara sembarangan. Sumpit biasanya digunakan oleh Suku Dayak untuk berburu hewan dan senjata perang. Sumpit pantang digunakan untuk menembak sesama anggota suku. Sumpit juga tidak boleh dipotong dengan menggunakan parang. Jika pelanggaran-pelanggaran itu terjadi, maka pemilik Sumpit harus menjalani hukuman adat yang berlaku.

Pariwisata Indonesia

Di zaman sekarang, sumpit sudah tidak lagi digunakan untuk berperang. Sumpit beracun juga pantang digunakan untuk membunuh sesama manusia. Jika hal itu dilakukan, konon kesaktian Damek yang tersisa pun akan hilang.

Berkurangnya kegiatan berburu membuat Sumpit pun jarang digunakan di hutan. Sumpit hanya dibawa sesekali untuk mengisi waktu luang saat sedang berladang dan tiba-tiba melihat hewan-hewan liar. Selain itu, Sumpit juga menjadi salah satu cabang olahraga di Kalimantan. Olahraga menyumpit banyak dilombakan di berbagai festival lokal, nasional, hingga internasional, seperti Festival Erau di Kalimantan Timur.(Nita/RPI)