The Indonesian Pentagon

Sobat Pariwisata pernah memperhatikan pecahan uang seribu rupiah dengan gambar Tjut Nyak Dien? Di sisi sebaliknya, akan kita temukan gambar sebuah bangunan dengan bentuk segi lima berlatar sebuah gunung. Benteng Belgica, demikian nama bangunan tersebut.

Benteng Belgica atau Fort Belgica terletak Banda Neira, Nusantara Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Hanya sekitar 1,9 kilometer dari Bandara Banda Neira.

Pariwisata Indonesia

Jika dilihat dari segala penjuru, Sobat Pariwisata hanya akan melihat empat buah sisi benteng. Namun saat melihatnya dengan drone dari udara, maka akan didapati sebuah bangunan segi lima sempurna. Keunikan sisinya itulah yang membuat Benteng Belgica di juluki sebagai ‘The Indonesian Pentagon’.

Benteng seluas 2.707 meter persegi ini pada awalnya adalah benteng buatan Portugis yang dibangun pada abad ke-16. Setelah Belanda datang dan melakukan perjanjian dengan Portugis, VOC melalui Gubernur Jenderal Pieter Both memerintahkan untuk membangun ulang benteng ini, tepatnya tanggal 4 September 1611.

Pariwisata Indonesia

Baik Portugis maupun pemerintah kolonial Belanda membangun benteng ini dengan maksud untuk menghadapi perlawanan rakyat Banda yang menentang monopoli perdagangan pala pada saat itu. Pada masa itu, Maluku memang menjadi satu-satunya daerah yang memproduksi pala.

Benteng yang dibangun di lahan seluas 27.293 meter persegi ini juga pernah digunakan sebagai pusat pemerintah kolonial Belanda sebelum akhirnya dipindahkan ke Batavia.

Benteng Belgica ini memang bukan benteng peninggalan rakyat Indonesia. Namun, dengan dibangunnya benteng ini kita dapat melihat semangat bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan bangsa asing. Semangat yang harus terus kita jaga meskipun telah hidup di alam kemerdekaan.

Pariwisata Indonesia

 

Saat berkunjung ke Maluku, Sobat Pariwisata harus meluangkan waktu untuk mengunjungi benteng ini. Benteng yang memiliki menara di setiap sisinya ini akan membawa kita seolah-olah kembali ke masa kolonial Belanda dan meresapi perjuangan rakyat Indonesia.

Benteng ini memiliki banyak ruangan, diantaranya ruang pertemuan, kamar petinggi dan prajurit, hingga sel tahanan. Di tengah benteng ini, terdapat lapangan terbuka dan titik untuk menghukum para tahanan. Selain itu, juga terdapat dua sumur yang konon berupa lorong rahasia untuk menghubungkan Benteng Belgica dengan Benteng Nassau dan pelabuhan. Sayangnya, lorong ini tidak bisa lagi digunakan karena sudah tertutup runtuhan tanah.

Benteng Belgica dibangun di atas perbukitan Tabaleku pada ketinggian 30 meter di atas permukaan laut. Dari atas benteng ini, Sobat Pariwisata bisa menikmati indahnya lautan luas yang membentang, pohon hijau yang rimbun, serta rumah-rumah penduduk.

Di sisi lain, kita bisa melihat Gunung Api Banda yang tinggi menjulang. Pemandangan yang persis sama seperti gambar pada uang pecahan seribu rupiah.

Benteng yang pada zamannya mendapat julukan ‘Mahkota Berpucuk Lima di Atas Kepala Keluarga Nassau dan Pelindung Banda’ ini buka setiap hari sejak pukul 08.00-17.00. Sobat Pariwisata hanya perlu mengeluarkan uang mulai dari 20.000 rupiah untuk memasuki Pentagon Indonesia ini.(Nita)