Tradisi Fahombo

Ritual Pendewasaan Suku Nias
Fahombo,Pariwisata Indonesia
foto: kabarnias,com

PariwisataIndonesia.id – Sobat Pariwisata, olahraga bukan merupakan aktivitas yang dikenal oleh nenek moyang kita. Berbagai aktivitas fisik seperti latihan fisik, tari adat, bela diri, dan sebagainya, dilakukan sebagai bagian dari ritual saja. Seperti Fahombo dari Nias.

Fahombo atau hombo batu atau lompat batu, merupakan ritual yang dilakukan kaum laki-laki Suku Nias. Pada masa sekarang, aktivitas ini serupa dengan lompat tinggi dan lompat gawang di bidang atletik. Namun, menurut sejarah, Fahombo bukanlah olahraga melainkan latihan persiapan perang.

Fahombo,Pariwisata Indonesia
foto: doddymgurning, wordpress, com

Pada masa lalu, suku-suku di Nias sering melakukan peperangan. Untuk mempersiapkan diri menghadapi musuh, para pemuda melatih keberanian dan ketangkasan melalui Fahombo. Ritual ini menjadi salah satu simbol kekuatan dan dan kehebatan sebuah desa dalam menghadapi bahaya.

Saat masa peperangan berakhir, Fahombo pun beralih fungsi. Ritual ini dilakukan sebagai penanda kedewasaan seorang anak laki-laki. Namun, ritual Fahombo ini hanya dilakukan oleh desa-desa tertentu di Pulau Nias.

Fahombo,Pariwisata Indonesia
foto: hikayatbanda,com

Saat melakukan Fahombo, para pemuda harus melompati susunan batu berbentuk piramida yang memiliki tinggi dua meter dan ketebalan 40 hingga 60 cm. Di dekat susunan batu ini terdapat sebuah batu kecil yang dijadikan pijakan kuda-kuda. Ketika melompat, seluruh bagian tubuh pelompat tidak boleh menyentuh susunan batu tinggi tersebut. Jika menyentuh, maka lompatan tersebut dianggap gagal.

Untuk dapat berhasil melompati susunan batu, para pemuda harus berlatih keras sejak berusia 6 tahun. Selain latihan yang rutin, diperlukan teknik khusus mulai dari saat berpijak, saat melompat, hingga saat mendarat. Kesalahan dalam melakukannya akan menyebabkan cedera hingga patah tulang.

Fahombo,pariwisata indonesia
foto: goodnewsfromindonesia,id

Pada saat seorang pemuda akan melaksanakan Fahombo, seluruh penduduk desa akan berkumpul untuk menyaksikan. Para pemuda ini akan mengenakan baju adat yang khusus digunakan para pejuang perang. Kegiatan ini bernilai sangat prestisius. Bahkan, keberhasilan seorang anak dalam melakukan Fahombo dirayakan oleh orang tua dengan menyembelih hewan-hewan ternak.

Pada masa sekarang, atraksi Fahombo menjadi salah satu daya tarik pariwisata saat berkunjung ke Nias. Lompat batu yang tidak ditemukan di belahan bumi manapun ini kerap dipamerkan di berbagai acara adat dan pertunjukan budaya.

Atrasksi Fahombo ,Pariwisata Indonesia
foto: niassatu,com

Sebagi salah satu identitas budaya Indonesia, atraksi Fahombo menjadi salah satu gambar dalam lembaran uang pecahan seribu rupiah keluaran Bank Indonesia cetakan tahun 1992. Nah! Jika Sobat Pariwisata berkunjung ke Pulau Nias, jangan lewatkan ritual pendewasaan yang seru dan menegangkan ini, ya!(Nita)