Uji Ketangkasan Dalam Tari Lalatip

Tari Tradisional Khas Suku Dayak Tahol
Pariwisata Indonesia

Bagi muda mudi Dayak Tahol, cantik dan tampan tidak hanya ditentukan dari wajah, tapi juga dari ketangkasan. Biasanya, muda mudi ini akan bersosialisasi dalam sebuah tari pergaulan bernama Tari Lalatip. Pria dan wanita yang tangkas dalam menarikannya, akan menjadi salah satu pemuda idaman.

Lalatip berasal dari kata lalati (Bahasa Dayak) yang berarti menjepit. Dalam tarian ini, memang dibutuhkan ketangkasan untuk menghindari tongkat yang berusaha menjepit kaki para penari. Tari Lalatip atau Magunatip, merupakan salah satu tarian yang kerap dipertunjukan di daerah Tarakan, Nunukan, dan Malinau, Kalimantan Utara.

Pariwisata Indonesia

Awalnya, Lalatip merupakan salah satu latihan ketangkasan bagi para pemuda-pemudi. Maraknya perang antar suku yang mengancam para penduduk, membuat setiap pemuda Suku Dayak Tahol wajib memiliki keterampilan dalam berperang. Lalatip pun menjadi salah satu latihan untuk menguji ketangkasan, kecepatan, keseimbangan, juga konsentrasi.

Selain itu, lalatip juga melatih keterampilan untuk melompat dan menghindari rintangan dalam perang. Seiring perkembangan zaman, Lalatip pun berubah menjadi tari tradisional dan menjadi salah satu kekayaan Suku Dayak Tahol.

Untuk membawakan Tari Lalatip, diperlukan tiga kelompok dengan tugas yang berbeda. Kelompok pertama yaitu muda-mudi yang memainkan alat musik tradisional, seperti gong dan kendang. Alat musik ini akan dimainkan dengan nada-nada yang penuh semangat agar menghasilkan sebuah pertujukan tari yang menarik.

Kelompok kedua, yaitu tiga pasang muda-mudi yang memegang tongkat dari kayu maupun bilah bambu. Mereka duduk bejongkok berjajar dan saling berhadapan sambil menggerakan dan menghentakan tongkat penjepit kaki sesuai dengan irama musik.

Kelompok ketiga, yaitu para penari yang berlompatan di antara celah tongkat. Mereka akan menarikan gerakan khas Dayak Tahol dengan enerjik dan penuh semangat, sambil berusaha menghindari himpitan tongkat. Bagian paling seru yaitu ketika mata para penari ditutup dengan kain hitam. Penari harus benar-benar fokus pada irama dari alat musik dan hentakan tongkat agar bisa memperkirakan langkah yang diambil.

Penari Lalatip menggunakan busana khas Suku Dayak berupa rompi lengan pendek dan rok atau celana sebatas lutut. Umumnya, busana yang dikenakan berwarna hitam, merah tua, atau kuning. Di bagian kepala, para penari mengenakan ikat kepala yang terbuat dari kain atau daun pandan yang dihiasi bulu burung. Sebagai aksesoris pelengkap, para penari akan mengenakan gelang tangan dan juga gelang kaki.

Pariwisata Indonesia

Pada tahun 2017, Tari Lalatip telah dinyatakan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pada tahun 2018, Tari lalatip juga pernah meraih rekor MURI untuk bubu raksasa milik Suku Dayak Tahol.

Pariwisata Indonesia

Sobat Pariwisata! Tarian ini termasuk salah satu tarian yang cukup sulit. Tidak semua orang bisa membawakannya. Diperlukan latihan dan ketangkasan untuk bisa bersinergi dengan gerakan dan iramanya. Tidak heran jika pemuda dan pemudi Suku Dayak Tahol menjadikan tarian ini sebagai salah satu cara untuk menyeleksi calon pasangan mereka.(Nita/RPI)