Apartemen Rayap, Wisata Anti Mainstream ke Taman 1000 Musamus

Setibanya di lokasi wisata Anti Mainstream. Brother dijamin pasti takjub, dan terheran-heran. Pelajaran yang di dapat dari jelajah ke Taman 1000 Musamus, semut sekecil itu mampu membangun apartemen tinggi menjulang. "Semut itu, berapa besar sih?" Nyatanya, mampu mendirikan bangunan setinggi orang dewasa. Itulah kebesaran Allah, "Maha Besar Allah dan bagi Allah tak ada yang tidak mungkin."
taman nasional wasur, taman 1000 musamus, 1000 rumah semut Musamus, pariwisata merauke, wisata anti mainstream di papua, pariwisata indonesia, media pvk, umi kalsum, pariwisata, pariwisata indonesia
Foto: Ay'z Larat

PariwisataIndonesia.id – Berpetualang keliling Indonesia, sepertinya terasa kurang lengkap jika belum menginjakkan kaki di wilayah paling timur negeri ini, yakni Merauke.

Baca juga:  Pemilik Website Pariwisata Indonesia, Umi Kalsum: Promosikan Tanah Air “Travelling Tourism and Culture”

“Brother terdapat banyak destinasi yang jadi pilihan dan direkomen.”

Salah satunya, wisata anti mainstream dengan berlibur ke Taman 1000 Musamus. “Let’s go!”

Baca Juga:  3 Camilan Ekstrem Papua Penuh Nutrisi, Berani Coba?

Lokasi wisata ini berada di dekat perkampungan Salor 2, terletak dalam kawasan Taman Nasional Wasur, di distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua.

Kawasan ini adalah hutan sabana basah dan terluas di Indonesia bahkan se Asia. Sudah pasti, kaya akan flora dan fauna. “Berani terima tantangan untuk adventure wisata anti mainstrem ke Taman 1000 Musamus?”

Dijamin terheran-heran dan gagal fokus. “Kok bisa?”

“Brother, jelajah wisata ke Taman 1000 Musamus sungguh keren abiez!”

“Coba dibayangkan, berapa sih ukuran semut itu?”

Semut yang ukurannya kecil ketika bersatu padu dan terjalin kerja sama secara sungguh-sungguh, menghasilkan maha karya yang luar biasa dahsyat.

Dari semut tersebut, “Brother bisa memetik pelajaran hidup yang sangat berarti.”

Dengan mejelajah ke Taman 1000 Musamus, semut dalam ukuran kecil sekalipun terbukti mampu membangun apartemen tinggi menjulang.

Destinasi wisata ini bisa disebut sebagai wisata anti mainstream karena berbeda dengan konsep liburan pada umumnya.

Bangunan yang terbuat dari tanah dan berdiri setinggi orang dewasa dapat mendekatkan wisatawan untuk mengagungkan kebesaranNya dan mengakui tanda-tanda kekuasaan dan keesaanNya.

“Brother dijamin takjub dan terheran-heran.”

Untuk sampai ke wisata anti mainstream ini cukup menempuhnya dengan memakai mobil yang dimulai dari kota Merauke (Bandara Internasional Mopah) menuju lokasi. Perkiraan sampai, butuh waktu 2 jam. Tripnya bisa dibilang aman.

Lintasan menuju lokasi wisata nyaman dinikmati bersama keluarga. Meski lancar, tetap disiplin dalam berkendara (safety driver.red). Sekalipun menjumpai jalan yang terlihat ada perbaikan di sana-sini tapi tetap masih wookey-lah.

Baca juga : Pakaian Sali! Pakaian Adat Papua, Budaya yang Mengikuti Peradaban [Bacaan-17]

Sebelum tiba di Taman 1000 Musamus lebih dulu melewati Salor 2. Brother, “Salor 2” cukup populer dan dikenal luas sebagai perkampungan yang mengelola wisata ini. Perkampungan ini terbilang aktif mempromosikan wisata Taman 1000 Musamus.

Berkat kampung ini atau “Salor 2” wisata anti mainstream menjadi viral dan ramai dikunjungi wisatawan. Saat berada di Kampung Salor 2, terlihat gapura bertuliskan Wisata 1000 Musamus yang berada di kanan jalan.

Gapura ini menjadi tanda, kalau wisatawan yang datang sudah dijalur yang benar dan tepat. Untuk tiba ke lokasi wisata, sedikitnya masih 1 Km dari gapura tersebut.

Jangan terkaget-kaget ketika sepanjang jalan menemukan onggokan tanah menjulang seperti bangunan.

“Brother, itulah wisata Anti Mainstream sesungguhnya, Welcome to Taman 1000 Musamus.”

Baca Juga:  Jembatan Youtefa, Ikon Baru di Papua

Itulah kebesaran Allah, “Maha Besar Allah dan bagi Allah tak ada yang tidak mungkin.”

Musamus menyerupai bangunan apartemen. Ketinggiannya beragam, bahkan ada yang mencapai 5 meter. Istimewanya lagi, para semut itu atau rayap (Macrotermes) berhasil mendirikan apartemen rayap.

Struktur dan interior apartemen rayap jika ditelisik mirip sekali dengan rancangan manusia. Terdapat lorong-lorong yang rumit, berfungsi sebagai ruang ventilasi.

Saat musim kemarau, ventilasi membantu melepaskan udara panas. Sebaliknya, ketika memasuki musim hujan, ventilasi berfungsi sebagai pelindung dari air hujan.

“Dari mana diperoleh material?”

Ternyata material tersebut setelah diamati dan dilakukan sejumlah kajian secara ilmiah, tercipta dari campuran tanah, tadahan air hujan, rumput kering, dan air liur semut.

Itulah yang merekatkan bangunan apartemen rayap. Sekalipun material tersebut terbilang sederhana, terbukti mampu mendirikan bangunan yang menjulang bikin wisatawan yang berkunjung dijamin gagal fokus.

Serangga-serangga yang terkesan lemah, berhasil membangun apartemen rayap. Berdiri kokoh. Bahkan dipanjat oleh manusia pun bisa. Namun, jangan coba-coba dilakukan. Mari turut menjaga agar musamus-musamus tidak rusak oleh ulah manusia.

Diimbau masyarakat dan wisatawan dapat menjaga apartemen rayap tetap lestari, dengan tidak merusak, tidak mencoret-coret, tidak menaiki maupun mencongkel-congkel. “Cukup foto didekatnya saja, ya. Tanpa harus merusak!”

“Brother, jangan heran ketika menemukan ratusan apartemen rayap terdapat ratusan.”

Taman 1000 musamus tersebar di savana seluas 28 hektar. Namun, baru 8 hektar saja yang masuk dalam pengelolaan area wisata.

Karena jumlahnya yang terlalu banyak, masyarakat setempat dari Kampung Salor 2 menamakannya sebagai lokasi wisata Taman 1.000 musamus.

Fasilitas lain yang bisa dijumpai ketika berada di tempat wisata anti mainstream, terdapat penyewaan kuda. Pengelola wisata juga menawarkan jasa-jasa lainnya seperti homestay, dan siap jika dimintakan tolong menjadi tour guide.

Wisata anti mainstream terasa seru dan semakin menyenangkan dengan menjelajahi area wisata memakai kuda, atau keliling dengan mobil yang telah dimodifikasi.

Dapatkan sensasi eksotik ketika kuda dipacu sekaligus menikmati pemandangan musamus-musamus yang berdiri kokoh tersebut.

Seusai Brother menikmati liburan anti mainstream yang eksotik, badan terasa lelah dan butuh istirahat. Jangan lewatkan untuk mengunjungi honai atau saung yang terpencar di beberapa lokasi wisata.

Saat berada di saung yang mirip-mirip pendopo, wisatawan Brother akan disuguhi pemandangan wisatawan yang membawa bekal sendiri untuk makan.

Bagaimana brother, penasaran? Tertarik jelajah wisata anti mainstream yang ada di Merauke ini? (Nita/Kus)

.