Menelisik Sejarah Media Massa di Indonesia

Museum Pers

Berbicara tentang koran, televisi dan radio mungkin sebagian orang merasa bosan. Ulasannya sering kali berat-berat. Namun apa jadinya jika kita tetap dipaksa harus memberitakan hal-hal istimewa yang pernah terjadi, khususnya perkembangan dunia media massa di Indonesia. Sudah barang tentu, kita harus berkunjung ke Museum Pers. 

Redaksi coba memberikan ulasan sersan (serius tapi santai) tentang sejarah media massa di tanah air, khususnya highlight Museum Pers. Terletak di pusat Kota Solo, Museum Pers siap sambut Sobat dengan arsitektur gedung mirip bangunan candi.

Baca Juga:  Tedjo Sumarto Berpulang, Penyiar RRI Legendaris

Wisata ke Museum ini, Sobat tidak dikenakan biaya. Cuma uang parkir, siapkan aja kocek Rp 2-5 ribu. Selanjutnya dipersilakan nikmati wisata edukasi berkunjung ke Monumen Pers Nasional. Let’s go!

Saat memasuki gedung, Sobat disuguhi diorama sejarah pers. Tampak di bagian kanan ada patung dari tokoh-tokoh pers, seperti Tirto Adhi Soerjo.

Setelah puas melihat-lihat, pergilah ke bagian depan gedung. Sobat bisa menemukan koleksi koran sejak terbitnya dari yang berbahasa Jawa hingga koran Selompret Melajoe yang di zamannya koran ini paling favorit dan populer, berbahasa Melayu.

Chinon606S MonumenPersNasional
Jenis Kamera Tyoe Chinon606S (Foto: Museum Pers)

Berikutnya, silakan ke bagian gedung di sebelah kanan, disini menghadirkan koleksi peralatan siaran dan perlengkapan jurnalistik seperti telepon kayuh, radio kambing, hingga kamera-kamera milik wartawan terkenal.

Tentu Sobat tidak asing mendengar nama wartawan Udin, wartawan yang terbunuh setelah meliput pilkada di Kabupaten Bantul.

Sobat sebagai penutup wisata, Museum Pers juga merangkap galery perpustakaan.

Disini mengoleksi buku-buku lawas, dan terbilang lengkap. Sejarah dan arsip-arsip digital pers nasional di dokumentasi secara baik.

Buat Sobat yang mau berwisata sambil belajar tentang sejarah media massa, Museum Pers cocok banget untuk di kunjungi. Silakan datang ke Monumen Pers Nasional.

Follow: @pariwisataindonesiaofficial, #pariwisataindonesiaofficial

(Bahrul/Kusmanto)