Rumah Adat Dalam Loka, NTB

Rumah Adat Dalam Loka,NTB

Rumah adat yang ada di setiap daerah di Indonesia memiliki bentuk desain dan makna serta keunikan tersendiri, rumah juga mempunyai posisi penting dalam kehidupan manusia, yaitu sebagai tempat individu dan keluarganya berlindung secara jasmani dan memenuhi kebutuhan akan spiritualnya. Seperti berikut ini kami akan mengenalkan Rumah Adat Dalam Loka dari Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dilangsir dari id.wikipedia.org dan sumber lainnya, yuk disimak ulasanya berikut ini:

Rumah Adat Dalam Loka adalah rumah kediaman raja-raja yang berasal dari Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Rumah dalam Loka atau istana Sumbawa ini merupakan peninggalan sejarah dari kerajaan Sumbawa. Istana Dalam Loka dibangun pada tahun 1885 oleh Sultan Muhammad Jalalludin III (1983-1931).

Rumah Adat Dalam Loka,NTB
Rumah Adat Dalam Loka,NTB, foto: duniaindra.com

Rumah adat ini merupakan desain asli rumah kediaman raja-raja Sumbawa. Kuatnya pengaruh budaya Islam yang masuk di wilayah ini pada masa itu telah membuat hampir seluruh aspek adat dan kesukuan masyarakat Sumbawa larut dalam nilai-nilai syariah Islam.

Baca Juga:  Pesona Gunung Tambora Pernah Murka Tahun 1815

Rumah Adat Dalam Loka berbentuk rumah panggung dengan luas bangunan 904 M2. Istana Dalam Loka terlihat sangat megah. Istana yang dibangun dengan bahan kayu ini memiliki filosofi “adat berenti ko syara, syara barenti ko kitabullah”, yang berarti semua aturan adat istiadat maupun nilai-nilai dalam sendi kehidupan tau Samawa (masyarakat Sumbawa) harus bersemangatkan pada syariat Islam.

Baca Juga:  Murka Gunung Tambora Tahun 1815, Terus?

Struktur dan Arsitektur Rumah

Dalam Loka sendiri berasal dari 2 kata dalam bahasa Sumbawa, yakni “Dalam” yang berarti “Istana” dan “Loka” yang berarti “Dunia. Penamaan tersebut sesuai dan fungsi rumah adat ini yang memang digunakan untuk pusat pemerintahan dan kediaman raja-raja Sumbawa pada masa silam.

Sesuai dengan fungsi tersebut, rumah adat Sumbawa ini memiliki desain yang cukup besar serta bangunan yang luas, ini berdiri dengan ditopang oleh 99 tiang yang melambangkan 99 sifat Allah (asmaul husna) dalam ajaran Agama Islam.

Rumah Adat Dalam Loka,NTB
Rumah Adat Dalam Loka,NTB, foto: lazwardyjournal.com

Bangunan dalam loka menghadap ke selatan atu tepatnya ke arah Bukit Sampar dan alun-alun kota. Ketika memasuki rumah ini terdapat ukiran khas daerah pulau Sumbawa yang disebut Lutuengal. Ukiran khas Pulau Sumbawa ini biasanya motif bunga dan juga motif daun-daunan.

Baca Juga:  Mandalika Wisata Kelas Dunia Event MotoGP Dipromosikan ke Dubai!

Rumah adat dalam loka sumbawa hanya memiliki satu pintu akses yang besar untuk masuk dan keluar. Untuk masuk bisa melewati tangga depan yang dimiliki Dalam Loka tidak seperti tangga pada umumnya. Tangga tersebut berupa lantai kayu yang dimiringkan hingga menyentuh tanah dan lantai kayu tersebut ditempeli oleh potongan kayu sebagai penahan pijakan.

Umumnya bahan utama Dalam Loka semua kayu Jati. Tiang-tiang penyangga mampu menopang tegaknya rumah yang terbagi menjadi 2 ukuran sama besar (kembar) yang bernama Bala Rea atau Graha Besar. Dalam Graha Besar ini ada beberapa ruangan yang dipisahkan dinding penyekat sesuai dengan fungsi dan namanya masing-masing, yaitu:

Lunyuk Agung terletak di bagian depan bangunan berfungsi sebagai tempat musyawarah, resepsi, atau acara pertemuan adat dan keagamaan.

Lunyuk Mas terletak di sebelah Lunyuk Agung berfungsi sebagai ruangan khusus permaisuri, istri-istri menteri, dan staf penting kerajaan saat dilangsungkan upacara adat.

Ruang Dalam yang terletak di sebelah barat. Ada yang hanya disekat oleh kelambu dan berfungsi sebagai tempat shalat, dan di sebelah utaranya merupakan kamar tidur dayang-dayang dan permaisuri. Ruang Dalam yang terletak di sebelah timur terdiri dari empat kamar. Kamar-kamar ini diperuntukan bagi putra/putri raja yang sudah menikah.

Ruang sidang terletak di bagian belakang Bala Rea. Selain digunakan untuk bersidang, pada malam hari ruangan ini juga dijadikan tempat tidur para dayang.

Kamar mandi terletak di luar ruangan induk yang memanjang dari kamar peraduan raja hingga kamar permaisuri.

Bala Bulo terletak di samping Lunyuk Mas dan terdiri dari dua lantai. Lantai pertama berfungsi sebagai tempat bermain anak-anak raja yang masih kecil, dan lantai kedua berfungsi sebagai tempat menyaksikan pertunjukan di lapangan istana bagi permaisuri dan istri para bangsawan.

Baca Juga:  Mandalika Bersolek Untuk Dunia

Diluar bangunan Bala Rea yang kini dikenal sebagai Dalam Loka, sebagai kesatuan dari keseluruhan komplek Istana (Dalam). Pada zaman dahulu masih terdapat beberapa bagian penting istana, yakni Keban Alas (kebun istana), Bala Buko (gapura) tembok istana, Bale Jam (rumah jam), tempat khusus diletakannya lonceng kerajaan. Semoga ulasan ini dapat menambah ilmu pengetahuan kamu khususnya tentang rumah adat daerah di Indonesia ya!