Rumah Adat di Provinsi Sulawesi Utara

Rumah Adat di Provinsi Sulawesi Utara

Merupakan Aset Kebudayaan Daerah yang Perlu Dijaga Kelestariannya

Sobat Pariwisata yang selalu setia, masih di Provinsi Sulawesi Utara nih! Selanjutnya kita gali informasinya yang belum dibahas sebelumnya. Dimana di provinsi ini diketahui terdiri atas beragam suku bangsa. Suku bangsa tersebut antara lain seperti suku Minahasa, suku Bolaang Mongondow, suku Sangir-Talaud, serta suku Gorontalo. Suku bangsa yang ada di provinsi ini juga memiliki adat dan kebudayaan yang berbeda-beda, salah satunya adalah rumah adatnya. Redaksi PariwisataIndonesia.id, kali ini akan mengulas tentang rumah adat yang ada di provinsi ini yang dirangkum dari beberapa sumber. Diantaranya dua rumah adatnya yaitu, rumah Pewaris atau rumah Walewangko dan rumah Bolaang Mongondow. Berikut ulasannya:

Rumah Adat Pewaris

Rumah Adat Pewaris, foto: faizalefendi.wordpress.com

1. Rumah Pewaris (Walewangko)

Rumah Pewaris ini adalah rumah adat dari Provinsi Sulawesi Utara, yang disebut juga dengan nama rumah Walewangko, rumah adat ini termasuk kedalam golongan rumah panggung. Walewangko sendiri merupakan nama sebuah desa di Kecamatan Langowan Barat, Minahasa, Sulawesi Utara.

Nama Walewangko tersebut berasal istilah wale atau bale, yaitu rumah atau tempat melakukan akivitas untuk kehidupan berkeluarga. Ciri utama rumah tradisional ini berupa ”Rumah Panggung” dengan 16 sampai 18 tiang penyangga dengan dua tangga di depan rumah. Adapun bentuk rumah panggung ini pada zaman dahulu bertujuan untuk menghindari serangan musuh secara mendadak atau serangan dari binatang buas. Menurut kepercayaan nenek moyang Minahasa, peletakan tangga tersebut dimaksudkan apabila ada roh jahat yang mencoba untuk naik dari salah satu tangga maka roh jahat tersebut akan kembali turun di tangga yang sebelahnya.

Rumah adat ini juga merupakan rumah adat yang memiliki tampilan fisik yang apik dengan bentuk rumah panggungnya. Tiang penopangnya dibuat dari kayu yang kokoh. Dua di antara tiang penyanggah rumah ini, konon kabarnya, tak boleh disambung dengan apa pun. Dan gagian kolong rumah pewaris ini biasanya digunakan untuk tempat penyimpanan hasil panen atau godong. Seperti rumah adat lainnya, rumah adat dari Sulawesi Utara ini dibagi juga ke dalam beberapa bagian utama, antara lain:

a.) Bagian depan atau Lesar

Bagian ini dikenal juga dengan istilah Lesar. Bagian ini tidak dilengkapi dengan dinding sehingga mirip dengan beranda. Lesar ini biasanya digunakan sebagai tempat para tetua adat juga kepala suku yang hendak memberikan maklumat kepada rakyat.

b.) Bagian serambi bagian depan atau Sekey

Sekey ini dilengkapi dengan dinding dan letaknya persis setelah pintu masuk. Ruangan Sekey sendiri difungsikan sebagai tempat untuk menerima tamu serta ruang untuk menyelenggarakan upacara adat dan jamuan untuk tamu undangan.

c.) Bagian, Pores

Bagian ini adalah tempat yang digunakan untuk menerima tamu yang datang dan masih memiliki hubungan kekerabatan dengan pemilik rumah. Terkadang ruangan ini juga digunakan sebagai tempat untuk menjamu tamu wanita dan juga tempat anggota keluarga melakukan aktifitas sehari-harinya. Pores ini pada umumnya bersambung langsung dengan dapur, tempat tidur dan juga makan.

Rumah Adat Bolaang Mongondow

Rumah Adat Bolaang Mongondow, foto: liputanbmr.com

2. Rumah Bolaang Mongondow

Bolaang Mongondow adalah salah satu daerah di wilayah Provinsi Sulawesi Utara, dimana daerah ini sangat kaya dengan kabudayaan, sebab oleh Raja-raja terdahulu semua sistem dan aspek kehidupan masyarakat diatur dengan tatanan adat. Dimana di Bolaang Mongondow pada umumnya rumah tempat tinggalnya berbentuk rumah panggung dengan sebuah tangga di depan dan sebuah di belakang. Dengan adanya pengaruh luar, maka bentuk rumah pun sudah berubah. Namun, budaya daerah yang mengandung nilai-nilai luhur yang dapat menunjang pembangunan, masih tetap dipelihara dan dilestarikan.

Perlu diketahui bahwa hingga saat ini, Bolaang Mongondow di tetapkan menjadi satu Daerah Propinsi baru dengan nama Propinsi Bolaang Mongondow Raya. Salah satu hal yang cukup menarik di Bolaang Mongondow Raya ini adalah masih terdapat rumah-rumah adat asli yang dihuni oleh masyarakat yang rata-rata sudah berumur diatas 80 tahun lho. Rumah adat ini adalah merupakan aset kebudayaan daerah yang perlu dijaga karena dari bangunan ini paling tidak kita bisa mengetahui bagaimana peradaban masyarakat Bolaang Mongondow pad zaman itu.

Marilah sobat pariwisata yang selalu setia, kita sama-sama ikut melestarikan kebudayaan yang ada di daerah kita masing-masing. Sebagai salah satu wujug kecintaan kita terhadap negeri tercinta Indonesia, salam pariwisata, maju pariwisata nya, makmur dan sejahtera rakyat nya.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )