Wisata Sejarah ke Lobang Jepang! Gaaees, Itu Kenangan Pilu Bagi Orang Minangkabau

umi kalsum founder dan ceo media pvk group,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,KEPALA DINAS PARIWISATA PROVINSI SUMATERA BARAT NOVRIAL RAJO MANGKUTO,LETJEN MORITAKE TANABE,LOBANG JEPANG,LOBANG JEPANG BUKITTINGGI,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,MEDIA PVK GROUP,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,NOVRIAL RAJO MANGKUTO KADISPAR PROVINSI SUMATERA BARAT,PARIWISATA DI SUMATERA BARAT,PARIWISATA INDONESIA,PROVINSI SUMATERA BARAT,TAMAN PANORAMA LOBANG JEPANG,TEROWONGAN GUA JEPANG,WISATA SEJARAH KE LOBANG JEPANG BUKTI KENANGAN PILU BAGI ORANG MINANGKABAU DI MASA SILAM
Wisata Sejarah ke Lobang Jepang di Bukittinggi (Foto: Midor)

PariwisataIndonesia.id Hai Gaaees!

Lobang Jepang Bukittinggi adalah salah satu objek wisata sejarah yang ada di Kota Bukittinggi. Lokasinya terletak di tengah taman panorama, Ngarai Sianok, Bukit Cangang Kayu Ramang, Kecamatan Guguk Panjang, Sumatera Barat.

Jaraknya tidak terlalu jauh dari Jam Gadang yang ada di pusat kota. Tempat wisata tersebut, juga mengemuka dengan sebutan lainnya, yaitu Taman Panorama Lobang Jepang, Gaaees!

Dalam sejarahnya, dibangun sebagai benteng pertahanan Jepang atau memperkuat kekuasaannya di wilayah Sumatera.

umi kalsum founder dan ceo media pvk group,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,KEPALA DINAS PARIWISATA PROVINSI SUMATERA BARAT NOVRIAL RAJO MANGKUTO,LETJEN MORITAKE TANABE,LOBANG JEPANG,LOBANG JEPANG BUKITTINGGI,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,MEDIA PVK GROUP,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,NOVRIAL RAJO MANGKUTO KADISPAR PROVINSI SUMATERA BARAT,PARIWISATA DI SUMATERA BARAT,PARIWISATA INDONESIA,PROVINSI SUMATERA BARAT,TAMAN PANORAMA LOBANG JEPANG,TEROWONGAN GUA JEPANG,WISATA SEJARAH KE LOBANG JEPANG BUKTI KENANGAN PILU BAGI ORANG MINANGKABAU DI MASA SILAM
Wisata Sejarah ke Lobang Jepang Bukittinggi / Ilustrasi foto sumber dari instagram – netizen

Kala itu, Letjen Moritake Tanabe selaku Komandan Tentara Pertahanan Jepang atau bertindak sebagai Panglima Divisi ke 25 Angkatan Darat Balatentara Jepang memberikan instruksinya di tahun 1942 untuk membangun jaringan terowongan bawah tanah.

Selain berfungsi sebagai pertahanan. Di sisi lain, kehadirannya juga untuk gudang logistik yang menyimpan senjata dan amunisi bagi pasukan “Negeri Sakura”.

Bahkan, perbekalan makanan saat bala tentara Jepang menghadapi pertempuran, dan keseharian dapur umum mereka ada di tempat tersebut.

Dengan demikian, dapat dipastikan Lobang Jepang, juga seperti lumbung pangan tentara Jepang, Gaaees!

Oh, ya Gaaees! Konsep terowongan dirancang mirip “lubang tikus” dan diperkirakan memiliki panjang lebih dari 6 kilometer dengan lebar 2 meter.

Lobang Jepang Bukittinggi disebut-sebut sebagai salah satu terowongan yang juga terpanjang di Asia.

Arsitektur Lobang Jepang mengikuti struktur gua dan berkelok-kelok, juga terdapat 21 ruangan yang saling menghubungkan satu sama lain.

Saat berkunjung ke lokasi wisata tersebut, kita menemukan ruang untuk amunisi, ruang tidur, ruang pengintaian, ruang pelarian, ruang penyiksaan, ruang sidang, ruang rapat, penjara dan dapur umum.

Selanjutnya, Gaaees! Terowongan itu dibangun sejak tahun 1942, dan baru selesainya di tahun 1945, Gaaees!

Dari keterangan resmi pengelolanya, Gaaees! Lobang Jepang, sanggup menahan letusan bom seberat 500 kg, dan sejarawan juga mengatakan, pembangunan lubang yang sangat panjang itu, Gaaees! Telah memakan banyak korban jiwa, Gaaees!

Disebutkan, pekerja yang terlibat di dalam pembangunan terowongan tak diberi upah atau “romusha” (労務者 rōmusha: “buruh”, “pekerja”.Red), dan mereka yang dianggap tentara Jepang sebagai “pembangkang” tidak ada kata ampun, disiksa sampai mati, Gaaees!

Menelisik sejarahnya, tak heran cerita mistis juga “seliweran” di kalangan masyarakat setempat.

Namun, berwisata dengan menyusuri terowongan itu tidak menyeramkan, Gaaees!

Tempat wisatanya, sudah didukung penerangan. Sepanjang lorong pun aman untuk dikunjungi. Banyak pengunjung yang menyatakan puas, karena, katanya, merasakan sensasi luar biasa.

Yuk, Gaaees! Napak tilas sejarah panjang penjajahan Jepang yang pernah menindas orang-orang kita terdahulu sebagai bukti pilunya Orang Minangkabau di zaman itu.

Dijamin asik. rekam jejaknya ada di sini, Gaaees!

Generasi millennial jangan dininabobokan sesuatu yang datang dari negara luar, bahwa selalu lebih hebat atau kerap diagungkan. Jangan, dong!

Sejak dulu kala, Indonesia menjadi incaran para penjajah, karena alamnya memesona bak surga dunia. 

Berlimpah ruah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada Indonesia. Untuk itu, mari kita jaga bersama-sama.

Alasan lain incaran penjajah tersebut, Gaaees! Karena Indonesia penghasil rempah-rempah dunia dan menyimpan banyak potensi lainnya seperti emas, nikel, minyak, batu bara, uranium, gas dan masih jutaan lagi yang belum tergali potensinya.

Jangan mau dijajah lagi kita, Gaaees! 

Untuk itu, wisata ke Lobang Jepang sebagai pengingat sejarah. Menolak lupa dan menjelaskan untuk kita belajar dari kenangan kelam sebelum berkibarnya Sang Saka Merah Putih sebagai simbol negara Indonesia.

Pintu masuk terowongan, aksesnya ada beberapa, ya Gaaees!

Salah satu diantaranya, dari jalur Ngarai Sianok, di Panorama, lebih tepatnya ada di samping Istana Bung Hatta.

Tempat wisatanya, resmi dibuka sejak tahun 1984. Kemudian, direnovasi kembali agar memberikan rasa nyaman dalam berwisata.

Disinyalir, dinding terowongan tersebut type tanahnya jika terkena air malah semakin menggigit (Kokoh.Red).

Hal itu, bisa terlihat dari sejarah gempa yang terjadi di tahun 2009. Pasca gempa, terowongan sedikitpun kondisinya tidak terpengaruh.

Memasuki relung-relung terowongan, sudah tentu membuat pengunjung tertelan bumi secara perlahan.

Gaaees, menuruni sebanyak 132 anak tangga dengan kemiringan cukup vertikal. Dijamin asoy geboy, Gaaees!

Kedalaman lubang, Gaaees! Diperkirakan, 40 meteran dari permukaan tanah, dan tangganya itu, Gaaees! Terbagi menjadi dua jalur yang dibatasi oleh pagar stainles dan memanjang.

Satu sisinya, Gaaees! Diperuntukan untuk jalur pengunjung yang baru datang atau akses pertama kali memasuki terowongan.

Sisi sebelahnya, Gaaees! Tangga menuju keluar. Pengunjung terowongan yang selesai berwisata untuk pulangnya dari jalur tersebut, Gaaees!

Untuk mengunjungi ke Lobang Jepang Bukittinggi tak harus memakai kendaraan pribadi, karena perjalanan menuju ke objek wisata itu sudah dilalui angkutan umum. Dua kali naik angkutan umumnya, ya Gaaees!

Naik angkutan umum, dimulai dari kota Padang. Pilih yang jalurnya menuju Padang-Bukittinggi. Perjalanannya, cuma 2 jam.

Setelah itu, berpindah lagi, Gaaees! Lanjutkan perjalanan dengan memilih angkutan umum keduanya. Cari angkutan umum tujuan Ngarai Sianok atau Lubang Jepang.

Dalam film Dilan 1990, sosok pemeran pria berbakat tersebut mengatakan kepada Milea, “Rindu Itu Berat”.

Gaaes, dialog tersebut diambil langsung dari novel “Dia Adalah Dilanku Tahun 1990” karya Pidi Baiq.

Sementara, di filmnya, mengetengahkan adegan Dilan sedang menelepon Milea dari telepon umum di malam hari.

“Sekarang kamu tidur, jangan begadang. Dan, jangan rindu,” kata Dilan.

“Kenapa?,” jawab Milea singkat.

“Berat. Kau gak akan kuat. Biar aku saja,” balas Dilan.

Apalagi dijajah kembali, duh rasanya jangan deh, “Amit-amit!”

Menyakitkan dan, “Ihh benar-benar nista kita dibuatnya!”

Tertarik untuk dijajah kembali, “Oups!”, maksudnya, penasaran untuk berwisata ke Lobang Jepang, Gaaees?

Patuhi imbaun pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan ketat. Pastikan juga wisata yang dikunjungi tidak termasuk dalam zona yang dilarang didatangi pengunjung.

Tuliskan pengalaman istimewanya saat berwisata ke Lobang Jepang, melalui e-mail ke redaksi@pariwisataindonesia.id atau via whatsapp Halo Redaksi Pariwisata Indonesia di nomor Hp. 08129-891-7991. Cantumkan juga informasi lengkap mengenai data diri.

Bagi kisahnya yang bisa menginspirasi anak muda untuk mencintai Tanah Air dapat giveaway dari redaksi Pariwisata Indonesia.

Waktunya sepekan dari tulisan ditayangkan. Buruan, jangan dilewatkan, Gaaees!

(Ronald Ss/Eh)


Objek wisata Lobang Jepang Bukittinggi, resmi ditutup selama penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegaiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, berlaku sejak 6 Juli hingga 20 Juli 2020. Tentara Jepang membangun jaringan terowongan bawah tanah atau Goa Jepang selama pendudukannya pada masa Perang Dunia II.