Kuliner Khas Minangkabau Mantap, Pandemi Omzet Kios Nasi Kapau di Kramat Raya Jakarta Menjerit

Soal pendapatan Devi mengurut dada, terkadang disitu ia suka merasakan sedih. Ia tak berkomentar tentang omzet yang diperoleh. Katanya sedih, dan Devi meneteskan air mata. Dia cuma menjelaskan 'menjerit' dan semua pedagang rasakan hal yang sama. Nasi Kapau Raya Satu Tiga terima catering, pesta dan menu box, hub: 0821-3386-7789. Seperti apa kisah Devi, dibaca dong.
Kuliner Nusantara, Media Kuliner, Media Pariwisata, Website Pariwisata, Situs Pariwisata, Pariwisata, Indonesia Tourism
Foto: Kios Nasi Kapau Raya 13 di Kramat Jakarta Pusat (Dok.PI)

PariwisataIndonesia.id – Kali ini, redaksi PariwisataIndonesia.id menyuguhkan tempat jajanan ditengah pandemi. Sajian nusantara berkuah hidangan lezat ‘nan kayo raso.’

Orang minang wajib coba. Rasakan sensasi Nasi Kapau, salah satu pusat kuliner terkenal. Disini berkumpul pedagang Nasi Kapau jajakan varian masakan khas masyarakat Sumatera Barat.

Baca Juga:  Tari Ritual yang Telah Bertransformasi

Kawasan ini legendaris terletak di Kramat Raya Jakarta Pusat. Mereka menjajakan masakan-masakan yang selalu membuat rindu mau datang dan balik lagi. Bikin ngeces, mantap dan maknyus. Kios-kios ini buka pukul: 10.30 wib hingga 23.30 wib. Deretan kios mengadu nasib di jalanan ibu kota.

Kuliner Nusantara, Media Kuliner, Media Pariwisata, Website Pariwisata, Situs Pariwisata, Pariwisata, Indonesia Tourism
Nasi Kapau di Jalan Kramat Jakarta Pusat (Foto: Dok.PI)

Redaksi menurunkan tim lapangan Alex Situmorang berburu liputan khusus tentang kuliner Indonesia, pada Jumat malam(13/11). Mereka yang tedampak pandemi tapi tidak menyerah! Kios-kios ini tetap semangat mengadu nasib lewat kuliner khas Indonesia.

Tak jauh dari perempatan Senen-Kwitang. Sahabat Pariwisata, cicipin dan cobain menu asik ini. Rasanya, nampol.

Awak redaksi PariwisataIndonesia.id bekerja di penghujung malam, menyambangi kios Nasi Kapau yang terletak di pinggiran jalan menjorok ke trotoar. Pola ruang yang tersedia disini berbagi antara pejalan kaki dan penjual Nasi Kapau.

Devi Natalia, akrab dipanggil Devi adalah salah satu dari pedagang yang berjualan disini. Kiosnya bernama Nasi Kapau Raya 13 di Kramat Raya, Jakarta Pusat dan satu kedai lain, milik Devi terdapat di Blok M Square.

Kawasan ini saat bulan puasa ramai pembeli. Meja dan bangku ‘full.’ Banyak pembeli yang tak kebagian tempat. Pembeli disini rela sabar dan antre untuk makan di kios Devi.

Jangan kaget! Pembeli Nasi Kapau Raya 13 selalu ramai, mengapa?, ia fokus dan konsisten menjaga kulitas makanan. Ditambah lokasinya yang terbilang strategis. Kios disini ada yang telah dikelola oleh generasi ketiga. Devi sendiri generasi kedua.

Kuliner Nusantara, Media Kuliner, Media Pariwisata, Website Pariwisata, Situs Pariwisata, Pariwisata, Indonesia Tourism
Nasi Kapau Raya 13 (Foto: Dok.PI)

Nasi Kapau milik Devi terletak di depan Panti Asuhan Muslimin sisi yang kanan. Kios ini milik ibu mertuanya, dan sudah berjualan sejak tahun 1978.

Kisahnya dulu, menyedihkan. Bongkar pasang, buka tutup. Gerobaknya terpaksa dibawa lagi usai berjualan. Makin parah saat turun hujan. Pembeli pun sepi. Ibu bersama ayah mertua kala itu tengah berjuang, kerasnya hidup di ibukota.

Sepenggal kisah mengadu nasib di ibukota menyentuh dan menginspirasi berjuang untuk menghidupi keluarga. Keihlasan generasi pertama ini berbuah manis, generasi kedua kini tinggal melanjuti.

Status pemakaian kios oleh Pemda DKI sudah dilegalkan. Perjuangan ibu mertua dulu sampai memperoleh izin berjualan, penuh perjuangan.

Ia penuh sadar dan menyadari berjualan di lahan trotoar. Katanya, dulu, pemerintah memberikan kebijakan lain kepada semua pedagang disini. Pasalnya kuliner disini sudah turun temurun dan mengangkat tema masakan khas nusantara dari Padang.

Devi mengucapkan terima kasih, berkat bantuan pihak kecamatan dan kelurahan termasuk walikotanya kala itu tapi lupa siapa nama pak walikotanya. Mereka pernah makan di kios Nasi Kapau Raya 13 dan mendukung keberadaan nasib orang kecil.

Terbitlah surat atas nama ibu mertua, menjelaskan kawasan ini sudah dilegalkan. Devi sangat bersyukur, penuh bangga saking senangnya izin itu dilaminating lalu dipajang di ruang tamu.

Menu terfavorit disini bukan Nasi Kapau. Devi menjelaskan, “Nasi Kapau itu adalah nama daerah,” terang Devi kepada awak redaksi, pada Jumat malam(13/11).

Kuliner Nusantara, Media Kuliner, Media Pariwisata, Website Pariwisata, Situs Pariwisata, Pariwisata, Indonesia Tourism
Nasi Kapau Raya 13 | Devi Natalia  (Foto: Dok.PI)

Kiosnya menyuguhkan beragam menu khas Padang bercita rasa tinggi berkonsep etalase kaki lima tapi soal rasa tak kalah dengan restoran.

Sayang dilewatkan, cobain dan nikmati menu andalan disini seperti: dendeng batokok, gulai tambusu, rendang, kepala kakap, sop daging, ayam bakar, telor, daging cincang, tunjang, cumi dengan kuah santan yang kental, dan banyak lagi menu lain menggugah selera makan.

Ada juga menu yang biasa di jual selama bulan puasa. Menu khas cuma ada di bulan ramadan, seperti Es Tebak, Bubur Kampium, Ketupat Ketan dan kue-kue Minangkabau.

Selain itu deretan kulinernya juga beragam, mulai dari makanan ringan dan takjil, sampai makanan berat yang mengenyangkan di jembreng buat berbuka dan untuk sahur.

Namun ada sajian lain sebagai menu alternatif, cobain penganan Orang Minang seperti lemang dengan cocolan tapai hitam. Penganan ini selalu tersedia. Harga per satu batang bambu lemang Rp 30ribu, dan Tapai hitam Rp 10ribu/bungkus.

Kuliner Nusantara, Media Kuliner, Media Pariwisata, Website Pariwisata, Situs Pariwisata, Pariwisata, Indonesia Tourism
Lemang dan Tapai Hitam di Kios Nasi Kapau Raya 13 (Foto: Dok.PI)

Ada khas Padang lain, Devi sodorkan penganan Keripik Sanjai, rasanya menggugah selera dan cetar membahana. Sebungkus harganya Rp25-30ribu. Masakan disini ditawarkan secara terbuka tanpa etalase kaca yang biasa dijumpai di restoran padang umumnya.

Pembeli yang datang banyak memakai mobil atau motor. Profil pembeli di kios Devi kebanyakan pekerja kantoran, pasangan muda, lebih sering keluarga, para sopir mikrolet dan taxi juga makan disini. Ada lagi yang lain, pelanggan Devi ini pembeli khusus. Mereka yang khusus itu tak cuma sekedar makan tapi bernostalgia.

Katanya lagi, pelanggan ini sudah dikenali Devi. Sambil tunjuk tempat favoritnya, nggak order makanan seperti pembeli kebanyakan. Datangnya cuma mengenang masa lalu, sambil menunjuk rendang padang. Devi merinci pelanggan spesialnya. Beli cuma ini dan cuma itu. “Orang yang tinggal di luar negeri, apa benar tidak suka jeroan dan masakan bersantan? Betul, ya mas?”

Awak redaksi keasikan makan Nasi Kapau, terus melahap lezatnya porsi ukuran orang besar. Nasi Kapau disini, “Legend… is the best, pokoknya nampol.”

Alex menikmati sekali menu Padang ini sambil mengangguk-anggukan kepala membenarkan pertanyaan Devi. Pelanggan khusus ini, dulu diajak orang tuanya makan disini. Kios Devi sebagai tempat makan favorit keluarga. Kini, anaknya tersebut hidup sukses di luar negeri.

Tim redaksi juga menanyakan harga seporsi Nasi Kapau, cuma Rp 23ribu. Semua dipukul rata. 1(satu) menu pilihan dari varian seperti: rendang, ayam, dendeng, telor cukup bayar Rp 23ribu. Harga tersebut berikut nasi dan sayuran.

“Untuk porsi kepala ikan kakap harganya beda. Seporsi harganya Rp 45ribu, termasuk menu bebek juga Rp 45ribu. Khusus menu kedua ini, berbeda. Modal ikan dan bebek sudah mahal,” ujarnya.

Soal pendapatan memang Devi mengurut dada, terkadang disitu ia suka merasakan sedih. Ia tak berkomentar tentang omzet yang diperoleh. Katanya sedih, dan Devi meneteskan air mata. Dia cuma menjelaskan ‘menjerit’ dan semua pedagang rasakan hal yang sama.

Melihat keadaan ekonomi saat ini, kata Devi, uang terasa tak berputar ke bawah. Ia meyakini, duit berputar cuma di kalangan atas sana. Ditengah badai ini, cuma bersyukur diberi kesehatan dan tetap bersabar. Harapan Devi pandemi ini lekas berlalu.

Berjualan hingga kedai tutup berapa penghasilan yang dibawa pulang? “Aduuuh, jualan sekarang beda seperti dulu. Terkadang disitu saya berasa sedih. Flash back omzet di masa lalu, beda dengan hari ini. Jualan makanan itu penuh resiko jika masakan ini tidak habis, kerugian makin bertambah lagi. Sebab itu, kami sekeluarga selalu menjaga kualitas rasa makanan. Sedih dan sering menjerit di dalam hati, ‘mas,” katanya.

Devi bersemangat ceritakan kisahnya, “Kebahagiaan saya yang terindah saat berjualan ketika melayani pembeli. Perasaan bahagia menyodorkan piring dan terima pembayaran, sulit dilukiskan. Itu pertanda, varian makanan buatan Nasi Kapau Raya 13 disukai. Apalagi pembeli minta tambah, duh senangnya bukan main, ‘mas.”

Bertahan saja udah bagus, pedagang ini membenarkan pendapatan turun. Ditambah sepinya pengunjung. Bagi Devi, ia punya Allah dan meyakini rezeki Allah sudah tetapkan bagi setiap orang. Pasti ada Maha Pengatur, yakin saja kepada Allah. Dalam berdagang itu, utamanya sabar.

Baca Juga:  Cobain Lima Camilan Khas Minangkabau

“Saya ini melayani dan menjaga menu makanan cita rasa tinggi juga memastikan tempat makan aman dari wabah corona. Pendapatan memang turun, tak cuma disini saja. Kedai satunya lagi di Blok M Square tutup. Lucunya, warung tutup tapi saya tetap bayar sewanya.”

Devi berharap dan mengimbau. Permohonan tertuju kepada pemerintah DKI, “Udah dong PSBB-nya, kasihan rakyat kecil seperti saya. Penerapan PSBB diperpanjang, artinya melarang orang makan di tempat. Nasib kami-kami bagaimana, ‘mas?”

Langganan Devi mengeluhkan, tentu kecewa. Pelanggan dari BSD, Bekasi, Cikarang, dan Serang juga Bogor. Mereka datang ke kios Devi, jauh-jauh ke lapak Devi ini. Kepingin makan di tempat tapi cuma dibolehkan take away.

Pedagang Nasi Kapau seperti Devi, berada di kawasan sekitar bekas gedung bioskop Rivoli dan sudah dikenal luas. Tempat ini jadi tujuan utama bagi mereka yang menggemari Nasi Kapau di Jakarta. Nasi Kapau referensi untuk masakan khas dari Kapau, sebuah desa di pinggiran Bukittinggi, Sumatera Barat. (Alex/Kusmanto)

Follow: @pariwisataindonesiaofficial. #pariwisataindonesiaofficial


Nasi Kapau Raya Satu Tiga
Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat
Devi Natalia Hp. 0821-3386-7789 (24-Jam)
Terima Pesanan Catering, Pesta dan Menu Box