KSP Kawal Percepatan Pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo 

PARIWISATAINDONESIA.ID – Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan rapat koordinasi terkait percepatan pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, Kamis (8/9). Rakor dihadiri perwakilan kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Helson Siagian pada rakor mengatakan, bahwa pengembangan DPSP Labuan Bajo dilakukan dengan prinsip pariwisata berkelanjutan, berbasis masyarakat yang kolaboratif, nyaman, dan aman.

“Presiden menginginkan pertumbuhan kunjungan wisata ke Labuan Bajo harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat NTT,” kata Helson.

Helson mengatakan, salah satu poin yang menjadi pembahasan pada rakor adalah pengelolaan Taman Nasional Komodo (TNK), yang mengalami penurunan nilai jasa ekosistem akibat perburuan liar, penangkapan ikan secara ilegal dan tidak bertanggung jawab, kebakaran sampah, dan kerusakan terumbu karang.

Untuk itu, lanjut dia, Kantor Staf Presiden mendorong kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk melaksanakan tata kelola kegiatan pariwisata di kawasan TNK secara optimal, dengan upaya konservasi yang efektif demi pelestarian Taman Nasional Komodo.

Tata kelola lintas kementerian/lembaga dan daerah harus diimplementasikan secara transparan, akuntabel, dan independen untuk kegiatan konservasi dan pariwisata di kawasan Taman Nasional Komodo.

“Sehingga paket wisata yang sempat membuat heboh di awal Agustus lalu, dapat dikomunikasikan kepada masyarakat secara lebih jelas dan transparan,” ucapnya.

Ia menuturkan, bahwa paket wisata Taman Nasional Komodo diharapkan dapat menjadi penguatan fungsi konservasi, termasuk meningkatkan kesejahteraan ranger atau petugas jagawana di TN Komodo dan mengurangi kerusakan ekosistem Komodo.

Pada rapat koordinasi, Kantor Staf Presiden juga mengawal pembangunan Dermaga Kapal Pelra, Kapal Negara, dan Kapal Ro-ro di Pelabuhan Wae Kelambu agar tuntas sebelum Oktober 2024.

“Kami (KSP) juga mendorong percepatan pembangunan jalan akses lahan otorita Labuan Bajo. KSP terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk memastikan pembiayaan pembangunan jalan sehingga pembangunan bisa tepat waktu,” pungkasnya.

Presiden Joko Widodo berkomitmen mengembangkan Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur sebagai lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan dalam penataan kawasan dan infastruktur pendukung pariwisata Labuan Bajo yang sudah dilakukan dalam dua tahun terakhir.

Diantaranya, perluasan bandara, penataan di pelabuhan lama di Marina, serta pelebaran dan penambahan panjang jalan. Selain itu, pemerintah juga melakukan konservasi habitat Komodo di Pulau Komodo. (Ben)

× Hubungi kami