365 Hari, HK: Mewujudkan #IndonesiaMaju! Raih Kinerja Terbaik Saat Pandemi

Kepala Negara semangatnya tinggi membangun negeri ini. Pemikirannya “Out of the box”, anggaran infrastruktur dalam membangun #indonesiamaju terbilang spektakuler. Pandemi pun tak menjadikan halangan agar pembangunan yang sudah dicanangkan terus berjalan. Presiden Indonesia ketujuh berani “pasang badan” dalam program pembangunan nasional.
pariwisata indonesia
365 Karya Hutama Karya Berkarya untuk Indonesia Maju

PariwisataIndonesia.id – Direktur Utama Hutama Karya (HK) Budi Harto menyampaikan meski dihadapkan pada tekanan pandemi COVID-19 yang berdampak kepada hampir seluruh sektor industri baik nasional hingga internasional, perusahaan bersyukur hingga September 2020, HK terus memperoleh kontrak baru sebesar Rp11,27 Triliun.

Baca juga :  Menko Luhut Buka-bukaan! Pertemuan Bali, “Kelak Anak Cucu Kita Bisa Menikmati”

Awal November lalu, HK meraih proyek dari Kementerian PUPR untuk pembangunan irigasi rawa mendukung pengembangan Food Estate di Kalimantan Tengah, dan juga proyek dari Angkasa Pura I yakni peningkatan daya dukung perkerasan Runway Eksisting, termasuk perpanjangan Runway Bandara Internasional Lombok.

“Kami optimis kinerja Hutama Karya akan terus bangkit seiring perolehan sejumlah kontrak baru. Kami juga telah memaksimalkan potensi human capital yang dimiliki oleh Hutama Karya. Tentu kami berharap, di tahun depan pandemi ini dapat segera berlalu, sehingga Hutama Karya siap menorehkan kembali kinerja maksimal seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Budi dalam siaran pers Kamis (31/12).

Baca juga :  “Terima Kasih Pak Jokowi!” Bansos Rp 110 Triliun, Ada “Uang Tunai”

Kemampuan HK untuk tumbuh didukung oleh kondisi keuangan hingga kuartal III 2020 dimana perusahaan membukukan kas dan setara kas berada pada posisi Rp 8,51 Triliun. Dari aspek solvabilitas, gross gearing ratio dan net gearing ratio masing-masing berada pada level 0,34 kali dan 0,04 kali.

Baca juga :   Pesan Presiden Jokowi: Kesehatan Nomor Satu

Disebutkan dalam rilis yang diterima redaksi Pariwisata Indonesia, Keberhasilan mempertahankan prestasi dan kinerja di akhir tahun, di tengah pandemi COVID-19, diakui Budi adalah sebuah tantangan. Tak lepas juga dari dukungan pemegang saham hingga stakeholder.

Disamping itu, pembangunan infrastruktur yang masih menjadi fokus utama pemerintah menjadi nilai tambah perusahaan dalam mempertahankan portofolio yang baik sebagai perusahaan pengembang infrastruktur terkemuka Indonesia.

Melangkah Maju Penuh Optimisme, Pandemi Bukan Halangan Meraih Prestasi Kerja

Ditengah tantangan Pandemi Covid-19, Hutama Karya membuktikan bahwa perusahaan tetap mampu menjalankan serta menyelesaikan seluruh proyek pembangunan infrastruktur yang digarapnya.

Selain kembali berhasil merampungkan dan mengoperasikan 2 (dua) ruas tol baru di JTTS yakni ruas tol Pekanbaru-Dumai dan Sigli-Banda Aceh Seksi IV, Hutama Karya juga menggarap konstruksi 8 (delapan) ruas JTTS, diantaranya Tol Sigli-Banda Aceh (60 Km) dengan total progres konstruksi mencapai 63%.

Berikutnya, Tol Pekanbaru-Pangkalan  (83 Km) dengan progres konstruksi mencapai 41%, Tol Padang-Sicincin (37 Km) dengan progres konstruksi mencapai 34%, Tol Bengkulu-Taba Penanjung (18 Km) dengan progres konstruksi 85%, Tol Sp. Indralaya-Muara Enim (121 Km) dengan progres konstruksi 19%.

Baca juga :  Jokowi:  Tidak Boleh Menyerah, Tetap Semangat Berkarya di Tengah Pandemi

Selanjutnya lagi, ada tol Binjai-Langsa (131 Km) dengan progres konstruksi 27%, Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (143 Km) dengan progres konstruksi 53%, Tol Indrapura-Kisaran (48 Km) dengan progres konstruksi 16%. Sehingga total panjang JTTS yang dibangun hingga penghujung tahun 2020 yakni 1.156 Km dengan 643 Km ruas sedang konstruksi dan 513 Km ruas sudah beroperasi.

Baca juga :  Jokowi Sekaligus Lantik Kepala BNN dan BRGM Usai Melantik 6 Menteri Baru

Tak hanya itu, perusahaan berhasil menyelesaikan beberapa proyek infrasktruktur lain yang tersebar di seluruh penjuru negeri diantaranya Proyek Double-Double Track Manggarai di DKI Jakarta, Tanggap Darurat Sungai Radda dan Sungai Rongkong serta Tanggap Darurat Jalan dan Jembatan Bailey di Luwu Utara, Villa Six Sense di Bali, Bandara Pattimura Ambon di Maluku, Bendungan Ladongi di Sulawesi Tenggara, hingga 2 (dua) proyek gedung yakni pembangunan IDB Universitas Jember di Jawa Timur dan Pembangunan kampus Untirta di Banten.

Tentu dengan rampungnya proyek-proyek prioritas diatas dapat memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya di wilayah sekitar proyek.

Bersambung ke halaman berikutnya
Walau pandemi Covid-19 menghantui ..”