Mengulik tentang Sandiaga Uno : Nahkoda Baru Kemenparekraf

"Dari Kisah CInta, PHK hingga Merintis Usaha"
Pariwisata Indonesia
Foto: Istimewa

Mendengar kata Sandiaga Uno tentu banyak hal-hal yang akan terlintas dalam benak kita. Mulai dari pengusaha yang mulai dari titik terendah, orang paling kaya di Indonesia hingga pegiat UMKM.

Baru-baru ini Pemerintah Republik Indonesia melakukan reshuffle kepada beberapa menteri dan salah satunya ada nama Sandiaga Uno. Sosok lelaki yang menjadi public figure di kalangan pengusaha muda ini tentu tidak perlu diragukan lagi pengalamannya bidang ekonomi.

Dibalik kesuksesan yang terlihat di publik ternyata ada beberapa fakta unik yang menarik untuk diketahui tentang sosok lelaki yang akrab dengan kaum milenial ini.

1. Tidak Punya Mantan!

Lahir di Rumbai, Pekanbaru, Riau pada 28 Juni 1969. Sandiaga Salahuddin Uno merupakan buah hati dari pasangan Razif Halik Uno dan Rachmini Racman Uno.

Sandiaga bersama sang istri Nur Asia Abdul Aziz memiliki kisah-kisah romantis yang membuat anak muda menjadi baper. Bagaimana tidak, Sandiaga dan istri banyak memiliki cerita-cerita masa lalu yang menggemaskan.

Jika umumnya pemuda yang sudah mengenal pacaran akan memiliki jumlah mantan yang banyak, bahkan tidak jarang kontak di ponselnya sudah terlihat seperti asrama putri.

Hal ini tentu berbeda dengan Sandiaga Uno. Lelaki yang masuk jajaran orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes ini sama sekali tidak memiliki mantan kekasih.

Sandiaga mengaku meski sebelum bersama Nur Asia, dia sudah ada mengenal dua orang perempuan. Namun yang akhirnya jadian hanya dengan Nur Asia.

2. Pacaran 13 Tahun

Jangan kaget mendengar fakta yang satu ini, jika kamu mendengar ada orang pacaran 5 hingga 10 tahun dan itu sudah kamu katakan lama. Sandiaga Uno ternyata berpacaran dengan sang istri selama 13 tahun mulai dari 1984 hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah pada tahun 1996 awet ya ternyata.

Baca juga :  Menteri Sandiaga “VS” Wamen Angela, Duet Harmoni untuk Indonesia Maju

3. Sudah Sering Ditawari Menjadi Menteri

Ternyata menjadi Menparekraf bukan tawaran pertama buat Sandiaga. Menurut Kawendra Lukistian, juru bicara pribadinya, Sandiaga setidaknya sudah 7 kali ditawari menjadi menteri dan 6 tawaran ditolak semua. Kemudian tawaran terakhir akhirnya dia terima dengan alasan ingin memberi kontribusi yang terbaik dan melepas semua kepentingan politik pribadi maupun partai.

4. Cumlaude Terus

Jika kita melihat nama lengkap Sandiaga, tentu kita akan melihat dengan jelas deretan gelar-gelear yang luar biasa. Di balik gelar yang dia raih ternyata suatu hal yang membuat publik tercengang.

Sandiaga Uno mendapat gelar pertamanya di Wichita State University, Amerika Serikat, dengan predikat summa cum laude. Kemudian setelah itu dia melanjutkan kuliahnya di Universitas George Washington, Amerika Serikat dan lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00.

5. Bangkit dari Titik 0

Sebelum menjadi seorang pengusaha, ternyata Sandiaga Uno pernah menjalani jenjang karir yang luar biasa. Pada tahun 1990 dia mengawali karirnya sebagai pegawai di Bank Summa milik William Soeryadjaya, tak hanya menjadi telller bank saja, Sandiaga juga menjadikan William Soeryadjaya sebagai mentor bisnisnya.

Kemudian setelah lulus dari Universitas George Washington, Sandiaga bergabung dengan Seapower Asia Investment Limited di Singapura sebagai manajer investasi. Tahn 1994 pindah ke MP Holding Limited Group dan setahun kemudian ia pindah ke NTI Resources Ltd, di Kanada dan menjabat Executive Vice President NTI Resources Ltd. dengan penghasilan 8.000 dollar AS per bulan.

Namun karirnya harus kandas karena perusahaannya bangkrut akibat krisis moneter pada tahun 1997 di Amerika Serikat. Kemudian Sandiaga berbekal ilmu dari mentornya terdahulu, William Soeryadjaya dan seorang rekannya semasa SMA, Rosan Perkasa Roeslani mendirikan perusahaan konsultan keuangan bernama  PT Recapital Advisors.

Setelah itu, Sandiaga bertemu dengan Edwin Soeryadjaya selaku pemilik Astra Internasional sekaligus putra dari William Soeryadjaya. karena saat itu Edwin sedang mengalami masalah keuangan akhirnya dia mengajak Sandiaga untuk membangun perusahaan baru berbasis investasi di bidang pertambangan, telekomunikasi, dan produk kehutanan dengan nama  PT Saratoga Investama Sedaya.