Menlu Retno Dorong Peran Ekraf untuk Pulihkan Ekonomi Global, Menparekraf Sandi Mengamini

Menparekraf Sandiaga Uno mendukung Menlu Retno Marsudi dengan menyampaikan, Ekraf berbasis pada budaya memiliki keunggulan sebagai Aset yang tak terbatas. Berikut ulasannya!
umi kalsum founder dan ceo media pvk group,BERITA KEMENPAREKRAF,BERITA MENTERI LUAR NEGERI RI,DR. H. SANDIAGA SALAHUDDIN UNO BBA.MBA,IKUTI PAMERAN VIRTUAL “CREATIVE ECONOMY FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT: LET’S CONNECT!”,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,MEDIA PVK GROUP,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,MENLU RETNO DORONG PERAN EKRAF UNTUK PULIHKAN EKONOMI GLOBAL,MENPAREKRAF SANDIAGA UNO: EKRAF BERBASIS BUDAYA MEMILIKI KEUNGGULAN SEBAGAI ASET YANG TAK TERBATAS,MENTERI LUAR NEGERI RI RETNO MARSUDI,MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF (MENPAREKRAF) DAN KEPALA BADAN PAWISATA DAN EKONOMI KREATIF (BAREKRAF) SANDIAGA SALAHUDDIN UNO,PARIWISATA INDONESIA,RETNO LESTARI PRIANSARI MARSUDI S.I.P. LL.M.
Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi, S.I.P., LL.M., (Foto eksklusif dari Urang Kamang)

PariwisataIndonesia.idPemerintah Indonesia menggelar pameran virtual tingkat global dalam rangka mendukung International Year on Creative Economy for Sustainable Development 2021, dan pameran mengambil tema “Creative Economy for Sustainable Development: Let’s Connect!”.

Acara tersebut berlangsung sejak 6-15 Juli 2021, di sela-sela pertemuan High Level Political Forum (HLPF) atau forum politik tingkat tinggi tentang pembangunan berkelanjutan berlokasi di New York City, AS.

Dilansir dari laman SDG IISD, disebutkan HLPF adalah platform inti Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), untuk menindaklanjuti dan meninjau agenda 2030 antar negara yang tergabung di dalamnya, yaitu pembangunan berkelanjutan dan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Forum HLPF, di bawah naungan Economic Social Council (ECOSOC) PBB.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) dan Kepala Badan Pawisata dan Ekonomi Kreatif (Barekraf), Sandiaga Salahuddin Uno hadir sebagai pembicara di pameran virtual tingkat global tersebut.

Menteri Sandi menyampaikan bahwa ekonomi kreatif (Ekraf) berbasis pada budaya memiliki keunggulan sebagai aset yang tak terbatas.

Baca juga :  Sandi Ungkap Bukan 6-M, Kata Suami Mpok Nur Tambah Satu Lagi “Manut!”

Suami dari Mpok Nur menilai, sudah tentu hal tersebut, dapat berkontribusi besar bagi upaya pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Acara pameran itu, diresmikan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, sekaligus Retno memberikan kata sambutan.

Dalam kesempatan itu, wanita kelahiran Semarang, 27 November 1962 yang bergelar dan memiliki nama lengkap Retno Lestari Priansari Marsudi, S.I.P., LL.M., menekankan pentingnya peran Ekraf terhadap pemulihan ekonomi global pasca-pandemi.

“Industri kreatif mampu berinovasi untuk tetap bertumbuh dan bertahan di tengah pandemi. International Year ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kemitraan dan mendukung ekonomi kreatif sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi global,” kata Retno dalam keterangan resminya, kutip Redaksi Pariwisata Indonesia, Rabu, (7/7).

Dirinya meyakinkan, meskipun Indonesia terdampak pandemi Covid-19, tapi Ekraf mampu beradaptasi dan memanfaatkan peluang yang ada sehingga tetap tumbuh dan bisa bertahan.

Lebih lanjut, ia berpendapat kontribusi Ekraf potensinya, sangatlah besar. Kemudian, Ekraf pun dapat mendorong seperti: pertumbuhan dan inovasi melalui penciptaan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, pemberdayaan perempuan dan anak muda, serta pemajuan inklusi sosial.

Terkait hal tersebut, Menlu Retno memaparkan tiga hal. Berikut, katanya:

Pertama, menciptakan lingkungan yang mendukung

Dibutuhkan affirmative actions (kebijakan afirmatif.Red), guna menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembangnya industri kreatif. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan penghargaan publik terhadap potensi industri kreatif.

Ia beranggapan, pemerintah dan antar negara-negara berkembang perlu memastikan dukungan untuk akses pembiayaan mikro, khususnya bagi UMKM. Hal tersebut, bisa saja melalui sebuah kebijakan terpadu.

“Saya menantikan adanya kolaborasi lebih kuat untuk mendukung agar negara-negara berkembang dapat memanfaatkan ekonomi kreatif secara maksimal,” kata wanita fashionable berzodiak Sagitarius.

Kedua, mendukung pembelajaran sepanjang hayat

Retno menekankan pada paparan keduanya, pembangunan sumber daya manusia (SDM) adalah kunci dalam Ekraf.

Alasannya, saat ini masih banyak pelaku Ekraf yang belum sepenuhnya bisa beradaptasi di era new normal.

Dia juga melanjutkan, sehingga mereka butuh dukungan dan pengarahan agar dapat optimal. Lalu, katanya, hal ini dapat dicapai dengan pelatihan vokasional dan kewirausahaan yang ditopang dengan maraknya digitalisasi.

Ketiga, menumbuhkan creative hub (Pusat kreatif.Red)

Dia menilai, “pusat kreatif” merupakan bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan dan keberlanjutan Ekraf, karena menyediakan sarana bagi pelaku Ekraf untuk mengasah talenta, saling belajar, dan memperluas jaringan.

Retno mencanangkan bahwa Indonesia ingin memiliki “pusat kreatif” sendiri. Sejalan dengan harapannya tersebut, ia dengan bangga mengatakan Indonesia telah mendirikan Global Center of Excellence and International Cooperation for Creative Economy (G-CINC) pada 2019 sebagai tidak lanjut dari World Conference on Creative Economy (WCCE) di Bali pada 2018.

Ditambahkannya, pusat kreatif tersebut didesain untuk memfasilitasi pelaku Ekraf dari Indonesia dan seluruh dunia, sambungnya, dengan harapan mendorong riset, pengembangan, dan kerja sama internasional.

“Ekonomi kreatif mengajarkan kita untuk selalu gigih, inovatif, dan tak pernah ragu berpikir outside the box (Di Luar Kebiasaan.Red). Ini adalah kualitas yang kita butuhkan untuk mengatasi tantangan global yang kita hadapi, termasuk pandemi, dan menciptakan masa depan yang lebih baik untuk seluruh umat manusia,” terangnya.

Silakan ikuti pameran virtual “Creative Economy for Sustainable Development: Let’s Connect!”, acara tersebut berlangsung sejak 6-15 Juli 2021, merupakan ajang untuk memperkenalkan potensi UMKM kreatif Indonesia kepada audiens global.

Dalam laman resminya, disebutkan terdapat 30 stan yang mewakili pemerintah, organisasi internasional. Juga disediakan untuk pelaku usaha Ekraf dan sektor UMKM serta komunitas lainnya. Di setiap stan, peserta akan mendapatkan informasi terkini dan berinteraksi secara langsung.

Jangan lewatkan pula, sebuah diskusi seru dan menarik berjudul “Inclusive and Resilient Creative Economy for Sustainable Development”, Besok-Kamis, 8 Juli 2021, pukul 18.30 WIB.

Untuk pendaftaran kedua acara tersebut, unduh melalui tautan: https://bit.ly/CreativeatHLPF202 dan https://bit.ly/LetsConnect2021.