Muhammad Baiquni: Wisata Jangan Jualan Kemaksiatan

Foto: kagama.co

PariwisataIndonesia.id – Menyambut tahun 2021, pelaku wisata terus menerus melakukan inovasi dan kreasi meski masih dilanda pandemi. Banyak cara-cara yang dilakukan untuk menarik wisatawan lokal hingga domestik. Namun, pengembangan pariwisata harus mulai dilakukan dengan cara yang optimal salah satunya dengan konsep pariwisata bermartabat.

Melansir dari Detik, Guru Besar UGM sekaligus pengamat budaya Muhammad Baiquni mengungkap poin-poin penting dalam pengembangan pariwisata ke depannya. Mulai dari pariwisata berkedaulatan, berkualitas, berkelanjutan dan bermartabat.

“Saya menekankan pada 4 hal. Pertama adalah pariwisata yang berkedaulatan dimana dimanifestasikan dengan program community based tourism yang sekarang sudah marak dilakukan. Kedua adalah pariwisata berkualitas. Selanjutnya adalah pariwisata berkelanjutan yang harus kita terus dorong. Dan kalau bisa ditambahkan adalah konsep pariwisata yang bermartabat,” ungkap Baiquni.

Konsep pariwisata bermartabat ini sesuai dengan tuntutan World Committee on Tourism Ethics (WCTE).

“Jangan jualan kemaksiatan sebagai arena wisata. Kita harus sesuai dengan kode etik toursm yang ada di World Committee on Tourism Ethics. Di sana ditegaskan pariwisata dilarang untuk prostitusi ataupun penjualan anak-anak dan seterusnya yang bisa membuat pariwisata menjadi tidak bermartabat,” lanjutnya.

Tentu dengan halus kita menyampaikan hal-hal seperti ini hingga menjadi lebih baik, tanpa membuat gaduh. Tentu tidak ada yang mau terlibat dalam kondisi tidak bermartabat itu bukan? Kalau ada alternatif lain, itu yang harus kita usahakan. Perempuan dan anak-anak wajib kita lindungi dari hal-hal seperti itu,” papar Baiquni.

Adapun langkah menuju pariwisata yang bermartabat menurut Guru Besar UGM ini adalah meningkatkan kualitas SDM.

“Pelan-pelan kita ubah itu dengan transformasi menjadi orang yang kuat dan bermartabat. Kuncinya adalah kualitas SDM, bisa dengan mengadakan training, pemagangan, memberi kekuatan penyadaran, hingga kampanye melalui media yang sangat penting perannya dalam menyuarakan kebaikan. Hal ini perlu dilakukan sehingga keadaan akan menjadi lebih baik,” tutupnya.