Najwa Shihab, Seri-1

Najwa Shihab

Pariwisata Indonesia—Hai Gaaees!

Weekend sebentar lagi, udah ada rencana mau kemana nih? Daripada bingung, social distancing membuat kamu boring, melakukan semua dari rumah, mending pikirkan ide dan kreativitas kamu ‘Gaaees. Supaya weekend kamu menjadi seru dan bermanfaat. Nah, tulisan ini, buat kamu melek mata. Tidak sekedar menyajikan foto dan artikel yang garing. Ada cerita kehidupan dari tokoh profilnya. Ada visualnya(tampilan Youtube). Ada referensi buat memperkaya kreativitas dan ide-ide besar kamu. Indonesia membutuhkan partisipasi anak muda, pastinya yang mengharumkan nama Ibu Pertiwi. Menariknya lagi, tulisan ini juga menambahkan laman media sosial semua tokoh. Kamu pun bisa melakukan Direct Message(DM). 

Tulisan ini, disuguhkan dalam Dua Seri. Kisahnya, seru banget, inspiratif. Sebelum membacanya hingga Dua Seri Selesai, dipastikan dulu. Cemilan dan kopinya, sudah siap? So, kamu punya weekend, akan jadi punya warna. Selamat menikmati di hari weekend kamu nanti. Asyek, cekidot !

Tokoh yang diangkat bernama Najwa Shihab. Ia merupakan jurnalis perempuan, akrab dan terbiasa dipanggil dengan sebutan Nana, sekaligus pembawa acara televisi yang paling berbobot di Indonesia saat ini. Bola matanya, indah. Sorotan matanya, tajam. Menatapnya, penuh selidik. Ciri khasnya Nana. Dan sepertinya memang ini pembawaan Nana. Baik ketika berada di meja wawancara bersama narasumber, maupun dalam suasana obrolan yang lebih santai.

Nana lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 16 September 1977, usianya sekarang 42 tahun. Putri kedua dari mantan Menteri Agama Republik Indonesia, Quraish Shihab, Menteri Agama era Kabinet Pembangunan VII. Nana menikah dengan Ibrahim Assegaf, dan sudah memiliki satu orang anak laki-laki yang akrab dipanggil Izzat. Nana alumni Fakultas Hukum UI angkatan 1996

‘Gaaees sebagai Generasi Millennial wajib buat kamu harus Kreatif, Aktif dan Inovatif. Punya daya juang yang tinggi dan kuat. Harus  tangguh.  Dalam mewujudkan segala mimpi kamu ‘Gaaees, kamu pun harus bersikap disiplin. Nana, role model inspirasi buat semua para milenial. “Mengapa Indonesia Butuh Anak Muda? karena cuma anak muda yang sadar beda itu biasa. Anak muda pula yang tahu caranya membuka situs yang diblokir. Peristiwa bersejarah di negeri ini adalah bentukan anak muda. Tanpa anak muda tidak akan pernah ada sebuah negara bernama Indonesia. 10 alasan mengapa Indonesia Butuh Anak Muda.” kutipan dari Nana,  Tonton Channel Youtubenya :

Referensi buat semua para milenial, Profil: Najwa Shihab Seri-I.

Referensi Pertama. ‘Gaaees, Buat memperkaya kreativitas dan memantapkan ide-ide besar kamu. Startup Berbasis Aplikasi yang diberi nama Wahyoo. Titik Fokus dan strateginya, Menyasar Warung Makan. Tidak kepikiran, bukan?  Kok bisa sih!, sampai hal ini bisa diwujudkan, ‘amazing banget! Aplikasi ini sangat inovasi. Dan sederhana. Karya ini buatan Anak Bangsa, Milineal. Dia adalah anak muda bernama Peter Shearer. Kamu bisa DM, silahkan menyapa Peter melalui laman Instagramnya. Klik : petershearer

“Saat ini member Wahyoo sudah ada 6100 lebih,” kata Peter. Tonton Channel Youtube Nana, cekidot!

Setelah mereka menjadi member, para pengusaha Warteg, dan semua kuliner rumah makan tradisional dimudahkan. Penjualannya meningkat tajam. Keren, bukan? Silahkan download aplikasi Wahyoo Warung. Satu dari 1000 Start up, social enterprise. “Kita memberikan P3K (pembimbingan, pelatihan, pendapatan, kemudahan) bagi setiap warung makan, supaya mereka jadi lebih profesional dan berkualitas.” kata CEO Wahyoo Peter Shearer. Peter menawarkan warung-warung makan ini untuk bergabung menjadi member dan memanfaatkan aplikasi Wahyoo.

Referensi Kedua, karya besar dan luarbiasa. Idenya, sangat mulia. Aplikasi berbasis Curhat Online. Penciptanya bernama Audrey Maximillian Herli. Kamu bisa menyapanya, silahkan Dm. Laman instagramnya, Klik:  Audrey Maximillian H  Atau silahkan download aplikasi Riliv. Ketertarikan Maxi, sapaan akrab, pada ilmu komputer membuatnya ia harus kuliah dan mengambil program studi informasi di Universitas Airlangga, Surabaya.

Ketika itu Maxi, punya impian menyehatkan mental masyarakat. Dari passion yang kita miliki, kadang tidak disangka bisa memberikan maafaat bagi banyak orang. Hal tersebut dialami langsung oleh Maxi. Bersama teman-teman kuliahnya, memperdalam pengetahuan ilmu programming. Hampir tidak pernah digarap oleh komunitas startup. Ia pun melakukan riset. Mencari tahu dengan mengamati kehidupan setiap orang. Hingga pada suatu kesimpulan banyak orang senang berkumpul tidak hanya bertukar kabar, tetapi juga sebagai ajang keluh kesah. Meski tidak selalu solutif, namun seringkali obrolan curhat bisa jadi obat penenang di kala gundah.

“Saya lihat fenomena sosial, saat orang ada masalah pribadi, mereka menulis status di facebook, twitter. Bukan menyelesaikan masalah, malah timbul masalah baru. Cyber bullying. Ingin datang ke psikolog, selain malu juga dianggap mahal,” kata Maxi. Tonton Channel Youtube Nana, cekidot!

Tingginya angka kasus bunuh diri membuat Maxi, resah. Kurangnya akses ke perawatan kesehatan mental, termasuk terapi
kejiwaan menjadikan orang yang terbelit masalah mengambil jalan pintas, bunuh diri. Kendati ada psikolog, tak sedikit orang yang malu datang karena khawatir dianggap gila. Sekarang, Maxi adalah satu dari 1000 Startup membangun Indonesia Maju. Maxi berhasil menciptakan karya digital yang monumental sekaligus fungsional. Maxi ingin sesuatunya, baru. Maxi ingin sesuatunya, dekat pada realitas kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, ada tiga gubernur yakni Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, dan Anies Baswedan. Mereka hadir membuka peringatan satu dekade Mata Najwa yang mengusung tema Kita Bisa Apa. Ketiganya berbagi cerita soal masa muda, membandingkan masa muda dulu dan sekarang. “Mau anak muda tahun kita atau tahun kini, sama-sama cinta pada NKRI,” kata Ridwan Kamil. Di Mata Najwa ini, 3 gubernur juga ditantang untuk main Tik Tok yang lagi kekinian. Tonton Channel Youtube Nana, cekidot!

Dan simak perjalanan karir Nana, rekam digital ini, mengisahkan bagaimana ia dulu melakukan tugas reportase. Tonton, ‘Gaaees!

RCTI adalah tanduk karir Nana. Karier jurnalistik dimulainya dari RCTI, Namun pada 2001 pindah ke Metro TV.  Nama Najwa Shihab nge hits karena liputan live,  bencana tsunami yang melanda Aceh pada 2004. Bakatnya telah diakui dengan memenangkan tiga penghargaan kategori Presenter Televisi favorit ( 2015, 2017 dan 2019) dan satu penghargaan kategori Insan Televisi Terbaik (2016) pada penghargaan Panasonic Gobel Awards selama lima tahun terakhir. Nana juga dinobatkan sebagai Duta Baca Indonesia oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. 

Dan sejak itu, pada 25 November 2009, Nana memandu acara talkshow yang memakai namanya, yaitu Mata Najwa. Salah satu program favorit yang menjadi unggulan di Metro TV saat itu. Banyak tokoh kelas satu yang telah menjadi narasumber di program Mata Najwa, sebut saja BJ Habibie, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jusuf Kalla, Dahlan Iskan, Basuki Tjahaja Purnama, hingga Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi, dan masih banyak lagi.

Jabatan terakhir Nana saat masih di Metro TV adalah Wakil Pemimpin Redaksi Umum Metro TV.  Pada tanggal 8 Agustus 2017, melalui akun Twitter pribadinya @najwashihab, Najwa Shihab mengumumkan bahwa program talkshow Mata Najwa tidak lagi mengudara. Episode yang disebut-sebut sebagai episode live terakhir itu, yaitu saat menayangkan wawancara khusus dengan Novel Baswedan, tayang pada 26 Juli 2017. 

Pada bulan Agustus 2017, melalui episode ‘Catatan tanpa Titik,’ ia secara resmi mengundurkan diri dari MetroTV yang telah membesarkan namanya. Dan pada 10 Januari 2018, Nana melalui Mata Najwa tampil kembali di Trans7 dengan tetap menempati slot yang sama seperti sewaktu di Metro TV, yakni hari Rabu pukul 20:00 WIB.

Pada tahun 2018, setelah berkecimpung menjadi jurnalis selama 9 tahun pada 2018, Nana mendirikan Narasi TV, sebuah perusahaan berita dan media omni-channel yang menciptakan dan mengelola beberapa jenis konten.

Dalam  vlog Merry Riana, yang dimuat dalam laman Youtube Merry mengisahkan:  “dua tahun membangun Narasi TV adalah hal yang berat dalam hidupnya. Ada banyak sandiwara disana.” katanya Nana.

Nana Memiliki total followers media sosial sekitar 9,5 juta, itu baru di Instagram, prestasinya ditoreh pada banyak platform digital yang lain. Najwa Shihab memang telah menjadi role model, idola bagi banyak orang Indonesia, terutama perempuan. Dan berulangkali trending, nge hits, baik itu di  story dan feed Instagramnya Nana. Terutama Instagramnya. Covid-19, Social distancing dan Cara Membuat Disenfektan. Trending dan nge hits dijagat maya.

Setelah membangun karier selama 17 tahun di salah satu stasiun TV terbesar di Indonesia, tahun lalu Nana mengambil sebuah langkah besar dengan mendirikan sendiri sebuah perusahaan TV baru dan platform baru, bernama Narasi TV.

“Saya merasa saya sampai di satu titik, di mana saya merasa harus berani keluar dari zona nyaman, harus berani melakukan sesuatu. Karena kalau kita diam di tempat, kita yang akan tergulung oleh zaman sih. Jadi saya merasa this is the time, just do it,”  ia mengungkapkan alasannya untuk berani keluar dari perusahaan besar dan mendirikan sebuah platform sendiri.

 

“Padahal saya dulu ya sampai sekarang, wartawan politik, liputan-liputannya berat, tapi kalau dihitung dua tahun ini, berat,” kata Nana diiringi tawa.  Nana merasa membangun NarasiTV seperti terjun di dunia baru yang membuatnya harus lebih banyak belajar menjadi seorang wirausaha.

Teman-teman yang memutuskan berjuang membuat Narasi adalah orang-orang yang expert, memiliki punya rekam jejak di TV. Dan kemudian mereka gambling bersama Nana untuk mau ikutan membesarkan Narasi. Sempat terpikirkan Nana, ‘Aduh bisa tidak ya saya menggaji orang-orang nanti?’ Menghantui, kekhawatiran itu dirasakan Nana. ‘Bukan main, duh takutnya.’

Walaupun mendirikan Narasi ini terlihat nekat, tapi bukan tanpa perhitungan sama sekali. Sorot mata dan talenta bisnis Nana jauh, the future, memantapkan diri. Pandangan Nana melihat landscape media berubah. Saat ini orang mengonsumsi media secara digital. Disinilah Nana melihat peluang. Nana meyakini Narasi itu sesuatu yang bisa provide dalam masa depan. Keyakinan Nana percaya, bukan tanpa perhitungan sama sekali. Ini eranya dunia digital, konten audio visual selalu dicari. Narasi dibangun atas dasar kebutuhan tadi ini, mengemas secara bagus dan menarik dalam platform dunia bisnis kekinian, digital global.

Di Narasi Nana punya lampu ajaib, ‘adakadabra mantra, 3K dan atau 3C (Content, Collaboration dan Community). Percaya konten yang bagus harus memiliki kolaborasi banyak orang. Platform bisnis harus dipercaya menjadi bagian dari dua hal yang berhubungan. Di dunia maya tapi juga harus berbuah aksi di dunia nyata.

Ada banyak kekhawatirannya saat itu, salah satunya seperti tak sanggup membayar gaji orang yang telah bersedia berhenti dari pekerjaannya demi membangun NarasiTV bersama.

“Mereka mencoba hal yang baru, mengambil resiko itu, dan faith in me in Narasi untuk sama-sama membangun ini, saya sempat ‘duh, kalau enggak bisa gaji orang gimana ini’,” kenang Nana.

 

Beruntung bagi Nana, dia juga mendapat dukungan dari dua co-founder lain NarasiTV yang memiliki peran penting, masing-masing baik di dalam hal bisnis atau pun membangun konsep untuk NarasiTV. Sehingga seperti dilihat saat ini, NarasiTV berkembang pesat hanya dalam waktu dua tahun. Dari yang hanya menggunakan satu ruangan kecil dengan dua karyawan, kini menjadi kantor dua lantai dengan 170 lebih karyawan di dalamnya.

“Saya jatuh cinta dengan dunia jurnalistik dan tetap demikian setelah 20 tahun lamanya,” jawab Nana.

Selama 10 tahun terakhir ini Nana aktif menjadi presenter acara Mata Najwa sebuah talk show televisi yang mengangkat topik-topik politik dan hukum, termasuk topik kriminal yang berisiko dan sensitif. Dia terkenal dengan pertanyaan-pertanyaannya yang tajam dan kadang-kadang membuat narasumbernya tidak bisa berkata-kata.

Nana mengakui bahwa profesinya sebagai jurnalis lebih menantang di era digital ini. Dengan gelombang informasi yang bisa datang dari mana pun, jurnalis memiliki tanggung jawab yang berat untuk dapat memberikan informasi ke publik agar bisa membedakan antara fakta dan hoaks.

Apakah yang sedang dilakukan Nana buat masa depan, sepadan? Saat menginvestasikan waktu dan pengalaman. Sesuatu yang semua ini masih serba gambling. Penuh raga, jiwa dan bathin maupun materi dicurahkan. Apakah langkah menerjang ini, kelak dapat membungkam karier Nana menjadi redup. Tenggelam seperti pada banyak tokoh yang lain, rintisan karir selama 17 tahun haruskah berujung sia-sia? Masa depanlah yang kelak menjawab perjalanan karir Nana. Bersambung, Najwa Shihab Seri-II.

Najwa Shihab
Instagram, Najwa Shihab

Hai Gaaees, milinial jaman now yang terinspirasi, Silahkan bisa berinteraksi dengan ‘Najwa Shihab’ melalui akun media sosial via Facebook, Instagram dan Twitter. Kamu bisa menyapa Nana melalui klik di bawah ini.

Facebook: Najwa Shihab 

Instagram: Najwa Shihab

Twitter : Najwa Shihab